Punya Kekayaan Rp6.400 Triliun, Orang Terkaya di Dunia Larry Ellison Bakal Investasi di Indonesia?
Senin, 22 September 2025 - 13:07 WIB
loading...
Larry Ellison, pendiri Oracle yang menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Oracle Corporation, raksasa teknologi global yang didirikan oleh Larry Ellison—pria yang sempat menduduki takhta orang terkaya di dunia dengan total kekayaan mendekati USD400 miliar (sekitar Rp6.400 triliun)—dikabarkan siap menanamkan investasi besar di Indonesia.
Kabar ini bukan isapan jempol. Konfirmasi datang langsung dari Mentei Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, setelah pertemuan dengan perwakilan Oracle di kantornya.
Langkah ini menandai potensi masuknya salah satu arsitek tersembunyi dari revolusi teknologi global ke jantung ekonomi Asia Tenggara.
"Perusahaan teknologi global asal Amerika Serikat, Oracle Corporation, yang dikenal sebagai pionir dalam basis data, layanan cloud, dan solusi artificial intelligence (AI), berencana berinvestasi di Indonesia," tulis Rosan dalam unggahan resminya, Minggu (21/9/2025).
Menurut Rosan, diskusi dengan Oracle berpusat pada pemanfaatan AI untuk "memperkuat kedaulatan data, meningkatkan efisiensi sektor publik dan swasta, membuka lapangan kerja baru di bidang teknologi, serta mempercepat transformasi digital Indonesia menuju negara maju."
Namun, untuk memahami skala sebenarnya dari investasi ini, kita perlu melihat sosok di baliknya: Larry Ellison.
Sebaliknya, ia adalah visioner yang membangun infrastruktur tersembunyi di balik revolusi digital—ia membangun "pipa-pipa" saat yang lain sibuk menjual "keran air".
Sementara berita utama dipenuhi oleh chatbot terbaru atau aplikasi foto, Oracle menyediakan kekuatan komputasi skala industri yang menjadi fondasi bagi mereka.
Perusahaan AI raksasa seperti OpenAI dan xAI milik Elon Musk adalah penyewa setia kluster komputasi Oracle. Inilah arsitektur tersembunyi ekonomi digital, bisnis yang mungkin kurang glamor, tetapi jauh lebih tahan lama.
Strategi inilah yang melambungkan kekayaan Ellison, yang memungkinkannya mempertahankan kepemilikan saham di Oracle secara luar biasa besar—lebih dari 40 persen—melalui program pembelian kembali saham yang agresif selama puluhan tahun.
Ini sejalan dengan visi yang diungkapkan oleh Menteri Rosan Roeslani. Investasi Oracle berpotensi menjadi katalisator untuk:
Kedaulatan Data: Membangun pusat data lokal yang canggih untuk memastikan data sensitif Indonesia dikelola di dalam negeri.
Akselerasi AI: Menyediakan infrastruktur komputasi yang dibutuhkan oleh perusahaan lokal dan pemerintah untuk mengembangkan solusi AI mereka sendiri.
Transformasi Digital: Mendorong efisiensi di berbagai sektor dengan teknologi cloud dan basis data yang telah teruji selama hampir50tahun.
Kabar ini bukan isapan jempol. Konfirmasi datang langsung dari Mentei Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, setelah pertemuan dengan perwakilan Oracle di kantornya.
Langkah ini menandai potensi masuknya salah satu arsitek tersembunyi dari revolusi teknologi global ke jantung ekonomi Asia Tenggara.
"Perusahaan teknologi global asal Amerika Serikat, Oracle Corporation, yang dikenal sebagai pionir dalam basis data, layanan cloud, dan solusi artificial intelligence (AI), berencana berinvestasi di Indonesia," tulis Rosan dalam unggahan resminya, Minggu (21/9/2025).
Menurut Rosan, diskusi dengan Oracle berpusat pada pemanfaatan AI untuk "memperkuat kedaulatan data, meningkatkan efisiensi sektor publik dan swasta, membuka lapangan kerja baru di bidang teknologi, serta mempercepat transformasi digital Indonesia menuju negara maju."
Namun, untuk memahami skala sebenarnya dari investasi ini, kita perlu melihat sosok di baliknya: Larry Ellison.
Siapa Larry Ellison?
Larry Ellison bukanlah tipikal miliarder teknologi yang menciptakan aplikasi viral. Kekayaannya yang luar biasa, yang dibangun sejak mendirikan Oracle pada 1977, tidak berasal dari produk yang gemerlap di halaman depan media.Sebaliknya, ia adalah visioner yang membangun infrastruktur tersembunyi di balik revolusi digital—ia membangun "pipa-pipa" saat yang lain sibuk menjual "keran air".
Sementara berita utama dipenuhi oleh chatbot terbaru atau aplikasi foto, Oracle menyediakan kekuatan komputasi skala industri yang menjadi fondasi bagi mereka.
Perusahaan AI raksasa seperti OpenAI dan xAI milik Elon Musk adalah penyewa setia kluster komputasi Oracle. Inilah arsitektur tersembunyi ekonomi digital, bisnis yang mungkin kurang glamor, tetapi jauh lebih tahan lama.
Strategi inilah yang melambungkan kekayaan Ellison, yang memungkinkannya mempertahankan kepemilikan saham di Oracle secara luar biasa besar—lebih dari 40 persen—melalui program pembelian kembali saham yang agresif selama puluhan tahun.
Mengapa Investasi Oracle Berbeda?
Rencana Oracle di Indonesia bukan sekadar investasi modal biasa. Tapi tentang penanaman fondasi. Ketika perusahaan yang menjadi "tulang punggung" bagi raksasa AI dunia memutuskan untuk berinvestasi, itu berarti mereka membawa serta teknologi inti yang akan menopang ekosistem digital masa depan.Ini sejalan dengan visi yang diungkapkan oleh Menteri Rosan Roeslani. Investasi Oracle berpotensi menjadi katalisator untuk:
Kedaulatan Data: Membangun pusat data lokal yang canggih untuk memastikan data sensitif Indonesia dikelola di dalam negeri.
Akselerasi AI: Menyediakan infrastruktur komputasi yang dibutuhkan oleh perusahaan lokal dan pemerintah untuk mengembangkan solusi AI mereka sendiri.
Transformasi Digital: Mendorong efisiensi di berbagai sektor dengan teknologi cloud dan basis data yang telah teruji selama hampir50tahun.
(dan)
Lihat Juga :