Perdagangan Ilegal Gading Gajah: Kisah Kelam di Balik Kemewahan, Bisnis Besar Berdarah Dingin
Senin, 26 Mei 2025 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Selama pandemi COVID-19, pembatasan perjalanan kemungkinan mengurangi pasokan gading yang tersedia. Akibatnya, harga mungkin meningkat karena perbedaan antara penawaran dan permintaan. Selain itu, karena gading berharga, beberapa orang melihatnya sebagai investasi yang sehat mirip dengan membeli emas. Oleh karena itu, ada bukti bahwa gading dijual dengan harga lebih tinggi sebagai investasi untuk memberikan stabilitas finansial selama krisis keuangan global.
6. Jagawana Mempertaruhkan Nyawa Melindungi Gajah
Pemburu liar sangat kejam. Mereka tidak hanya secara brutal membunuh gajah demi gading; mereka juga bersedia membunuh siapa pun yang menghalangi jalan mereka. Antara tahun 2006 dan 2021, lebih dari 1.500 jagawana tewas saat melindungi spesies terancam punah, termasuk gajah. Yang memprihatinkan, pembunuhan adalah penyebab kematian yang paling sering dilaporkan.
Para jagawana yang melindungi gajah dari pemburu liar mempertaruhkan nyawa saat menjalankan tugas mereka
7. Taktik Licik: Gading Lama yang Ternyata Baru!
Meskipun larangan internasional perdagangan gading diberlakukan pada tahun 1989, banyak negara masih mengizinkan gading dijual di dalam perbatasan mereka, terutama jika gading tersebut sudah tua. Misalnya, meskipun Uni Eropa mengikuti larangan CITES, mereka mengizinkan perdagangan gading domestik jika gading yang dimaksud diperoleh sebelum tahun 1947, atau jika diimpor dari Afrika sebelum tahun 1990 atau dari Asia sebelum tahun 1970. Banyak negara lain telah mengadopsi peraturan serupa.
8. Kata Kunci Rahasia: Perdagangan Gading Online Berlanjut!
Meskipun penjualan gading dilarang, penjual telah menemukan cara untuk secara ilegal mengiklankan dan menjualnya secara online melalui situs-situs oneline. Salah satu metode tersebut adalah dengan menggunakan kata kode untuk menggambarkan gading. Misalnya, barang-barang yang terbuat dari gading seringkali diberi label "tulang sapi" (bovine bone). Di Indonesia, perdagangan gading gajah umumnya dijual dalam bentuk pipa cangklong rokok dengan harga antara Rp1 juta-Rp2 juta per buah. Gading gajah dijual lewat Group Facebook.
9. Uni Eropa 'Menjaga Ketat' Perdagangan Gading Domestik
Pada Desember 2021, Uni Eropa mengadopsi peraturan baru untuk mengekang perdagangan gading domestiknya. Kini, semua perdagangan gading mentah dilarang di UE, dengan pengecualian gading yang digunakan untuk memperbaiki objek yang sudah ada yang terbuat dari gading kuno, seperti alat musik.
Selain itu, agar gading yang telah diolah dapat dijual secara legal, barang tersebut harus dibuat sebelum tahun 1947 atau, dalam kasus alat musik, tahun 1975. Selanjutnya, barang tersebut harus disertifikasi oleh negara asalnya.
10. China: Dari Pasar Terbesar Menuju Pahlawan Konservasi!
Dulu merupakan pasar gading terbesar, China mengambil langkah penting pada tahun 2017 untuk memerangi perburuan liar dengan melarang penjualan gading domestik. Legislasi ini, ditambah dengan kampanye pesan publik yang berhasil, telah membantu mengurangi permintaan gading di China. Faktanya, media pemerintah China melaporkan bahwa dalam tahun pertama larangan tersebut, harga gading mentah turunsebesar65%.
6. Jagawana Mempertaruhkan Nyawa Melindungi Gajah
Pemburu liar sangat kejam. Mereka tidak hanya secara brutal membunuh gajah demi gading; mereka juga bersedia membunuh siapa pun yang menghalangi jalan mereka. Antara tahun 2006 dan 2021, lebih dari 1.500 jagawana tewas saat melindungi spesies terancam punah, termasuk gajah. Yang memprihatinkan, pembunuhan adalah penyebab kematian yang paling sering dilaporkan.
Para jagawana yang melindungi gajah dari pemburu liar mempertaruhkan nyawa saat menjalankan tugas mereka
7. Taktik Licik: Gading Lama yang Ternyata Baru!
Meskipun larangan internasional perdagangan gading diberlakukan pada tahun 1989, banyak negara masih mengizinkan gading dijual di dalam perbatasan mereka, terutama jika gading tersebut sudah tua. Misalnya, meskipun Uni Eropa mengikuti larangan CITES, mereka mengizinkan perdagangan gading domestik jika gading yang dimaksud diperoleh sebelum tahun 1947, atau jika diimpor dari Afrika sebelum tahun 1990 atau dari Asia sebelum tahun 1970. Banyak negara lain telah mengadopsi peraturan serupa.
8. Kata Kunci Rahasia: Perdagangan Gading Online Berlanjut!
Meskipun penjualan gading dilarang, penjual telah menemukan cara untuk secara ilegal mengiklankan dan menjualnya secara online melalui situs-situs oneline. Salah satu metode tersebut adalah dengan menggunakan kata kode untuk menggambarkan gading. Misalnya, barang-barang yang terbuat dari gading seringkali diberi label "tulang sapi" (bovine bone). Di Indonesia, perdagangan gading gajah umumnya dijual dalam bentuk pipa cangklong rokok dengan harga antara Rp1 juta-Rp2 juta per buah. Gading gajah dijual lewat Group Facebook.
9. Uni Eropa 'Menjaga Ketat' Perdagangan Gading Domestik
Pada Desember 2021, Uni Eropa mengadopsi peraturan baru untuk mengekang perdagangan gading domestiknya. Kini, semua perdagangan gading mentah dilarang di UE, dengan pengecualian gading yang digunakan untuk memperbaiki objek yang sudah ada yang terbuat dari gading kuno, seperti alat musik.
Selain itu, agar gading yang telah diolah dapat dijual secara legal, barang tersebut harus dibuat sebelum tahun 1947 atau, dalam kasus alat musik, tahun 1975. Selanjutnya, barang tersebut harus disertifikasi oleh negara asalnya.
10. China: Dari Pasar Terbesar Menuju Pahlawan Konservasi!
Dulu merupakan pasar gading terbesar, China mengambil langkah penting pada tahun 2017 untuk memerangi perburuan liar dengan melarang penjualan gading domestik. Legislasi ini, ditambah dengan kampanye pesan publik yang berhasil, telah membantu mengurangi permintaan gading di China. Faktanya, media pemerintah China melaporkan bahwa dalam tahun pertama larangan tersebut, harga gading mentah turunsebesar65%.
(dan)
Lihat Juga :