Perang Siber Dimulai: Serangan Spyware di Indonesia Melonjak 64,2%, Negara Tetangga Ini Meledak 210%

Senin, 10 November 2025 - 10:17 WIB
loading...
Perang Siber Dimulai:...
Indonesia dilanda 475 serangan spyware setiap hari pada paruh pertama 2025, sebuah lonjakan 64,2% yang mengancam kelangsungan bisnis dan infrastruktur nasional. Foto: Sindonews/Gemini
A A A
JAKARTA - Perusahaan-perusahaan di Indonesia menghadapi ancaman siber yang kian mengkhawatirkan. Laporan terbaru dari perusahaan keamanan siber, Kaspersky, mengungkap adanya lonjakan tajam serangan spyware (perangkat lunak pengintai) yang menargetkan berbagai organisasi di dalam negeri.

Berdasarkan data yang dirilis Senin (10/11/2025), solusi Kaspersky telah memblokir 85.560 serangan spyware di Indonesia selama paruh pertama 2025, yakni dari Januari hingga Juni.

Angka ini setara dengan rata-rata 475 serangan per hari. Catatan ini menunjukkan peningkatan drastis sebesar 64,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (H1 2024), yang saat itu 'hanya' mencatat 52.705 serangan.

Ancaman Menggila di Asia Tenggara
Perang Siber Dimulai: Serangan Spyware di Indonesia Melonjak 64,2%, Negara Tetangga Ini Meledak 210%

Peningkatan tajam ini ternyata bukan hanya masalah Indonesia, melainkan tren di seluruh Asia Tenggara (ASEAN). Secara total, kawasan ini mengalami 427.265 serangan pada H1 2025, melonjak 70,73 persen dari 250.260 serangan di H1 2024.

Namun, data rinci menunjukkan gambaran yang berbeda di tiap negara:

• Vietnam menjadi negara yang paling 'babak belur', dengan volume serangan tertinggi di kawasan itu, mencapai 191.976 insiden.

• Singapura mencatat 'ledakan' pertumbuhan serangan paling eksplosif. Meski volumenya lebih kecil (20.157), angkanya melonjak 210,9 persen, tertinggi di ASEAN.

• Malaysia juga mengalami lonjakan signifikan, naik 124,2 persen menjadi 96.539 serangan.

• Filipina nyaris dua kali lipat, naik 97,9 persen menjadi 12.019 serangan.

• Thailand menjadi satu-satunya anomali. Negara ini justru mencatat penurunan serangan sebesar -39,2 persen, menjadi 21.014 insiden.

Apa Sebenarnya Spyware Itu?

Berbeda dengan malware (perangkat lunak jahat) yang merusak sistem, spyware bekerja secara diam-diam. Ia menyusup ke komputer atau ponsel untuk mengumpulkan data.

Singkatnya, spyware memata-matai aktivitas pengguna. Ia akan menyusup (melalui aplikasi, situs web, atau lampiran file), lalu memantau dan menangkap data (via rekaman penekanan tombol atau tangkapan layar), kemudian mengirimkan data curian itu ke penyerang.

Data yang paling sering diincar adalah informasi rahasia, seperti:

• Kredensial login (nama pengguna dan kata sandi)
• PIN akun bank
• Nomor kartu kredit
• Riwayat penjelajahan internet
• Alamat email

Ancaman Baru: 'Malware Legal' dan 'Zero-Click'

Ancaman kini semakin canggih dengan munculnya spyware komersial, atau disebut juga "malware legal". Ini adalah spyware yang dijual oleh perusahaan swasta kepada entitas seperti pemerintah.

Contoh paling terkenal adalah Pegasus. Spyware ini mampu menginfeksi perangkat bahkan tanpa korban perlu mengklik tautan apapun (disebut eksploitasi zero-click), misalnya melalui celah di iMessage atau WhatsApp.

Setelah masuk, Pegasus bisa mengambil alih seluruh perangkat, termasuk menyadap panggilan, membaca pesan, dan melacak lokasi.

"Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi, spyware merupakan ancaman nyata yang dapat melumpuhkan kelangsungan bisnis di Indonesia," kata Simon Tung, General Manager untuk ASEAN di Kaspersky.

Ia memperingatkan bahwa serangan ini bukan hanya mencuri data, tapi juga bisa menyusup ke infrastruktur nasional.

"Bagi sebuah organisasi, satu eksploitasi dari spyware dapat mengakibatkan kebocoran data, kerugian finansial, hilangnya kepercayaan klien, dan bahkan hancurnya reputasi," tambah Simon.

Cara Mempersulit Penyerang

Ada beberapa langkah proaktif untuk mempersulit penyerang, di antaranya:
1. Perbarui perangkat lunak secara berkala, terutama sistem operasi dan peramban.
2. Jangan klik tautan mencurigakan di email atau pesan.
3. Gunakan VPN untuk menyamarkan lalu lintas internet.
4. Nyalakan ulang (restart) perangkat secara berkala, karena beberapa spyware tidak bisa bertahan lama setelah perangkat di-restart.
5. Pasang solusi keamanan yang andal di semuaperangkat.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gawat, Google Search...
Gawat, Google Search Digunakan Hacker untuk Susupkan Malware lewat Situs Palsu
Wabah Digital di Saku:...
Wabah Digital di Saku: Serangan Malware di Ponsel Meledak, 12 Juta Pengguna Jadi Korban
Microsoft Klaim Selamatkan...
Microsoft Klaim Selamatkan 394.000 PC dari Malware Lumma Stealer, tapi Bahaya Tetap Mengintai!
HP Warning: Tes Verifikasi...
HP Warning: Tes Verifikasi CAPTCHA Palsu untuk Sebarkan Malware!
Cara Masuk dan Keluar...
Cara Masuk dan Keluar Fastboot Xiaomi Redmi Note 7
WhatsApp Disusupi Spyware!...
WhatsApp Disusupi Spyware! HP Jadi Mata-mata di Saku Anda?
WhatsApp Diretas Perusahaan...
WhatsApp Diretas Perusahaan Israel, Puluhan Jurnalis dan Tokoh Masyarakat Sipil Jadi Target
Ponsel Terlanjur Klik...
Ponsel Terlanjur Klik APK Malware, Direskrimsus Polda Jateng: Langsung Matikan Data!
China Dituding Pasang...
China Dituding Pasang Malware di Jaringan Komunikasi AS
Rekomendasi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
Richard Lee Ajukan Penangguhan...
Richard Lee Ajukan Penangguhan Penahanan karena Sakit, Istri Jadi Jaminan
Berita Terkini
Apakah iPhone 18 Pro...
Apakah iPhone 18 Pro Max Akan Jadi Lompatan Terbesar Teknologi Kamera
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved