Kiamat Ponsel Gaming: Ini Alasan Asus Bunuh Zenfone dan ROG Phone
Selasa, 20 Januari 2026 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, lini ROG Phone sejatinya telah menjadi standar emas (gold standard) bagi ponsel gaming premium. Inovasi seperti sistem pendingin aktif, tombol bahu ultrasonik, dan layar refresh rate tinggi adalah warisan teknologi yang sulit dicari tandingannya.
Namun, ceruk pasar gaming yang spesifik terbukti tidak cukup besar untuk menopang profitabilitas divisi mobile secara keseluruhan di tengah biaya komponen yang terus melambung.
Logika bisnisnya jelas: Asus memiliki fondasi yang jauh lebih kuat di industri PC dan komponen komputer.
Dengan mengalihkan fokus ke "Commercial PC" dan perangkat AI, Asus bermain di kandang sendiri di mana merek ROG (Republic of Gamers) masih memiliki ekuitas yang sangat kuat.
Mengintegrasikan AI ke dalam laptop, robot, dan perangkat wearable (seperti kacamata pintar) dipandang memiliki Return on Investment (ROI) yang jauh lebih menjanjikan dibandingkan bertarung di lautan merah pasar smartphone yang margin keuntungannya kian menipis.
Namun, bagi para gamer dan penikmat teknologi, Januari 2026 akan dikenang sebagai momen di mana salah satu pemain paling eksperimental di dunia Android akhirnya memilih untuk log out dari permainan, meninggalkan warisan inovasi yang kini harus digantikan oleh robot dan algoritma.
Namun, ceruk pasar gaming yang spesifik terbukti tidak cukup besar untuk menopang profitabilitas divisi mobile secara keseluruhan di tengah biaya komponen yang terus melambung.
Dari Layar Sentuh ke Otak Digital
Langkah Asus ini mencerminkan tren "paradigm shift" atau pergeseran paradigma yang sedang melanda industri teknologi global. Jonney Shih menyebut bahwa fokus perusahaan kini beralih untuk menyelaraskan diri dengan gelombang besar AI.Logika bisnisnya jelas: Asus memiliki fondasi yang jauh lebih kuat di industri PC dan komponen komputer.
Dengan mengalihkan fokus ke "Commercial PC" dan perangkat AI, Asus bermain di kandang sendiri di mana merek ROG (Republic of Gamers) masih memiliki ekuitas yang sangat kuat.
Mengintegrasikan AI ke dalam laptop, robot, dan perangkat wearable (seperti kacamata pintar) dipandang memiliki Return on Investment (ROI) yang jauh lebih menjanjikan dibandingkan bertarung di lautan merah pasar smartphone yang margin keuntungannya kian menipis.
Nasib Pengguna Setia
Bagi konsumen yang saat ini masih menggenggam seri Zenfone atau ROG Phone, Jonney Shih memberikan jaminan bahwa perusahaan tidak akan lepas tangan begitu saja. Asus berkomitmen untuk "terus merawat pengguna ponsel merek tersebut," yang kemungkinan besar merujuk pada dukungan pembaruan perangkat lunak (software updates) dan layanan purna jual untuk perangkat yang masih dalam masa garansi atau dukungan teknis.Namun, bagi para gamer dan penikmat teknologi, Januari 2026 akan dikenang sebagai momen di mana salah satu pemain paling eksperimental di dunia Android akhirnya memilih untuk log out dari permainan, meninggalkan warisan inovasi yang kini harus digantikan oleh robot dan algoritma.
(dan)
Lihat Juga :