Reinkarnasi BlackBerry di 2026: Clicks Rilis Ponsel Communicator QWERTY Seharga Rp8 Juta
Sabtu, 03 Januari 2026 - 12:28 WIB
loading...
Clicks Communicator menghidupkan kembali desain ponsel qwerty klasik ala BlackBerry, menawarkan fitur produktivitas tanpa gangguan media sosial bagi para profesional yang membutuhkan fokus tinggi. Foto: Clicks
A
A
A
LAS VEGAS - Roh BlackBerry ternyata belum sepenuhnya mati, ia hanya tertidur dan menunggu waktu yang tepat untuk bangkit kembali.
Menjelang perhelatan akbar Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas pekan depan, Clicks Technology membuat gebrakan nostalgia yang berani.
Perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pembuat aksesoris papan ketik fisik ini memutuskan terjun langsung ke arena ponsel pintar dengan merilis dua perangkat sekaligus, salah satunya adalah "Communicator", ponsel qwerty yang didedikasikan untuk kaum pekerja keras yang lelah dengan gangguan media sosial.
Lupakan layar sentuh besar dan notifikasi Instagram yang tak henti berdenting. Clicks Communicator hadir sebagai antitesis tren pasar saat ini.
CEO Clicks, Adrian Li, menegaskan bahwa ada permintaan nyata untuk perangkat yang berfokus pada produktivitas murni.
"Respons pasar memvalidasi keyakinan kami: ada permintaan yang terus tumbuh untuk produk yang dibangun khusus (purpose-built) guna membantu orang berkomunikasi dengan percaya diri dan mengambil tindakan," ujar Adrian, merujuk pada kesuksesan perusahaan mengirimkan lebih dari 100.000 unit keyboard fisik ke lebih dari 100 negara sebelumnya.
Communicator: Ponsel Kedua untuk "VVIP"
Dengan banderol harga USD499 atau Rp8 juta, Communicator diposisikan secara unik sebagai "ponsel kedua". Target pasarnya spesifik: para eksekutif dan profesional yang memisahkan kehidupan pribadi dan pekerjaan secara ekstrem.
Desainnya mengingatkan kita pada kejayaan BlackBerry Bold namun dengan sentuhan modern. Fitur utamanya adalah papan ketik taktil yang ergonomis, dirancang untuk kecepatan mengetik dokumen dan surel.
Menariknya, permukaan tombol-tombol ini juga sensitif terhadap sentuhan (touch-sensitive), memungkinkan pengguna menggulir layar tanpa harus menyentuh kaca, sebuah fitur warisan BlackBerry Passport yang legendaris.
Secara filosofis, ponsel ini "anti-pengalih perhatian". Clicks bekerja sama dengan Niagara Launcher untuk menyajikan antarmuka Android 16 yang minimalis.
Fokusnya hanya pada aplikasi produktivitas seperti Gmail, Telegram, WhatsApp, dan Slack. Jangan harap menemukan akses mudah ke TikTok atau game yang membuang waktu.
![Reinkarnasi BlackBerry di 2026: Clicks Rilis Ponsel Communicator QWERTY Seharga Rp8 Juta]()
Inovasi menarik lainnya adalah "Signal Light", tombol samping yang bisa menyala dengan warna kustom.
Pengguna bisa mengatur agar lampu menyala ungu untuk pesan dari bos, atau hijau untuk pesan WhatsApp keluarga, memberikan isyarat visual tanpa perlu menyalakan layar. Tombol ini juga berfungsi sebagai "Prompt Key" untuk mendikte pesan suara atau berinteraksi dengan asisten AI di masa depan.
Spesifikasi Klasik Bertemu Modern
Di balik nuansa retronya, jeroan Communicator cukup mumpuni untuk standar tahun 2026. Ponsel ini ditenagai baterai silikon-karbon berkapasitas 4.000 mAh dan penyimpanan internal 256 GB yang bisa diperluas via microSD hingga 2 TB—sebuah fitur langka di ponsel flagship modern.
Fitur "jadul" yang dicintai kaum purist pun tetap dipertahankan: colokan headphone 3,5 mm dan baki kartu SIM fisik ganda (selain eSIM). Di sektor fotografi, terdapat kamera utama 50 MP dengan OIS dan kamera depan 24 MP. Konektivitasnya sudah mendukung 5G global, Wi-Fi 6, NFC, dan Bluetooth 5.4.
Bagi pembeli awal (early bird) yang menaruh deposit sebelum 27 Februari, harga dipangkas menjadi USD399 (Rp6,4 juta). Ponsel ini tersedia dalam tiga warna maskulin: Smoke (abu-abu), Clover (hijau tua), dan Onyx (hitam), dengan penutup belakang yang bisa diganti-ganti.
Menjelang perhelatan akbar Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas pekan depan, Clicks Technology membuat gebrakan nostalgia yang berani.
Perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pembuat aksesoris papan ketik fisik ini memutuskan terjun langsung ke arena ponsel pintar dengan merilis dua perangkat sekaligus, salah satunya adalah "Communicator", ponsel qwerty yang didedikasikan untuk kaum pekerja keras yang lelah dengan gangguan media sosial.
Lupakan layar sentuh besar dan notifikasi Instagram yang tak henti berdenting. Clicks Communicator hadir sebagai antitesis tren pasar saat ini.
CEO Clicks, Adrian Li, menegaskan bahwa ada permintaan nyata untuk perangkat yang berfokus pada produktivitas murni.
"Respons pasar memvalidasi keyakinan kami: ada permintaan yang terus tumbuh untuk produk yang dibangun khusus (purpose-built) guna membantu orang berkomunikasi dengan percaya diri dan mengambil tindakan," ujar Adrian, merujuk pada kesuksesan perusahaan mengirimkan lebih dari 100.000 unit keyboard fisik ke lebih dari 100 negara sebelumnya.
Communicator: Ponsel Kedua untuk "VVIP"
![Reinkarnasi BlackBerry di 2026: Clicks Rilis Ponsel Communicator QWERTY Seharga Rp8 Juta]()
Dengan banderol harga USD499 atau Rp8 juta, Communicator diposisikan secara unik sebagai "ponsel kedua". Target pasarnya spesifik: para eksekutif dan profesional yang memisahkan kehidupan pribadi dan pekerjaan secara ekstrem.
Desainnya mengingatkan kita pada kejayaan BlackBerry Bold namun dengan sentuhan modern. Fitur utamanya adalah papan ketik taktil yang ergonomis, dirancang untuk kecepatan mengetik dokumen dan surel.
Menariknya, permukaan tombol-tombol ini juga sensitif terhadap sentuhan (touch-sensitive), memungkinkan pengguna menggulir layar tanpa harus menyentuh kaca, sebuah fitur warisan BlackBerry Passport yang legendaris.
Secara filosofis, ponsel ini "anti-pengalih perhatian". Clicks bekerja sama dengan Niagara Launcher untuk menyajikan antarmuka Android 16 yang minimalis.
Fokusnya hanya pada aplikasi produktivitas seperti Gmail, Telegram, WhatsApp, dan Slack. Jangan harap menemukan akses mudah ke TikTok atau game yang membuang waktu.

Inovasi menarik lainnya adalah "Signal Light", tombol samping yang bisa menyala dengan warna kustom.
Pengguna bisa mengatur agar lampu menyala ungu untuk pesan dari bos, atau hijau untuk pesan WhatsApp keluarga, memberikan isyarat visual tanpa perlu menyalakan layar. Tombol ini juga berfungsi sebagai "Prompt Key" untuk mendikte pesan suara atau berinteraksi dengan asisten AI di masa depan.
Spesifikasi Klasik Bertemu Modern
![Reinkarnasi BlackBerry di 2026: Clicks Rilis Ponsel Communicator QWERTY Seharga Rp8 Juta]()
Di balik nuansa retronya, jeroan Communicator cukup mumpuni untuk standar tahun 2026. Ponsel ini ditenagai baterai silikon-karbon berkapasitas 4.000 mAh dan penyimpanan internal 256 GB yang bisa diperluas via microSD hingga 2 TB—sebuah fitur langka di ponsel flagship modern.
Fitur "jadul" yang dicintai kaum purist pun tetap dipertahankan: colokan headphone 3,5 mm dan baki kartu SIM fisik ganda (selain eSIM). Di sektor fotografi, terdapat kamera utama 50 MP dengan OIS dan kamera depan 24 MP. Konektivitasnya sudah mendukung 5G global, Wi-Fi 6, NFC, dan Bluetooth 5.4.
Bagi pembeli awal (early bird) yang menaruh deposit sebelum 27 Februari, harga dipangkas menjadi USD399 (Rp6,4 juta). Ponsel ini tersedia dalam tiga warna maskulin: Smoke (abu-abu), Clover (hijau tua), dan Onyx (hitam), dengan penutup belakang yang bisa diganti-ganti.
(dan)
Lihat Juga :