Mengapa Power Bank bisa Meledak di Kabin Pesawat?

Senin, 20 Oktober 2025 - 16:08 WIB
loading...
Mengapa Power Bank bisa...
Insiden Air China CA139 adalah pengingat bahwa kenyamanan membawa daya cadangan datang dengan liabilitas keselamatan yang nyata. Foto: Ist
A A A
CHINA - Ledakan baterai lithium di penerbangan Air China CA139 yang membawa 160 penumpang pada hari Sabtu (18/10/2025) bukan sekadar insiden teknis; ini adalah studi kasus bagaimana risiko laten yang dibawa oleh jutaan konsumen ke dalam kabin pesawat setiap hari.

Meskipun investigasi resmi masih berlangsung, analisis berdasarkan data Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) dan preseden insiden serupa menunjukkan bahwa penyebabnya kemungkinan besar adalah kombinasi antara kualitas produk yang buruk dan potensi kesalahan penanganan oleh konsumen.

Dekonstruksi 'Thermal Runaway'

Penyebab ilmiah di balik ledakan baterai lithium-ion—baik di power bank, ponsel, maupun laptop—dikenal sebagai "thermal runaway". Ini adalah istilah teknis untuk reaksi berantai pemanasan internal yang tidak terkendali, yang dapat memicu api dan ledakan.

Berdasarkan data FAA dan para ahli, thermal runaway dapat dipicu oleh beberapa faktor utama:

1. Cacat Produksi (Penyebab Paling Umum): Ini adalah risiko terbesar, terutama pada power bank murah tanpa merek yang membanjiri pasar. Sel baterai berkualitas rendah, perakitan yang buruk, atau ketiadaan sirkuit pelindung internal dapat menciptakan "bom waktu" yang siap meledak kapan saja.

2. Kerusakan Fisik: Baterai yang terjatuh, terbentur keras, atau tertekan di dalam tas yang penuh sesak dapat mengalami kerusakan internal pada separator antar sel, menyebabkan korsleting.

3. Pengisian Daya Berlebih (Overcharging): Menggunakan pengisi daya yang salah, tidak tersertifikasi, atau berkualitas buruk dapat "memaksa" terlalu banyak daya ke dalam baterai, menyebabkan panas berlebih dan reaksi kimia yang berbahaya.

4. Panas Berlebih Eksternal: Meninggalkan power bank di bawah sinar matahari langsung, di dalam mobil yang panas, atau mengisi daya di atas permukaan yang memerangkap panas (seperti kasur) dapat meningkatkan suhu internal baterai ke titik kritis.

Dalam kasus Air China CA139, meskipun merek power bank belum diidentifikasi, skenario yang paling mungkin adalah kombinasi dari cacat produksi pada perangkat tersebut, yang diperparah oleh potensi tekanan fisik saat disimpan di kompartemen bagasi kabin yang padat.

Bagaimana Seharusnya Konsumen Menangani Baterai Lithium?

Insiden ini, bersama dengan kasus serupa di Air Busan (Januari 2025, 7 orang luka ringan) dan China Southern (Mei 2025), menempatkan tanggung jawab mitigasi risiko tidak hanya pada regulator, tetapi juga pada konsumen.

Berikut adalah panduan esensial berbasis data untuk menangani baterai lithium, terutama power bank, saat bepergian:

1. Prioritaskan Merek Terpercaya, Hindari Harga Murah yang Mustahil: Ini adalah lini pertahanan pertama dan terpenting. Belilah power bank dari merek yang memiliki rekam jejak, sertifikasi keselamatan internasional (seperti CE, FCC, RoHS), dan ulasan yang kredibel. Jangan pernah membeli produk tanpa merek hanya karena harganya murah.

2. Lakukan Inspeksi Fisik Sebelum Terbang: Jangan pernah membawa atau menggunakan power bank yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik, terutama yang sudah menggembung (kembung), penyok, atau retak. Baterai yang menggembung adalah indikasi kuat adanya gas berbahaya di dalam sel akibat kerusakan internal.

3. Gunakan Pengisi Daya dan Kabel Asli/Tersertifikasi: Selalu gunakan adaptor dan kabel pengisi daya yang dirancang untuk perangkat Anda. Hindari menggunakan kabel murah atau rusak yang dapat menyebabkan aliran listrik tidak stabil.

4. Lindungi dari Benturan dan Tekanan: Saat mengemas power bank di tas kabin, letakkan di kompartemen yang empuk dan tidak akan tertekan oleh barang-barang berat lainnya. Hindari menaruhnya di saku celana belakang di mana ia bisa terduduki.

5. Hindari Suhu Ekstrem: Jangan tinggalkan power bank di tempat yang panas. Saat mengisi daya di bandara atau hotel, letakkan di permukaan yang keras dan sejuk (seperti lantai atau meja), bukan di atas sofaataukasur.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Mengapa F-15E Supercanggih...
Mengapa F-15E Supercanggih Gagal Lolos dari Radar Iran?
Satu Lagi Pesawat Tempur...
Satu Lagi Pesawat Tempur AS Ditembak Jatuh Iran, Ini Kecanggihan E-3 AWACS
Jepang Melarang Penggunaan...
Jepang Melarang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April 2026
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Ngeri, Pilot Pesawat...
Ngeri, Pilot Pesawat Pembawa 220 Penumpang Mendadak Serangan Jantung di Ketinggian 30.000 Kaki
Alvin Lie Sebut Pesawat...
Alvin Lie Sebut Pesawat Tua Bukan Berarti Tidak Aman, Ini Penjelasannya
Rekomendasi
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved