Plot Twist! TikTok Hidup Lagi di Amerika Berkat Trump, Biden Gigit Jari?

Senin, 20 Januari 2025 - 06:40 WIB
loading...
A A A
Mereka menyebutkan, “Sekarang undang-undang ini telah berlaku, tidak ada dasar hukum untuk memperpanjang tanggal efektifnya. Untuk TikTok dapat kembali beroperasi di masa depan, ByteDance harus menyetujui penjualan yang memenuhi syarat sesuai undang-undang dengan memutuskan semua hubungan dengan Cina.”

TikTok, dalam pernyataan terbarunya, menyatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan Trump untuk mencari solusi jangka panjang. Salah satu opsi yang sempat diajukan Trump adalah usaha patungan dengan kepemilikan 50% oleh pihak AS. Namun, rencana ini kemungkinan menghadapi kendala karena undang-undang membatasi kepemilikan “pihak asing musuh” hingga maksimal 20%.

Keamanan Nasional dan Kepemilikan ByteDance

Isu utama yang menjadi alasan larangan TikTok adalah kekhawatiran atas keamanan data pengguna. ByteDance, sebagai perusahaan induk TikTok yang berbasis di Cina, dicurigai memiliki hubungan dengan pemerintah Cina. Menurut undang-undang AS, entitas yang dimiliki oleh “pihak asing musuh” dalam porsi tertentu dapat dianggap berisiko terhadap keamanan nasional.

Meski ByteDance telah berulang kali membantah tuduhan tersebut, tekanan dari pihak legislatif AS terus meningkat. Undang-undang yang membatasi kepemilikan asing menggarisbawahi pentingnya pemisahan TikTok dari entitas Cina untuk menjaga keberlanjutannya di pasar AS.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Kaji Aturan Batas Usia Medsos, Bye-Bye TikTok untuk Anak di Bawah Umur?

Masa Depan TikTok di Amerika Serikat

Meskipun TikTok telah kembali beroperasi, ByteDance menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan platform ini di AS. Undang-undang yang berlaku tetap mewajibkan perusahaan untuk menjual TikTok kepada pemilik non-Cina. Sejauh ini, ByteDance belum menunjukkan minat untuk melakukannya.

TikTok menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan pemerintah AS dalam mencari solusi yang memungkinkan platform ini tetap eksis di negara tersebut. Namun, dengan berbagai pernyataan yang bertentangan dari pihak legislatif dan eksekutif, masa depan TikTok di AS masih jauh dari kepastian.

Kesimpulan Kisruh mengenai keberlanjutan TikTok di Amerika Serikat mencerminkan kompleksitas isu teknologi, geopolitik, dan keamanannasional.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Apa yang Dilakukan Elon...
Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?
Pemerintahan Trump Rilis...
Pemerintahan Trump Rilis Video Asli UFO yang Telah Terverifikasi
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Pamer Kekuatan Nuklir dari Luar Angkasa
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Rekomendasi
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Rapor Penjualan Wuling...
Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved