China Akui Robot Humanoid Telah Masuk di Semua Sektor Industri

Rabu, 28 Mei 2025 - 10:39 WIB
loading...
China Akui Robot Humanoid...
Robot Humanoid Berteknologi AI . FOTO/ DAILY
A A A
SHANGHAI - Di kompleks canggih, sekelompok teknisi dengan cermat merakit robot humanoid sementara serangkaian unit yang baru diproduksi siap untuk pemeriksaan kualitas.

BACA JUGA - Apollo Robot Humanoid Spesialis Pekerjaan Gudang

Di zona pengujian, 100 robot humanoid dilatih untuk melakukan tugas sehari-hari seperti menyajikan teh, melipat pakaian, dan menata meja di lingkungan simulasi yang mencakup kafe dan ruang keluarga.

Menurut AgiBot, perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) dan robotika yang mengoperasikan pabrik di zona khusus Lin-gang, pusat produksi robot humanoid pertama di Shanghai, perusahaan tersebut telah memproduksi lebih dari 1.500 unit meskipun baru beroperasi kurang dari setahun.

"Kami berencana untuk membuka pabrik kedua dalam waktu dekat dan menargetkan kapasitas tahunan sebesar 10.000 unit," kata salah satu pendiri perusahaan, Peng Zhihui.

Tahun 2025 diperkirakan akan menjadi tahun dimulainya produksi massal robot humanoid karena raksasa teknologi dan perusahaan rintisan di Beijing berlomba-lomba memamerkan kemampuan teknologi dan manufaktur mereka.

Daftar 100 perusahaan global yang terkait dengan robot humanoid yang dirilis oleh bank investasi AS Morgan Stanley baru-baru ini menunjukkan bahwa 37 perusahaan berasal dari China, termasuk UBTech Robotics dan BYD.

Robot humanoid adalah contoh sempurna dari 'AI yang diwujudkan', yang merupakan kombinasi perangkat keras fisik dengan teknologi AI.

Menurut pedoman Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, negara tersebut bertujuan untuk mengembangkan sistem inovasi untuk robot humanoid dengan pencapaian dalam teknologi utama untuk memastikan pasokan komponen inti yang aman dan efektif.

Pada tahun 2027, Beijing diharapkan memiliki sistem industri dan rantai pasokan humanoid yang aman dan andal, dan produk terkait akan sepenuhnya terintegrasi ke dalam ekonomi riil.

Direktur laboratorium utama negara itu untuk sistem AI multimoda, Qiao Hong, mengatakan bahwa Tiongkok telah membuat kemajuan pesat di bidang robotika dan AI dan memimpin perlombaan dalam teknologi ini.

"Dalam tiga tahun terakhir, Beijing telah menyumbang lebih dari separuh instalasi robot industri dunia, selain ekspedisi kendaraan robotik ke bulan yang berhasil membawa kembali sampel batuan," katanya.

Hong juga menyatakan bahwa pengembangan robot humanoid merupakan bidang dengan potensi besar karena China telah membangun fondasi teknologi yang kuat untuk produksi massal sistem robotik berkinerja tinggi selain hemat biaya.

Sebuah laporan oleh Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi memperkirakan pasar robot humanoid di Beijing akan tumbuh hingga lebih dari 100 miliar yuan pada tahun 2030, naik dari 2,76 miliar yuanpada tahun 2024.

Goldman Sachs Research memperkirakan bahwa pasar robot humanoid global dapat mencapai USD154 miliar dengan proyeksi optimis hingga USD205 miliar pada tahun 2035.

Sejak awal tahun lalu, robot humanoid telah menjadi tren terbaru dalam industri otomotif.

Sekitar 15 produsen mobil lokal termasuk GAC, SAIC, XPeng, Chery dan Xiaomi, bersama dengan perusahaan rantai pasokan seperti Huawei, Horizon Robotics dan Hesai Technology, telah bergabung dalam perlombaan untuk mengembangkan robot humanoid.

Studi industri menunjukkan bahwa sekitar 70 persen aktivitas manufaktur di Tiongkok sekarang dilakukan oleh mesin dan otomatisasi karena robot humanoid lebih fleksibel dan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang kompleks.

Pada tahun 2030, Zheshang Securities memperkirakan bahwa sektor manufaktur di Beijing dan Washington masing-masing akan membutuhkan 1,1 juta dan 583.000 robot humanoid, yang menunjukkan potensi pasar yang sangat besar.

Namun, pengembangan robot humanoid masih dalam tahap awal dan ada beberapa kekurangan termasuk desain fungsional, hambatan teknologi, dan tantangan biaya yang perlu diatasi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Rekomendasi
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Bela Ruben Onsu, Betrand...
Bela Ruben Onsu, Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved