2 Ramalan 2026 Nostradamus Terbukti di Awal Tahun

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:37 WIB
loading...
2 Ramalan 2026 Nostradamus...
Ramalan Nostradamus tahun 2025. FOTO/ DAILY
A A A
LONDON - Michel de Nostredame, atau lebih dikenal sebagai Nostradamus telah meramal apa yang akan terjadi di tahun 2026.

Nostradamus disebut-sebut telah melihat sejumlah peristiwa besar yang mengguncang dunia, termasuk tragedi 9/11 dan kematian Putri Diana, dalam bukuLes Prophetiesyang diterbitkan pada 1555.

Karyanya — berisi 942 ramalan dalam bentuk puisi — ditulis dengan campuran frasa Latin yang samar dan bahasa Prancis kuno, sehingga sulit ditafsirkan.

Meski banyak ramalannya terdengar kabur, para pengikutnya menafsirkan kuatrain-kuatrain sang filsuf Prancis itu sebagai nubuat mengenai pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki serta, lebih baru, penyebaran Covid-19.

Dikutip dari Dailymail, untuk ramalannya yang berikutnya, Nostradamus tidak menyebutkan tahun secara spesifik. Namun para penganutnya percaya bahwa kuatrain ke-26 dalam teksnya berkaitan dengan tahun 2026.

Salah satu bagian bertanda I:26 berbunyi:“Kawanan lebah besar akan bangkit… di malam hari penyergapan…”

Namun alih-alih membayangkan serbuan lebah sungguhan, banyak yang meyakini bahwa lebah tersebut merupakan simbol kekuasaan — sebuah metafora bagi para pemimpin dunia.

Ini bisa berarti tokoh-tokoh kuat seperti Donald Trump atau Vladimir Putin akan meraih kemenangan pada tahun mendatang — misalnya melalui kesepakatan Trump terkait Gaza atau potensi kemenangan Rusia atas Ukraina.

Kuatrain lain yang dikaitkan dengan angka 26 ditulis dalam bahasa Prancis standar dan jika diterjemahkan berbunyi:“Karena kemurahan yang ditunjukkan kota… Ticino akan meluap dengan darah…”

Ticino adalah wilayah paling selatan di Swiss, dikenal dengan hutan, danau, dan gletsernya.

Makna geografis spesifik ini tidak sepenuhnya jelas, tetapi sebagian pihak menilai Nostradamus tengah menyinggung potensi konflik baru di Eropa—kemungkinan antara dua negara bertetangga, karena Ticino berbatasan dengan Italia utara.

Sayangnya, ada lagi prediksi tentang perang dan kemungkinan bentrokan antara Timur dan Barat.

Penafsiran serupa juga ditujukan pada kuatrain berikut:“Tujuh bulan perang besar, orang-orang mati karena kejahatan / Rouen, Evreux sang Raja takkan gagal.”
Banyak yang melihatnya sebagai tanda munculnya perang lain, dipimpin oleh dua pemimpin keras kepala yang merasa tidak boleh kalah.

Apakah ini berkaitan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang masih mencari dukungan untuk mengusir Rusia dari negaranya, atau Donald Trump yang kerap dijuluki “Raja Donald”? Waktu yang akan menjawab.

Ramalan lain berbunyi:“Saat Mars menapaki jalurnya di antara bintang-bintang, darah manusia akan memercikkan tempat suci. Tiga api bangkit dari arah timur, sementara Barat kehilangan cahaya dalam keheningan.”

Karena Mars adalah dewa perang dalam mitologi Romawi, banyak yang menafsirkan bahwa tahun 2026 akan kembali dipenuhi konflik dan penderitaan.

Nostradamus juga terkesan mengisyaratkan adanya ketegangan baru antara Eropa Barat dan kemungkinan Asia, meski ia tidak menyebutkan wujudnya secara jelas.

Pertarungan ini bisa berbentuk persaingan ekonomi, mengingat Eropa masih berjuang keluar dari kelesuan ekonomi — tetapi ada pula yang menilai bahwa ini adalah ramalan tentang kebangkitan kecerdasan buatan (AI).

Dengan China dan Jepang yang terus memacu kemajuan teknologi AI, kekhawatiran bahwa robot akan menggantikan pekerjaan manusia makin besar — sesuatu yang mungkin berkaitan dengan gambaran “Barat kehilangan cahayanya dalam keheningan.”

Namun tak semua ramalan Nostradamus muram; ia justru menutup prediksinya untuk 2026 dengan nada optimistis.

“Bayangan akan runtuh, tetapi manusia cahaya akan bangkit,”tulisnya.“Dan bintang-bintang akan menuntun mereka yang menoleh ke dalam dirinya.”

Setelah krisis perang dan kobaran api, Nostradamus menggambarkan masa kelahiran kembali — kemungkinan hadirnya pemimpin baru atau cara pandang baru tentang dunia.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Jelang Lawan Senegal,...
Jelang Lawan Senegal, Kante Ultimatum Mbappe Cs
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Berita Terkini
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved