Ada-ada Saja, Albania Tunjuk AI Jadi Menteri Pemberantasan Korupsi
Jum'at, 12 September 2025 - 21:29 WIB
loading...
Kecerdasan buatan . FOTO/ THE VERGE
A
A
A
TIRANA - Masalah korupsi yang melibatkan menteri dan pegawai negeri sipil merupakan pandemi yang belum teratasi.
Albania telah menunjuk sebuah chatbot AI bernama Diella sebagai menteri kabinet untuk memberantas korupsi dalam pemberian kontrak pemerintah.
Diella tidak dapat dipengaruhi oleh suap, pujian, ancaman, atau lobi karena ia bukan manusia.
Langkah ini dipandang sebagai tindakan drastis dan unik dalam upaya memberantas korupsi di pemerintahan.
Albania, sebuah negara Balkan yang berjuang melawan masalah korupsi yang melibatkan instansi pemerintah, telah menunjuk sebuah chatbot AI bernama "Diella" sebagai menteri kabinet dengan tujuan khusus memberantas korupsi dalam pemberian kontrak pemerintah.
Diella, yang berarti matahari, adalah menteri kabinet non-manusia pertama di Albania dan dunia. Karena ia bukan manusia, ia tidak dapat menerima suap, dipuji, dilobi, dibujuk, atau diancam untuk memberikan kontrak pemerintah kepada individu tertentu.
Ini adalah tindakan yang drastis dan cukup menarik. Sebelumnya, Perdana Menteri Swedia dikritik oleh rakyat setelah mengakui menggunakan ChatGPT untuk menyampaikan gagasan tentang kebijakan yang dapat digunakan pemerintahannya.
Albania telah menunjuk sebuah chatbot AI bernama Diella sebagai menteri kabinet untuk memberantas korupsi dalam pemberian kontrak pemerintah.
Diella tidak dapat dipengaruhi oleh suap, pujian, ancaman, atau lobi karena ia bukan manusia.
Langkah ini dipandang sebagai tindakan drastis dan unik dalam upaya memberantas korupsi di pemerintahan.
Albania, sebuah negara Balkan yang berjuang melawan masalah korupsi yang melibatkan instansi pemerintah, telah menunjuk sebuah chatbot AI bernama "Diella" sebagai menteri kabinet dengan tujuan khusus memberantas korupsi dalam pemberian kontrak pemerintah.
Diella, yang berarti matahari, adalah menteri kabinet non-manusia pertama di Albania dan dunia. Karena ia bukan manusia, ia tidak dapat menerima suap, dipuji, dilobi, dibujuk, atau diancam untuk memberikan kontrak pemerintah kepada individu tertentu.
Ini adalah tindakan yang drastis dan cukup menarik. Sebelumnya, Perdana Menteri Swedia dikritik oleh rakyat setelah mengakui menggunakan ChatGPT untuk menyampaikan gagasan tentang kebijakan yang dapat digunakan pemerintahannya.
(wbs)
Lihat Juga :