Teknologi Ini Memungkinkan Jalanan Kota Tak Perlu Sering Dibongkar

Jum'at, 18 Juli 2025 - 15:01 WIB
loading...
Teknologi Ini Memungkinkan...
Salah satu solusi agar jalan di kota tidak sering dibongkar yaitu sistem multi utility tunnel (MUT). Dengan sistem ini, semua utilitas diletakkan di dalam satu pipa dan diatur sedemikian rupa. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Penggalian infrastruktur jalan yang berulang-ulang menjadi pemandangan biasa di berbagai kota . Entah karena aspal jalan utama yang selalu rusak padahal baru diperbaiki hingga galian gorong-gorong. Tentunya hal ini bukan sekadar masalah teknis, tapi bisa jadi karena desain infrastruktur bawah tanah yang belum terintegrasi dengan baik.

Solusi untuk menghindari pembongkaran berulang ini sebenarnya sudah ada, hanya saja belum banyak diterapkan.Salah satu solusi untuk masalah tersebut yaitu sistem multi utility tunnel (MUT). Sebuah solusi cerdas yang memadukan efisiensi, estetika, dan keberlanjutan infrastruktur perkotaan. Baca juga: IKN Masuk Tahap 2, Kepala Otorita: Pembangunan Jauh Lebih Besar

MUT adalah sistem terowongan bawah tanah yang menggabungkan berbagai jaringan utilitas seperti air bersih, air limbah, listrik, telekomunikasi, dan gas dalam satu jalur terpusat. Sistem ini tak hanya membuat kota terlihat lebih rapi, tapi juga memudahkan perawatan jaringan tanpa perlu pembongkaran jalan berulang kali.

Dengan sistem ini, semua utilitas diletakkan di dalam satu pipa dan diatur sedemikian rupa, sehingga tidak ada lagi tumpang tindih, yang bisa menyebabkan galian jalan berulang yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat. Sistem ini memungkinkan akses cepat untuk perbaikan dan pemeliharaan tanpa membongkar jalan atau trotoar.

Terkait hal ini, pipa Vinilon KRAH bisa dibuat manhole yang memudahkan teknisi untuk melakukan inspeksi atau perawatan di dalam pipa secara berkala. Dengan sistem tertutup dan terorganisir dengan baik, MUT menggunakan pipa Vinilon KRAH mampu mengurangi risiko kerusakan akibat gempa ringan, banjir, atau kebocoran jaringan. Dengan adanya desain MUT menggunakan pipa Vinilon KRAH yang tahan lama memungkinkan untuk penambahan utilitas baru tanpa perlu menggali ulang.

Keberhasilan MUT tak lepas dari pemilihan material, khususnya untuk sistem pipa yang digunakan, yaitu dengan pipa Vinilon KRAH. Pipa yang terbuat dari material HDPE dan truktur spiral Polypropylene (PP), yang memiliki kekuatan tinggi namun tetap fleksibel

Pipa Vinilon KRAH dapat menjadi pilihan yang cocok untuk sistem ini, karena dirancang dengan profil spiral berdinding tebal. Pipa ini mampu menahan tekanan eksternal dan cocok untuk jalur bawah tanah yang membutuhkan daya tahan tinggi. Beberapa keunggulan pipa ini antara lain:

Pertama, tahan korosi dan abrasi. Material pipa Vinilon KRAH tahan terhadap bahan kimia dan kondisi ekstrem di bawah tanah hingga 100 tahun.

Kedua, diameter bisa dikustomisasi. Diameter pipa yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan di lapangan. Cocok untuk digunakan dalam sistem terintegrasi yang membutuhkan jalur utilitas besar sekaligus. Ketiga, permukaan dalam halus. Meminimalisir endapan dan sedimentasi yang bisa menyebabkan lumut, sehingga mampu menjaga aliran air tetap lancar dalam jangka waktu panjang. Baca juga: Penataan Utilitas Bawah Tanah di Jakarta Tidak Ideal

Di berbagai negara maju, sistem MUT telah menjadi standar infrastruktur kota modern. Kini, saatnya kota-kota di Indonesia beralih ke sistem serupa. Bukan hanya soal kemajuan teknologi, tapi soal efisiensi ruang, kemudahan pemeliharaan, dan kenyamanan warga kota.

Infrastruktur bawah tanah yang baik bukan hanya membuat kota terlihat rapi, tapi juga menjadi fondasi kota yang tangguh. Dengan sistem MUT dan dukungan material seperti pipa Vinilon KRAH, kita bisa membangun kota yang lebih maju dan siap menghadapi masa depan tanpa harus merugikan kepentingan masyarakat.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Teknologi MUT Tawarkan...
Teknologi MUT Tawarkan Solusi Fenomena Gali Jalan Berulang Kali
Sebanyak 50 Kota dan...
Sebanyak 50 Kota dan Kabupaten Raih Penghargaan Gerakan Menuju Smart City 2023
Bidik Ekosistem Smart...
Bidik Ekosistem Smart City yang Terintegrasi dengan Terobosan Teknologi
Wujudkan Smart City,...
Wujudkan Smart City, Indonesia-China Gelar Pameran Teknologi
Kebutuhan Konektivitas...
Kebutuhan Konektivitas Naik, Target Ekspansi Jaringan Fiber Optic Bertambah
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Rekomendasi
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Berita Terkini
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved