Kiamat Ponsel Gaming: Ini Alasan Asus Bunuh Zenfone dan ROG Phone
Selasa, 20 Januari 2026 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
Frasa ini secara teknis menyisakan ruang spekulasi untuk kembalinya Asus di masa depan. Namun, jelas langkah ini adalah eufemisme untuk penutupan divisi secara permanen.
Sumber daya yang sebelumnya dialokasikan untuk riset dan pengembangan Zenfone serta ROG Phone kini direalokasikan sepenuhnya untuk menangkap peluang di sektor "perangkat AI fisik" (physical AI devices), termasuk robotika AI (AI Robot & Robotics) dan kacamata pintar (AI Glasses).
Data pasar global menunjukkan bahwa meskipun memiliki basis penggemar fanatik—terutama di segmen gaming—pangsa pasar Asus tidak pernah benar-benar signifikan dalam skala makro.
Laporan dari Tech Advisor menyoroti bahwa Asus berjuang keras dengan pangsa pasar global yang stagnan di angka kurang dari 1,94 persen. Dalam ekosistem yang didominasi oleh duopoli Samsung dan Apple, serta gempuran agresif merek China seperti Xiaomi dan BBK Electronics, mempertahankan lini produksi dengan volume penjualan rendah menjadi beban operasional yang tidak berkelanjutan (unsustainable).
Tahun 2025 sendiri menjadi tahun yang "sepi" bagi divisi mobile Asus. Mereka hanya merilis dua model utama: Zenfone 12 Ultra yang berukuran besar namun dianggap kurang inovatif, serta ROG Phone 9 FE.
Kedua model ini bahkan tidak menyentuh pasar strategis seperti Amerika Serikat. Padahal, pada tahun 2023, Asus sempat menuai pujian kritis lewat Zenfone 10 yang mengisi kekosongan pasar ponsel mungil (compact flagship).
Sumber daya yang sebelumnya dialokasikan untuk riset dan pengembangan Zenfone serta ROG Phone kini direalokasikan sepenuhnya untuk menangkap peluang di sektor "perangkat AI fisik" (physical AI devices), termasuk robotika AI (AI Robot & Robotics) dan kacamata pintar (AI Glasses).
Realitas Pahit Angka 1,94 Persen
Keputusan Asus untuk meninggalkan gelanggang Android bukanlah langkah yang diambil tanpa perhitungan matematis yang dingin.Data pasar global menunjukkan bahwa meskipun memiliki basis penggemar fanatik—terutama di segmen gaming—pangsa pasar Asus tidak pernah benar-benar signifikan dalam skala makro.
Laporan dari Tech Advisor menyoroti bahwa Asus berjuang keras dengan pangsa pasar global yang stagnan di angka kurang dari 1,94 persen. Dalam ekosistem yang didominasi oleh duopoli Samsung dan Apple, serta gempuran agresif merek China seperti Xiaomi dan BBK Electronics, mempertahankan lini produksi dengan volume penjualan rendah menjadi beban operasional yang tidak berkelanjutan (unsustainable).
Tahun 2025 sendiri menjadi tahun yang "sepi" bagi divisi mobile Asus. Mereka hanya merilis dua model utama: Zenfone 12 Ultra yang berukuran besar namun dianggap kurang inovatif, serta ROG Phone 9 FE.
Kedua model ini bahkan tidak menyentuh pasar strategis seperti Amerika Serikat. Padahal, pada tahun 2023, Asus sempat menuai pujian kritis lewat Zenfone 10 yang mengisi kekosongan pasar ponsel mungil (compact flagship).
Lihat Juga :