Sebuah Asteroid Menabrak Bulan pada 2032, Dampaknya Akan Mencapai Bumi

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:41 WIB
loading...
A A A
Dampak tersebut akan menguapkan batuan dan menghasilkan plasma, dan akan terlihat jelas dari wilayah Pasifik, di mana saat dampak terjadi, hari akan gelap.

Bahkan beberapa hari setelah benturan, genangan lelehan material yang terbentur masih akan mendingin, memungkinkan pengamat inframerah seperti Teleskop Luar Angkasa James Webb untuk menangkap banyak data tentang bagaimana proses pendinginan itu bekerja, serta bagaimana kawah sebenarnya terbentuk di Bulan.

Kawah yang terbentuk diperkirakan berdiameter sekitar 1 km dan kedalaman 150-260 meter, dengan kolam batuan cair sedalam 100 meter di tengahnya. Membandingkan ukurannya dengan kawah-kawah lain yang tersebar di Bulan akan membantu kita memahami sejarah pembombardirannya.

Dampak tersebut juga akan memicu "gempa bulan" global dengan magnitudo 5,0. Itu akan menjadi gempa bulan terkuat yang pernah terdeteksi oleh seismometer mana pun di Bulan, dan diperkirakan akan ada lebih banyak gempa lagi sebelum jangka waktu dampak tersebut karena badan-badan antariksa bergegas kembali ke Bulan dan mulai menutupi permukaannya dengan peralatan ilmiah.

Mengamati perambatan gempa bulan yang disebabkan oleh benturan tersebut akan memberikan wawasan tentang bagian dalam Bulan dan membantu para peneliti memahami komposisinya tanpa harus membombardirnya dengan sesuatu yang buatan.

Bagian terakhir dari teka-teki ilmiah adalah medan puing yang tercipta akibat ledakan tersebut. Diperkirakan hingga 400 kg puing akan selamat saat memasuki kembali atmosfer Bumi, yang pada dasarnya menciptakan misi pengambilan sampel bulan "skala besar" gratis bagi para astronom. Terlepas dari kenyataan bahwa sampel-sampel tersebut akan hangus terbakar saat memasuki kembali atmosfer.

Namun jika Anda pernah menonton episodeThe Eyedi serialAndoratau membaca bukuSeveneveskarya Neal Stephenson, maka Anda tahu betapa spektakulernya pertunjukan semacam itu.

Pada puncaknya sekitar Natal tahun 2032, simulasi memperkirakan hingga 20 juta meteor per jam akan menghantam atmosfer kita, dan setidaknya di "ujung terdepan" planet ini, sebagian besar dapat terlihat dengan mata telanjang. Jumlah tersebut termasuk sekitar 100-400 bola api (yaitu, potongan yang lebih besar) per jam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Inggris Hajar Kroasia...
Inggris Hajar Kroasia 4-2, Tuchel: Ini Bukan Identitas The Three Lions
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Berita Terkini
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved