Mengapa BlackBerry Bangkrut? Ini 3 Alasannya!

Rabu, 24 September 2025 - 16:45 WIB
loading...
Mengapa BlackBerry Bangkrut?...
Ada beberapa alasan yang membuat BlackBerry, yang pernah jadi ponsel terlaris, tiba-tiba tergeser oleh Android. Foto: ist
A A A
JAKARTA - BlackBerry merupakan pemain utama dalam dunia smartphone pada awal dekade 2010-an, khususnya dengan popularitas besar di kalangan profesional dan pebisnis. Namun, seiring berjalannya waktu, dominasi BlackBerry mulai terkikis secara drastis.

Upaya seperti membuka layanan BlackBerry Messenger (BBM) untuk perangkat non-BlackBerry pun tidak mampu menghentikan kemerosotan posisi perusahaan ini di industri smartphone. Penurunan BlackBerry terjadi bukan karena satu kesalahan tunggal, melainkan akibat serangkaian keputusan yang kurang tepat dan kegagalan dalam beradaptasi dengan dinamika pasar yang terus berubah.

Kenapa BlackBerry bisa bangkrut? Berikut alasan utama dibalik bangkrutnya BlackBerry:

1. Lambat Beradaptasi dengan Perubahan Teknologi
Mengapa BlackBerry Bangkrut? Ini 3 Alasannya!

BlackBerry sempat dikenal sebagai pionir dalam teknologi pesan instan dengan BBM dan menghadirkan ponsel pintar yang lebih seperti komputer mini. Namun, saat tren layar sentuh mulai menjamur, BlackBerry gagal mengikutinya dengan cepat.

Perangkat seperti BlackBerry Storm, yang menggunakan layar sentuh, bahkan tidak diterima dengan baik karena berbagai masalah teknis dan pengalaman pengguna yang buruk. Sementara itu, smartphone kompetitor terus berkembang dengan fitur kamera yang semakin canggih dan inovasi teknologi lainnya, yang semakin membuat BlackBerry tertinggal.

2. Kehilangan Pasar Inti

BlackBerry terlalu fokus pada pasar bisnis dan kurang memperhatikan kebutuhan konsumen umum. Perangkat mereka dirancang untuk memenuhi kebutuhan profesional dalam mengirim email dan pesan instan, tetapi tidak menawarkan keserbagunaan dan kemudahan seperti smartphone iPhone atau Android yang lebih populer di kalangan sehari-hari.

Seiring waktu, smartphone yang berorientasi konsumen ini justru mulai digunakan dalam lingkungan bisnis juga, sehingga BlackBerry kehilangan pangsa pasar dan menjadi kurang relevan.

3. Sistem Operasi yang Kurang Kompetitif

Sistem operasi BlackBerry memiliki keterbatasan besar dalam hal jumlah aplikasi yang tersedia dan kualitas pengalaman pengguna. Toko aplikasi BlackBerry jauh tertinggal dibandingkan dengan iOS dan Android, yang membuat pengguna merasa kurang puas.

Selain itu, masalah performa seperti lag dan sering freeze menambah rasa frustrasi pengguna. Meski akhirnya beralih menggunakan sistem operasi Android, kerusakan terhadap citra dan pangsa pasar BlackBerry sudah tidak bisa diperbaiki dengan mudah.

Ketiga faktor ini berkontribusi besar terhadap kejatuhan BlackBerry sebagai pemain utama smartphone. Meskipun akhirnya perusahaan beralih fokus ke layanan keamanan siber dan teknologi bisnis lainnya, perjalanan BlackBerry di pasar smartphone menjadi pelajaran berharga bagi dunia teknologi tentang pentingnya inovasi dan respons cepat terhadap perubahan kebutuhan pasar.

M/G Nabila SahraniIsrofaatin
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BlackBerry Clicks Communicator...
BlackBerry Clicks Communicator dengan Keyboard Fisik Diluncurkan
Reinkarnasi BlackBerry...
Reinkarnasi BlackBerry di 2026: Clicks Rilis Ponsel Communicator QWERTY Seharga Rp8 Juta
iPhone Kedatangan Aksesoris...
iPhone Kedatangan Aksesoris Keyboard QWERTY Fisik Ala BlackBerry
Clicks Bikin Keyboard...
Clicks Bikin Keyboard BlackBerry di iPhone, Nyaman Ngetik lewat Tombol Fisik
10 Tahun Memimpin, John...
10 Tahun Memimpin, John Chen Resmi Tinggalkan BlackBerry
BlackBerry Hadirkan...
BlackBerry Hadirkan Asisten Keamanan Berbasis AI, Ini Kecanggihannya
Fredy Pratama Kendalikan...
Fredy Pratama Kendalikan Jaringannya Pakai Blackberry Messenger
Penutupan Wall Street,...
Penutupan Wall Street, Saham BlackBerry Tumbang 12,7%
Dukungan Software Resmi...
Dukungan Software Resmi Dihentikan, Selamat Tinggal BlackBerry!
Rekomendasi
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved