Penemuan Struktur Raksasa Misterius di Segitiga Bermuda Jadi Teka-teki Terbaru
Selasa, 23 Desember 2025 - 07:36 WIB
loading...
Struktur Raksasa Misterius di Segitiga Bermuda. FOTO/ DAILY
A
A
A
LONDON - Para ilmuwan telah menemukan struktur mineral raksasa di dasar laut Segitiga Bermuda.
Penemuan ini telah menghidupkan kembali teori konspirasi tentang perairan yang meliputi wilayah Bermuda, Florida, dan Puerto Rico yang kontroversial.
Perairan ini terkenal karena diduga telah 'menelan' sejumlah kapal dan pesawat terbang, sehingga menarik minat para penganut teori konspirasi.
Kelompok ini kembali bersemangat dan muncul dengan berbagai spekulasi di platform media sosial setelah penampakan objek misterius tersebut dipublikasikan.
Beberapa pengguna media sosial mengklaim bahwa itu adalah kota Atlantis yang hilang dan beberapa berasumsi bahwa itu mungkin peradaban yang sangat maju yang berusia jutaan tahun.
Ada juga yang mencoba bercanda dengan menyebutnya 'pintu menuju neraka' dan bahwa ada kota-kota iblis di dasar laut.
Namun, studi para ilmuwan telah menemukan bahwa ini adalah penemuan geologis penting yang dapat menjelaskan bagaimana wilayah tersebut terbentuk.
Berdasarkan studi seismik, para peneliti telah menemukan batuan setebal sekitar 20.000 meter di bawah kerak samudra di dasar Bermuda.
Ketebalan lapisan geologi yang luar biasa ini belum pernah tercatat di tempat lain.
"Kami masih belum dapat memecahkan misteri bagaimana batuan raksasa itu bisa berada di sana. Kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh posisi Bermuda di atas gelombang laut, yaitu area dasar laut yang lebih tinggi daripada daerah sekitarnya.
"Biasanya, situasi ini disebabkan oleh aktivitas vulkanik yang mengendapkan material di dasar laut, tetapi hal itu tidak ada di Segitiga Bermuda, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang asal usul pembentukan 'gelombang laut' tersebut," kata seismolog di Carnegie Science di Washington, William Frazer, yang juga merupakan penulis utama studi tersebut
Penemuan ini telah menghidupkan kembali teori konspirasi tentang perairan yang meliputi wilayah Bermuda, Florida, dan Puerto Rico yang kontroversial.
Perairan ini terkenal karena diduga telah 'menelan' sejumlah kapal dan pesawat terbang, sehingga menarik minat para penganut teori konspirasi.
Kelompok ini kembali bersemangat dan muncul dengan berbagai spekulasi di platform media sosial setelah penampakan objek misterius tersebut dipublikasikan.
Beberapa pengguna media sosial mengklaim bahwa itu adalah kota Atlantis yang hilang dan beberapa berasumsi bahwa itu mungkin peradaban yang sangat maju yang berusia jutaan tahun.
Ada juga yang mencoba bercanda dengan menyebutnya 'pintu menuju neraka' dan bahwa ada kota-kota iblis di dasar laut.
Namun, studi para ilmuwan telah menemukan bahwa ini adalah penemuan geologis penting yang dapat menjelaskan bagaimana wilayah tersebut terbentuk.
Berdasarkan studi seismik, para peneliti telah menemukan batuan setebal sekitar 20.000 meter di bawah kerak samudra di dasar Bermuda.
Ketebalan lapisan geologi yang luar biasa ini belum pernah tercatat di tempat lain.
"Kami masih belum dapat memecahkan misteri bagaimana batuan raksasa itu bisa berada di sana. Kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh posisi Bermuda di atas gelombang laut, yaitu area dasar laut yang lebih tinggi daripada daerah sekitarnya.
"Biasanya, situasi ini disebabkan oleh aktivitas vulkanik yang mengendapkan material di dasar laut, tetapi hal itu tidak ada di Segitiga Bermuda, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang asal usul pembentukan 'gelombang laut' tersebut," kata seismolog di Carnegie Science di Washington, William Frazer, yang juga merupakan penulis utama studi tersebut
(wbs)
Lihat Juga :