Bisa Meniru Orang Terdekat, Waspada! Teknologi Ini Siap Kuras Isi Rekening Anda

Minggu, 28 September 2025 - 13:38 WIB
loading...
Bisa Meniru Orang Terdekat,...
Waspada Teknologi Ini Siap Kuras Isi Rekening Anda. FOTO/ HoU
A A A
JAKARTA - Modus penipuan terus berkembang mengikuti teknologi penggunaan kecerdasan buatan (AI) Penipuan Deepfake dan Voice Clone dalam menipu korban. Modus ini bisa menyamar menjadi anak, suami, teman, bahkan guru melalui suara dan gambar.

BACA JUGA - Cara Laporkan Penipuan Transaksi Online

Pelaku menggunakan AI generatif untuk membuat video atau suara palsu (deepfake) yang menyerupai atasan kantor, kolega, atau keluarga. Misalnya video atasan meminta transfer uang via WhatsApp atau suara anak minta pulsa darurat atau log in mobile banking.


Deepfake AI adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mampu memanipulasi wajah, suara, maupun gerakan seseorang hingga tampak sangat realistis.

Pada awalnya, teknologi ini banyak digunakan untuk hiburan, seperti pembuatan konten kreatif, film, hingga media sosial. Namun, seiring perkembangannya, tren penggunaan deepfake AI di dunia digital justru semakin mengkhawatirkan karena mulai disalahgunakan untuk tujuan kejahatan.

Salah satu contoh video hasil deepfake yang viral akhir-akhir ini adalah video yang menampilkan Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani seolah-olah menyatakan bahwa guru merupakan beban negara. Video tersebut kemudian dikonfirmasi sebagai hoaks dan hasil rekayasa deepfake.

Kini, deepfake AI banyak digunakan untuk aksi penipuan. Teknologi ini dapat meniru wajah atau suara tokoh penting—mulai dari CEO hingga pejabat pemerintah—untuk mengelabui target. Hal ini menjadikan deepfake sebagai ancaman serius dalam keamanan digital karena sangat sulit dibedakan dari aslinya.

Deepfake AI adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu memanipulasi wajah, suara, hingga ekspresi seseorang agar tampak seperti nyata. Istilah deepfake sendiri berasal dari gabungan kata deep learning dan fake, yang mencerminkan cara teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan algoritma pembelajaran mendalam untuk menciptakan rekayasa digital yang sangat realistis.

Prosesnya melibatkan teknik machine learning yang dilatih menggunakan ribuan hingga jutaan data berupa foto, video, maupun rekaman suara target. Dari data tersebut, sistem mempelajari pola wajah, gerakan, serta intonasi suara seseorang.

Selanjutnya, teknologi seperti face swap (pertukaran wajah) dan voice cloning (peniruan suara) digunakan untuk menghasilkan konten manipulasi yang sulit dibedakan dari aslinya.

Beberapa contoh nyata deepfake pernah viral di dunia digital. Misalnya, video manipulasi yang menampilkan tokoh politik dunia seperti Raffi Ahmad sedang mengucapkan hal-hal yang sebenarnya tidak pernah mereka katakan.

Konten manipulasi ini kemudian digunakan untuk menipu karyawan tingkat bawah agar menyerahkan jutaan dolar, data sensitif, maupun aset berharga lainnya.

Meskipun jenis penipuan ini bukan hal baru, teknologi AI membuatnya semakin efektif dan sulit dideteksi, seperti yang dijelaskan dalam sebuah artikel di Wall Street Journal.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Rekomendasi
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Google Mulai Kiamat?...
Google Mulai Kiamat? 10 Mesin Pencari Ini Siap Gantikan Tahta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved