Negeri Dongeng yang Tidak Pernah Ada di Peta Ditemukan di Mesir
Kamis, 18 September 2025 - 16:25 WIB
loading...
Negeri Dongeng yang Tidak Pernah Ada di Peta ditemukan. FOTO/ NG
A
A
A
KAIRO - Bangsa Mesir kuno memiliki ketertarikan pada babun karena hubungannya dengan Dewa Babi. Para ahli mengetahui bahwa mereka dipelihara sebagai hewan peliharaan di penangkaran dan gigi-gigi mereka yang paling tajam dicabut agar tidak terlalu berbahaya.
Dan pemeliharaan babon oleh orang Mesirlah yang telah mengarahkan para ahli ke lokasi kota Punt di Mesir yang misterius berkat DNA mereka.
BACA JUGA - Membaca Misi Suci Nabi Musa AS
Gisela Kopp, seorang ahli genetika di Universitas Konstanz, Jerman yang mempelajari DNA babon menjelaskan kepada Live Science : “Ada cerita-cerita yang mengatakan bahwa mereka mendapatkannya dari Punt, tanah yang penuh legenda dan misterius.”
Punt telah disebutkan dalam dokumentasi dari Mesir kuno, tetapi para ahli tidak pernah dapat menentukan di mana sebenarnya letaknya pada peta.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para ahli telah mampu mempersempit lokasi pastinya dengan melihat DNA dari mumi babon yang telah ditemukan dari periode waktu tersebut.
Kopp dan sekelompok rekannya berhasil mengekstrak DNA yang dapat digunakan dari sisa-sisa mumi babon yang diyakini berasal dari antara 800 SM dan 540 SM.
Dalam penelitian mereka yang diterbitkan dalam jurnal eLife, mereka kemudian membandingkan DNA tersebut dengan informasi genetik 14 babun dari asal yang diketahui untuk membandingkan informasi spesifik mengenai lokasi geografis.
Terungkap bahwa DNA babon tersebut paling dekat hubungannya dengan populasi dari wilayah pesisir Eritrea saat ini. Kopp menjelaskan, "Jaraknya dekat dengan pelabuhan kuno Adulis."
Adulis juga disebutkan dalam catatan yang berasal dari tahun 300 SM dan seterusnya dan dikenal sebagai tempat yang dikunjungi para pedagang untuk mencari hewan liar.
Kopp menjelaskan bahwa sekarang ada teori yang menyatakan bahwa Adulis dan Punt mungkin pada dasarnya adalah tempat yang sama.
“Mungkin Punt yang lebih awal berada di lokasi yang mirip dengan tempat Adulis [kemudian] didirikan,” kata Kopp.
Penelitian ini didasarkan pada DNA seekor babun yang telah dimumikan, karena upaya ekstraksi DNA purba yang rapuh dari sembilan mumi babun lainnya gagal menghasilkan sampel yang dapat digunakan.
Para ahli berharap dapat mereplikasi penelitian mereka dengan lebih banyak sampel DNA untuk mendapatkan lebih banyak informasi dari periode waktu yang berbeda.
Dan pemeliharaan babon oleh orang Mesirlah yang telah mengarahkan para ahli ke lokasi kota Punt di Mesir yang misterius berkat DNA mereka.
BACA JUGA - Membaca Misi Suci Nabi Musa AS
Gisela Kopp, seorang ahli genetika di Universitas Konstanz, Jerman yang mempelajari DNA babon menjelaskan kepada Live Science : “Ada cerita-cerita yang mengatakan bahwa mereka mendapatkannya dari Punt, tanah yang penuh legenda dan misterius.”
Punt telah disebutkan dalam dokumentasi dari Mesir kuno, tetapi para ahli tidak pernah dapat menentukan di mana sebenarnya letaknya pada peta.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para ahli telah mampu mempersempit lokasi pastinya dengan melihat DNA dari mumi babon yang telah ditemukan dari periode waktu tersebut.
Kopp dan sekelompok rekannya berhasil mengekstrak DNA yang dapat digunakan dari sisa-sisa mumi babon yang diyakini berasal dari antara 800 SM dan 540 SM.
Dalam penelitian mereka yang diterbitkan dalam jurnal eLife, mereka kemudian membandingkan DNA tersebut dengan informasi genetik 14 babun dari asal yang diketahui untuk membandingkan informasi spesifik mengenai lokasi geografis.
Terungkap bahwa DNA babon tersebut paling dekat hubungannya dengan populasi dari wilayah pesisir Eritrea saat ini. Kopp menjelaskan, "Jaraknya dekat dengan pelabuhan kuno Adulis."
Adulis juga disebutkan dalam catatan yang berasal dari tahun 300 SM dan seterusnya dan dikenal sebagai tempat yang dikunjungi para pedagang untuk mencari hewan liar.
Kopp menjelaskan bahwa sekarang ada teori yang menyatakan bahwa Adulis dan Punt mungkin pada dasarnya adalah tempat yang sama.
“Mungkin Punt yang lebih awal berada di lokasi yang mirip dengan tempat Adulis [kemudian] didirikan,” kata Kopp.
Penelitian ini didasarkan pada DNA seekor babun yang telah dimumikan, karena upaya ekstraksi DNA purba yang rapuh dari sembilan mumi babun lainnya gagal menghasilkan sampel yang dapat digunakan.
Para ahli berharap dapat mereplikasi penelitian mereka dengan lebih banyak sampel DNA untuk mendapatkan lebih banyak informasi dari periode waktu yang berbeda.
(wbs)
Lihat Juga :