Kucing Modern Diklaim Berasal dari Ritual Suci Bangsa Mesir Kuno
Kamis, 01 Mei 2025 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
Analisis genetika ini juga mengungkap dua gelombang penyebaran kucing ke wilayah Mediterania. Gelombang pertama terjadi pada milenium pertama SM, membawa populasi kucing liar ke Pulau Sardinia. Gelombang kedua menghasilkan kucing domestik yang masih kita pelihara hingga kini.
Namun, sejumlah peneliti tetap berpendapat bahwa proses domestikasi kucing telah dimulai jauh sebelum pengorbanan massal di Mesir. Hubungan manusia dan kucing kemungkinan telah terjadi berulang kali, seperti di Siprus maupun pada pemakaman kucing di Mesir sekitar tahun 3800 SM. Namun, belum tentu kucing-kucing tersebut berasal dari garis keturunan yang sama dengan F. catus.
Kucing domestik paling awal yang dikonfirmasi secara genetik adalah kucing yang dikorbankan dan dimumikan sekitar tahun 500 SM.
“Data genom dari kucing Mesir baik modern maupun kuno yang saat ini belum tersedia, akan sangat penting untuk menguji dua hipotesis ini,” aku De Martino dan timnya.
Jika memang F. catus berasal dari Mesir, hal itu bukan pertama kalinya ritual keagamaan mendorong manusia membawa hewan ke berbagai tempat, menurut kedua tim peneliti.
“Kultus dan agama sering menjadi pendorong pemindahan hewan. Misalnya, penyebaran rusa tutul dikaitkan dengan kultus Artemis dan Diana, sedangkan ayam dikaitkan dengan dewa Mercury dan Mithras,” tulis Doherty.
Namun, sejumlah peneliti tetap berpendapat bahwa proses domestikasi kucing telah dimulai jauh sebelum pengorbanan massal di Mesir. Hubungan manusia dan kucing kemungkinan telah terjadi berulang kali, seperti di Siprus maupun pada pemakaman kucing di Mesir sekitar tahun 3800 SM. Namun, belum tentu kucing-kucing tersebut berasal dari garis keturunan yang sama dengan F. catus.
Kucing domestik paling awal yang dikonfirmasi secara genetik adalah kucing yang dikorbankan dan dimumikan sekitar tahun 500 SM.
“Data genom dari kucing Mesir baik modern maupun kuno yang saat ini belum tersedia, akan sangat penting untuk menguji dua hipotesis ini,” aku De Martino dan timnya.
Jika memang F. catus berasal dari Mesir, hal itu bukan pertama kalinya ritual keagamaan mendorong manusia membawa hewan ke berbagai tempat, menurut kedua tim peneliti.
“Kultus dan agama sering menjadi pendorong pemindahan hewan. Misalnya, penyebaran rusa tutul dikaitkan dengan kultus Artemis dan Diana, sedangkan ayam dikaitkan dengan dewa Mercury dan Mithras,” tulis Doherty.
(wbs)
Lihat Juga :