Orkestrasi Analytics, Automation, dan AI: Kunci Infomedia Pertahankan Mahkota CXM
Kamis, 20 November 2025 - 07:50 WIB
loading...
Berkat orkestrasi teknologi Analytics, Automation, dan AI, Infomedia Nusantara kembali dinobatkan sebagai perusahaan layanan manajemen pengalaman pelanggan terbaik 2025 oleh Frost & Sullivan. Foto: Infomedia Nusantara
A
A
A
JAKARTA - Di tengah gelombang transformasi digital yang tak kenal ampun, PT Infomedia Nusantara membuktikan ketangguhannya.
Anak usaha Telkom Group ini kembali mengukuhkan diri sebagai pemimpin pasar dengan menyabet penghargaan "2025 Indonesian Customer Experience Management (CXM) Services Company of the Year" dari lembaga riset global, Frost & Sullivan.
Ini bukan kemenangan perdana. Infomedia mencatatkan hattrick, mempertahankan gelar bergengsi ini selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023.
Namun, yang menarik bukanlah pialanya, melainkan strategi teknologi yang menjadi mesin penggerak di balik layar.
Dalam lanskap bisnis modern, sekadar menjawab keluhan pelanggan tak lagi cukup. Infomedia melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (AI) dan Otomatisasi untuk menciptakan layanan yang prediktif, bukan reaktif.
Analytics (Analitik): Data tidak dibiarkan tidur. Infomedia mengolah data untuk memberikan layanan yang dipersonalisasi dan tepat sasaran.
Automation (Otomatisasi): Mempercepat proses bisnis dan meminimalkan gangguan operasional.
AI (Artificial Intelligence): Memungkinkan penyelesaian masalah secara proaktif sebelum pelanggan menyadarinya.
Hasilnya adalah efisiensi biaya operasional bagi klien dan peningkatan kepuasan pelanggan yang signifikan.
Sinergi ini melahirkan inovasi yang cepat namun tetap patuh pada regulasi, selaras dengan agenda transformasi digital nasional.
Direktur Utama Infomedia, Eddy Sofryano, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah validasi atas kolaborasi tersebut.
“Kami percaya, keberhasilan transformasi digital lahir dari semangat untuk berkolaborasi, berinovasi, dan berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan,” ujar Eddy di Jakarta, belum lama ini.
"Seiring waktu, Infomedia telah menjadi mitra pilihan bagi perusahaan dan sektor publik yang mencari solusi CXM digital," ungkap Khrisna.
Pengakuan ini menegaskan posisi Infomedia bukan hanya sebagai penyedia layanan contact center, tetapi sebagai mitra strategis transformasi digital.
Dengan tingkat retensi pelanggan yang tinggi dan pertumbuhan pendapatan non-captive yang terus mendaki, Infomedia membuktikan bahwa investasi pada teknologi canggih adalah kunci untuk bertahan dan memimpin di pasar yang kiankompetitif.
Anak usaha Telkom Group ini kembali mengukuhkan diri sebagai pemimpin pasar dengan menyabet penghargaan "2025 Indonesian Customer Experience Management (CXM) Services Company of the Year" dari lembaga riset global, Frost & Sullivan.
Ini bukan kemenangan perdana. Infomedia mencatatkan hattrick, mempertahankan gelar bergengsi ini selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023.
Namun, yang menarik bukanlah pialanya, melainkan strategi teknologi yang menjadi mesin penggerak di balik layar.
Kekuatan Kerangka Kerja "3A"
Analisis Frost & Sullivan menyoroti keunggulan perusahaan dalam menerapkan kerangka kerja teknologi yang disebut "3A": Analytics, Automation, dan AI.Dalam lanskap bisnis modern, sekadar menjawab keluhan pelanggan tak lagi cukup. Infomedia melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (AI) dan Otomatisasi untuk menciptakan layanan yang prediktif, bukan reaktif.
Analytics (Analitik): Data tidak dibiarkan tidur. Infomedia mengolah data untuk memberikan layanan yang dipersonalisasi dan tepat sasaran.
Automation (Otomatisasi): Mempercepat proses bisnis dan meminimalkan gangguan operasional.
AI (Artificial Intelligence): Memungkinkan penyelesaian masalah secara proaktif sebelum pelanggan menyadarinya.
Hasilnya adalah efisiensi biaya operasional bagi klien dan peningkatan kepuasan pelanggan yang signifikan.
Sinergi Global-Lokal
Strategi teknologi ini diperkuat oleh ekosistem kemitraan yang solid. Infomedia tidak berjalan sendirian; mereka menggandeng raksasa teknologi global seperti Microsoft, Google, dan UiPath, sembari tetap merangkul perusahaan rintisan (startup) lokal.Sinergi ini melahirkan inovasi yang cepat namun tetap patuh pada regulasi, selaras dengan agenda transformasi digital nasional.
Direktur Utama Infomedia, Eddy Sofryano, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah validasi atas kolaborasi tersebut.
“Kami percaya, keberhasilan transformasi digital lahir dari semangat untuk berkolaborasi, berinovasi, dan berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan,” ujar Eddy di Jakarta, belum lama ini.
Validasi Pasar
Khrisna Baidya, Sr. Director ICT Profile Asia-Pacific Frost & Sullivan, menyebut Infomedia telah berhasil membangun ekuitas merek yang kuat."Seiring waktu, Infomedia telah menjadi mitra pilihan bagi perusahaan dan sektor publik yang mencari solusi CXM digital," ungkap Khrisna.
Pengakuan ini menegaskan posisi Infomedia bukan hanya sebagai penyedia layanan contact center, tetapi sebagai mitra strategis transformasi digital.
Dengan tingkat retensi pelanggan yang tinggi dan pertumbuhan pendapatan non-captive yang terus mendaki, Infomedia membuktikan bahwa investasi pada teknologi canggih adalah kunci untuk bertahan dan memimpin di pasar yang kiankompetitif.
(dan)
Lihat Juga :