Perang Siber Dimulai: Serangan Spyware di Indonesia Melonjak 64,2%, Negara Tetangga Ini Meledak 210%

Senin, 10 November 2025 - 10:17 WIB
loading...
A A A

Ancaman Baru: 'Malware Legal' dan 'Zero-Click'

Ancaman kini semakin canggih dengan munculnya spyware komersial, atau disebut juga "malware legal". Ini adalah spyware yang dijual oleh perusahaan swasta kepada entitas seperti pemerintah.

Contoh paling terkenal adalah Pegasus. Spyware ini mampu menginfeksi perangkat bahkan tanpa korban perlu mengklik tautan apapun (disebut eksploitasi zero-click), misalnya melalui celah di iMessage atau WhatsApp.

Setelah masuk, Pegasus bisa mengambil alih seluruh perangkat, termasuk menyadap panggilan, membaca pesan, dan melacak lokasi.

"Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi, spyware merupakan ancaman nyata yang dapat melumpuhkan kelangsungan bisnis di Indonesia," kata Simon Tung, General Manager untuk ASEAN di Kaspersky.

Ia memperingatkan bahwa serangan ini bukan hanya mencuri data, tapi juga bisa menyusup ke infrastruktur nasional.

"Bagi sebuah organisasi, satu eksploitasi dari spyware dapat mengakibatkan kebocoran data, kerugian finansial, hilangnya kepercayaan klien, dan bahkan hancurnya reputasi," tambah Simon.

Cara Mempersulit Penyerang

Ada beberapa langkah proaktif untuk mempersulit penyerang, di antaranya:
1. Perbarui perangkat lunak secara berkala, terutama sistem operasi dan peramban.
2. Jangan klik tautan mencurigakan di email atau pesan.
3. Gunakan VPN untuk menyamarkan lalu lintas internet.
4. Nyalakan ulang (restart) perangkat secara berkala, karena beberapa spyware tidak bisa bertahan lama setelah perangkat di-restart.
5. Pasang solusi keamanan yang andal di semuaperangkat.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gawat, Google Search...
Gawat, Google Search Digunakan Hacker untuk Susupkan Malware lewat Situs Palsu
Wabah Digital di Saku:...
Wabah Digital di Saku: Serangan Malware di Ponsel Meledak, 12 Juta Pengguna Jadi Korban
Microsoft Klaim Selamatkan...
Microsoft Klaim Selamatkan 394.000 PC dari Malware Lumma Stealer, tapi Bahaya Tetap Mengintai!
HP Warning: Tes Verifikasi...
HP Warning: Tes Verifikasi CAPTCHA Palsu untuk Sebarkan Malware!
Cara Masuk dan Keluar...
Cara Masuk dan Keluar Fastboot Xiaomi Redmi Note 7
WhatsApp Disusupi Spyware!...
WhatsApp Disusupi Spyware! HP Jadi Mata-mata di Saku Anda?
WhatsApp Diretas Perusahaan...
WhatsApp Diretas Perusahaan Israel, Puluhan Jurnalis dan Tokoh Masyarakat Sipil Jadi Target
Ponsel Terlanjur Klik...
Ponsel Terlanjur Klik APK Malware, Direskrimsus Polda Jateng: Langsung Matikan Data!
China Dituding Pasang...
China Dituding Pasang Malware di Jaringan Komunikasi AS
Rekomendasi
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Berita Terkini
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Infografis
10 Paspor Terkuat di...
10 Paspor Terkuat di Dunia pada 2026, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved