Lempeng Tektonik Berubah Drastis, Riset Klaim India Mulai Terbagi Jadi Dua
Minggu, 27 April 2025 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
Simon Klemperer dari Universitas Stanford dan rekan penulis studi tersebut menarik argumen mereka setelah mempelajari tingkat helium yang ada di mata air Tibet.
Menurut penelitian mereka dalam studi tersebut, yang belum ditinjau sejawat dan tersedia di Arsip Terbuka ESS , sebuah pola ditemukan yang menunjukkan bahwa mantel cukup dekat dengan permukaan Bumi sehingga helium-3 yang langka dapat muncul melalui mata air di Tibet utara.
Namun, di Tibet selatan, Helium-4 yang lebih melimpah lebih tampak jelas, yang menunjukkan bahwa lempeng tersebut belum terbelah di sana.
Berbicara kepada Science Magazine , Profesor Douwe van Hinsbergen dari Universitas Utrecht berbicara tentang konsep tersebut. Van Hinsbergen, yang bukan penulis studi tersebut, berkata:
"Kami tidak tahu benua dapat berperilaku seperti ini dan itu, untuk ilmu bumi padat, cukup mendasar."
Menurut penelitian mereka dalam studi tersebut, yang belum ditinjau sejawat dan tersedia di Arsip Terbuka ESS , sebuah pola ditemukan yang menunjukkan bahwa mantel cukup dekat dengan permukaan Bumi sehingga helium-3 yang langka dapat muncul melalui mata air di Tibet utara.
Namun, di Tibet selatan, Helium-4 yang lebih melimpah lebih tampak jelas, yang menunjukkan bahwa lempeng tersebut belum terbelah di sana.
Berbicara kepada Science Magazine , Profesor Douwe van Hinsbergen dari Universitas Utrecht berbicara tentang konsep tersebut. Van Hinsbergen, yang bukan penulis studi tersebut, berkata:
"Kami tidak tahu benua dapat berperilaku seperti ini dan itu, untuk ilmu bumi padat, cukup mendasar."
(wbs)
Lihat Juga :