Grab Pamer Angka Hijau Fantastis, tapi Cukupkah untuk Menebus Dosa Asap di Jalanan?

Senin, 09 Juni 2025 - 21:32 WIB
loading...
Grab Pamer Angka Hijau...
Motor listrik yang dioperasikan Grab Indonesia dan menggunakan baterai Swap. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Di tengah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang baru saja berlalu, raksasa teknologi Grab menggelar "parade hijau", memamerkan angka-angka fantastis dari inisiatif keberlanjutan mereka.

Dengan klaim pencegahan emisi karbon hingga 30.000 ton dan penghematan 11 juta liter BBM, Grab seolah ingin memposisikan diri sebagai pahlawan lingkungan.

Namun, di balik klaim yang mengesankan ini, tersimpan sebuah pertanyaan kritis yang tak terhindarkan: apakah semua upaya ini benar-benar mampu menebus "dosa" karbon dari jutaan perjalanan kendaraan bensin mereka yang masih berasap di jalanan setiap hari?

Di Atas Kertas, Angka-angka yang Memukau
Grab Pamer Angka Hijau Fantastis, tapi Cukupkah untuk Menebus Dosa Asap di Jalanan?

Tidak bisa dipungkiri, pencapaian yang dipaparkan Grab memang terlihat luar biasa. Armada GrabElectric yang kini mencapai lebih dari 11.000 unit telah menempuh jarak lebih dari 250 juta kilometer—setara dengan hampir 7.000 kali mengelilingi bumi. Angka inilah yang diklaim telah mencegah 30.000 ton emisi karbon.

Komitmen ini, menurut Rivana Mezaya, Director of Digital & Sustainability, Grab Indonesia, adalah bagian dari sebuah visi besar. "Di Grab, keberlanjutan lebih dari sekadar teknologi atau infrastruktur. Kami ingin membangun sebuah ekosistem yang dapat berdampak lestari bagi alam Indonesia," ujarnya.

Upaya lain pun tak kalah mentereng. Mulai dari penanaman ratusan ribu pohon mangrove, perlindungan 149.800 hektar hutan gambut di Kalimantan, hingga pengumpulan 4.000 kilogram sampah plastik melalui mesin penukaran botol. Semua ini adalah bagian dari program "Langkah Hijau" yang didanai sebagian oleh kontribusi sukarela pengguna.

Sebuah Tetesan di Lautan Masalah?
Grab Pamer Angka Hijau Fantastis, tapi Cukupkah untuk Menebus Dosa Asap di Jalanan?

Di sinilah letak ironi yang menusuk. Grab sendiri mengakui bahwa Indonesia menghadapi tantangan lingkungan yang masif: deforestasi yang terus meningkat, polusi plastik yang merusak laut, dan polusi udara yang memangkas harapan hidup rata-rata warganya.

Di tengah krisis sebesar ini, apakah 30.000 ton CO2 yang berhasil dicegah oleh armada listrik Grab benar-benar signifikan? Atau ini hanyalah sebuah tetesan air di lautan masalah yang jauh lebih besar, yang sebagiannya juga disumbang oleh armada non-listrik mereka?

Langkah "hijau" ini, bagi sebagian pengamat sinis, bisa dilihat sebagai sebuah strategi branding dan ESG (Environmental, Social, Governance) yang sangat cerdas. Di saat isu lingkungan menjadi semakin seksi, menampilkan citra perusahaan yang peduli adalah sebuah keharusan bisnis. Program kontribusi pengguna, di mana setiap perjalanan bisa disisihkan Rp200-Rp500 untuk proyek lingkungan, juga secara cerdik melibatkan konsumen dalam membangun citra "hijau" ini.

"Perlu kolaborasi erat antara berbagai pihak—mulai dari mitra usaha, komunitas lokal, hingga pengguna layanan Grab," tambah Rivana, sebuah pernyataan yang benar, namun juga bisa diartikan sebagai ajakan untuk bersama-sama memoles citra perusahaan.

Pada akhirnya, tak ada yang salah dengan inisiatif yang dilakukan Grab. Setiap pohon yang ditanam dan setiap kilogram plastik yang didaur ulang adalah sebuah kemenangan kecil.

Namun, publik berhak untuk tetap kritis dan bertanya: apakah ini adalah awal dari sebuah transformasi bisnis yang sesungguhnya, atau sekadar sebuah kampanye penebusan dosa yang sangat efektif dan didanaibersama-sama?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Akhir dari Drama Reservasi...
Akhir dari Drama Reservasi Restoran? Grab Luncurkan Senjata Baru untuk Taklukkan 2.000 Meja Makan di Jakarta & Bali
Ribuan Korban PHK Serbu...
Ribuan Korban PHK Serbu Grab: Harapan Baru atau Perangkap Kemitraan Tanpa Masa Depan?
Gojek Dicomot Grab?...
Gojek Dicomot Grab? Raksasa Asing Bicara, Apakah Nasib Ojol Lokal di Ujung Tanduk?
Perdana Digelar, GrabX...
Perdana Digelar, GrabX Hadirkan Inovasi Baru Untuk Semua Versi Dirimu
5 Negara dengan Polusi...
5 Negara dengan Polusi Udara Terkotor di Dunia
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Rekomendasi
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Berita Terkini
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved