Indonesia Mulai Kecanduan ChatGPT, Ahli Ungkap Dampak Buruknya

Selasa, 01 Juli 2025 - 10:10 WIB
loading...
Indonesia Mulai Kecanduan...
ChatGPT. FOTO/ DAILY
A A A
JAKARTA - Bukan hanya untuk hiburan atau iseng semata, namun ChatGPT mulai digunakan untuk mencari jawaban tugas sekolah dan kampus. Bahkan dalam enggunaan ChatGPT di Indonesia melonjak drastis dalam setahun terakhir.

BACA JUGA - Peran Kecerdasan Buatan dalam Transformasi Digital

Ronnie Chatterji, Chief Economist OpenAI, menyebutkan bahwa warga RI kecanduan ChatGPT karena pertumbuhan pengguna yang meningkat tiga kali lipat hanya dalam waktu setahun.

Pernyataan ini disampaikan Chatterji dalam forum bertajuk Unlocking the Economic Impact of AI in Emerging Markets yang disiarkan oleh East Ventures

Dalam pemaparannya, ia menggarisbawahi bahwa Indonesia termasuk salah satu negara berkembang dengan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya ChatGPT, paling cepat di dunia.

“Kami melihat pertumbuhan yang sangat drastis dalam setahun terakhir dalam hal penggunaan ChatGPT dan produk OpenAI di Indonesia,” ujar Chatterji.

Ia menambahkan bahwa penggunaan ChatGPT meningkat tiga kali lipat dalam waktu sedikit lebih dari 12 bulan. Fakta ini menandai betapa cepatnya masyarakat Indonesia, terutama anak muda, memanfaatkan teknologi generative AI.

Sementar itu riset dari Media Lab di MIT mengungkapkan fakta buruk soal chatbot.

Studi itu menyebutkan penggunaan chatbot dapat berisiko pada kemampuan berpikir kritis. Para peneliti melakukan studi pada 54 subjek berusia 18-39 tahun dan membaginya dalam tiga kelompok, menggunakan ChatGPT, Google Search dan tidak menggunakan sama sekali.

Para subjek diminta menuliskan beebrapa esai SAT saat melakukan penelitian. Tim peneliti menggunakan EEF untuk merekam aktivitas otak.

Seperti dilansir dari Time, para peneliti menemukan pengguna ChatGPT memiliki kinerja buruk pada tingkat saraf, bahasa dan perilaku. Bahkan temuan dalam beberapa bulan mengungkapkan mereka lebih malas dengan setiap esai berikutnya dan menggunakan teknik copy-paste pada akhir studi.

Para peneliti menemukan esai pada subjek yang menggunakan ChatGPT mirip dan tidak memiliki pemikiran yang orisinal. Selain itu, mereka disebut mengandalkan ekspresi dan ide yang sama.

Penilaian dari dua guru bahasa Inggris juga mengatakan hal serupa, sebagian besar esai "tidak berjiwa." Temuan EEG menghasilkan subjek memiliki kontrol eksklusif dan rendahnya keterlibatan perhatian.

Penulis utama makalah, Natalita Kosmyna khawatir soal temuannya. Karena masyarakat dinilai makin bergantung dengan model bahasa besar (LLM) sebagai cara untuk membuat mereka nyaman, tetapi di sisi lain mengorbankan perkembangan otak dalam jangka panjang.

"Otak yang sedang berkembang berada pada risiko tertinggi," jelasnya.

Meski sama-sama platform dari internet, tetapi hasil berbeda ditemukan pada kelompok yang menggunakan Google Search, yakni memiliki fungsi otak yang aktif.

Sementara mereka yang tidak menggunakan sama sekali platform atau hanya dengan otaknya memiliki kemampuan otak yang sangat baik. Mereka dinilai memiliki konektivitas saraf tertinggi, khusus pita alfa, theta, dan delta dengan ide kreativitas, beban memori dan pemrosesan sematik.

Yang paling menarik dari data yang dipaparkan Chatterji adalah dominasi generasi muda dalam adopsi ChatGPT. Ia menyebut Indonesia sebagai “pasar anak muda” dengan demografi yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan teknologi.

“Ini adalah dunianya anak muda, dan profil demografi kalian menunjukkan bahwa generasi muda akan memimpin perkembangan AI di Indonesia,” katanya.

Mereka bukan hanya pengguna pasif, tapi juga aktif belajar menggunakan teknologi ini sebagai alat bantu untuk mencapai tujuan mereka. Banyak pelajar yang menggunakan ChatGPT untuk memahami pelajaran, menulis esai, bahkan mengembangkan proyek sains.

Sementara itu, kalangan profesional dan pelaku startup mulai menggunakan AI untuk membantu membuat keputusan bisnis, menyusun strategi pemasaran, atau merancang aplikasi berbasis chatbot.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Rekomendasi
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Berita Terkini
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved