Grab Pamer Angka Hijau Fantastis, tapi Cukupkah untuk Menebus Dosa Asap di Jalanan?
Senin, 09 Juni 2025 - 21:32 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah krisis sebesar ini, apakah 30.000 ton CO2 yang berhasil dicegah oleh armada listrik Grab benar-benar signifikan? Atau ini hanyalah sebuah tetesan air di lautan masalah yang jauh lebih besar, yang sebagiannya juga disumbang oleh armada non-listrik mereka?
Langkah "hijau" ini, bagi sebagian pengamat sinis, bisa dilihat sebagai sebuah strategi branding dan ESG (Environmental, Social, Governance) yang sangat cerdas. Di saat isu lingkungan menjadi semakin seksi, menampilkan citra perusahaan yang peduli adalah sebuah keharusan bisnis. Program kontribusi pengguna, di mana setiap perjalanan bisa disisihkan Rp200-Rp500 untuk proyek lingkungan, juga secara cerdik melibatkan konsumen dalam membangun citra "hijau" ini.
"Perlu kolaborasi erat antara berbagai pihak—mulai dari mitra usaha, komunitas lokal, hingga pengguna layanan Grab," tambah Rivana, sebuah pernyataan yang benar, namun juga bisa diartikan sebagai ajakan untuk bersama-sama memoles citra perusahaan.
Pada akhirnya, tak ada yang salah dengan inisiatif yang dilakukan Grab. Setiap pohon yang ditanam dan setiap kilogram plastik yang didaur ulang adalah sebuah kemenangan kecil.
Namun, publik berhak untuk tetap kritis dan bertanya: apakah ini adalah awal dari sebuah transformasi bisnis yang sesungguhnya, atau sekadar sebuah kampanye penebusan dosa yang sangat efektif dan didanaibersama-sama?
Langkah "hijau" ini, bagi sebagian pengamat sinis, bisa dilihat sebagai sebuah strategi branding dan ESG (Environmental, Social, Governance) yang sangat cerdas. Di saat isu lingkungan menjadi semakin seksi, menampilkan citra perusahaan yang peduli adalah sebuah keharusan bisnis. Program kontribusi pengguna, di mana setiap perjalanan bisa disisihkan Rp200-Rp500 untuk proyek lingkungan, juga secara cerdik melibatkan konsumen dalam membangun citra "hijau" ini.
"Perlu kolaborasi erat antara berbagai pihak—mulai dari mitra usaha, komunitas lokal, hingga pengguna layanan Grab," tambah Rivana, sebuah pernyataan yang benar, namun juga bisa diartikan sebagai ajakan untuk bersama-sama memoles citra perusahaan.
Pada akhirnya, tak ada yang salah dengan inisiatif yang dilakukan Grab. Setiap pohon yang ditanam dan setiap kilogram plastik yang didaur ulang adalah sebuah kemenangan kecil.
Namun, publik berhak untuk tetap kritis dan bertanya: apakah ini adalah awal dari sebuah transformasi bisnis yang sesungguhnya, atau sekadar sebuah kampanye penebusan dosa yang sangat efektif dan didanaibersama-sama?
(dan)
Lihat Juga :