Tahun Baru 2026: Pertunjukkan Drone Gantikan Kembang Api di Chongqing hingga Bundaran HI
Jum'at, 02 Januari 2026 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas dan empati mendalam terhadap korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera.
"Memang acaranya dibuat sederhana dan penuh empati terhadap korban bencana," tegas Pramono di kawasan Jakarta Pusat.
Sebagai gantinya, teknologi drone hadir bukan untuk hura-hura, melainkan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan. Wahana antariksa nirawak ini terbang membentuk formasi peta pulau Sumatera dan tulisan "Jakarta untuk Sumatera" yang bersinar redup namun syahdu di langit malam.
Selain pesan solidaritas, drone show di Jakarta juga menampilkan ikon-ikon kota seperti tulisan "Blok M Sentra ASEAN", siluet Jakarta International Stadium (JIS), dan slogan "Jakarta Harus Dukung Persija". Tanpa suara ledakan yang memekakkan telinga, perayaan di Jakarta berubah menjadi momen refleksi visual yang modern.
Ternyata memang ada alasan pergeseran tren kembang api ke drone. Pertama, isu lingkungan; drone tidak menghasilkan asap beracun atau sampah residu seperti selongsong kembang api.
Kedua, fleksibilitas visual; kembang api bersifat abstrak dan acak, sementara drone adalah pixel terbang yang bisa membentuk logo sponsor, pesan teks, atau narasi visual yang spesifik—sebuah nilai jual yang sangat tinggi bagi pengiklan dan pemerintah kota.
Meski demikian, risiko tetap mengintai. Insiden jatuhnya drone yang terbakar di Liuyang pada pertunjukan sebelumnya menjadi pengingat bahwa teknologi ini belum 100 persen tanpa cela. Satu gangguan sinyal atau hembusan angin kencang bisa mengubah tarian indah menjadi hujan proyektil.
"Memang acaranya dibuat sederhana dan penuh empati terhadap korban bencana," tegas Pramono di kawasan Jakarta Pusat.
Sebagai gantinya, teknologi drone hadir bukan untuk hura-hura, melainkan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan. Wahana antariksa nirawak ini terbang membentuk formasi peta pulau Sumatera dan tulisan "Jakarta untuk Sumatera" yang bersinar redup namun syahdu di langit malam.
Selain pesan solidaritas, drone show di Jakarta juga menampilkan ikon-ikon kota seperti tulisan "Blok M Sentra ASEAN", siluet Jakarta International Stadium (JIS), dan slogan "Jakarta Harus Dukung Persija". Tanpa suara ledakan yang memekakkan telinga, perayaan di Jakarta berubah menjadi momen refleksi visual yang modern.
Ternyata memang ada alasan pergeseran tren kembang api ke drone. Pertama, isu lingkungan; drone tidak menghasilkan asap beracun atau sampah residu seperti selongsong kembang api.
Kedua, fleksibilitas visual; kembang api bersifat abstrak dan acak, sementara drone adalah pixel terbang yang bisa membentuk logo sponsor, pesan teks, atau narasi visual yang spesifik—sebuah nilai jual yang sangat tinggi bagi pengiklan dan pemerintah kota.
Meski demikian, risiko tetap mengintai. Insiden jatuhnya drone yang terbakar di Liuyang pada pertunjukan sebelumnya menjadi pengingat bahwa teknologi ini belum 100 persen tanpa cela. Satu gangguan sinyal atau hembusan angin kencang bisa mengubah tarian indah menjadi hujan proyektil.
(dan)
Lihat Juga :