Sebagian Besar Kerak Bumi yang Hilang Ditemukan, di Sini Letaknya
Jum'at, 14 Maret 2025 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
Penulis salah satu studi mampu menghitung bahwa rata-rata global 3-5 kilometer (2-3 mil) batuan terkikis akibat erosi gletser sehingga batuan tersebut “hilang” dari catatan.
Penulis utama studi, Dr Brenhin Keller dari Berkeley Geochronology Center, menjelaskan bahwa skala hilangnya batuan sangat besar, dan memperkirakan, bersama dengan rekan-rekannya, bahwa satu miliar kilometer kubik (200 juta mil kubik) material pra-Kambrium hilang berdasarkan apa yang diperkirakan ada.
Teori mereka menunjukkan bahwa ada lebih banyak erosi yang terjadi sebelum dimulainya era Fanerozoikum daripada yang diperkirakan para ahli sebelumnya, dan mereka menyajikan bukti yang menunjukkan kristal dari era itu memiliki isotop hafnium dan oksigen.
Isotipe ini konsisten dengan erosi dari batuan tua dan pengendapan pada suhu rendah. Teori mereka juga menunjukkan bahwa inilah sebabnya ada banyak kawah asteroid yang berusia kurang dari 700 juta tahun dan hanya dua yang berusia lebih tua dari itu.
Mengenai lokasi batu saat ini, diduga bahwa gletser yang mengikis batuan sedimen juga menghanyutkannya ke laut.
Penulis utama studi, Dr Brenhin Keller dari Berkeley Geochronology Center, menjelaskan bahwa skala hilangnya batuan sangat besar, dan memperkirakan, bersama dengan rekan-rekannya, bahwa satu miliar kilometer kubik (200 juta mil kubik) material pra-Kambrium hilang berdasarkan apa yang diperkirakan ada.
Teori mereka menunjukkan bahwa ada lebih banyak erosi yang terjadi sebelum dimulainya era Fanerozoikum daripada yang diperkirakan para ahli sebelumnya, dan mereka menyajikan bukti yang menunjukkan kristal dari era itu memiliki isotop hafnium dan oksigen.
Isotipe ini konsisten dengan erosi dari batuan tua dan pengendapan pada suhu rendah. Teori mereka juga menunjukkan bahwa inilah sebabnya ada banyak kawah asteroid yang berusia kurang dari 700 juta tahun dan hanya dua yang berusia lebih tua dari itu.
Mengenai lokasi batu saat ini, diduga bahwa gletser yang mengikis batuan sedimen juga menghanyutkannya ke laut.
(wbs)
Lihat Juga :