Sama-sama dari China, Ahli Pastikan HMPV Berbeda dengan Covid-19

Jum'at, 10 Januari 2025 - 09:08 WIB
loading...
Sama-sama dari China,...
Ahli Pastikan HMPV Berbeda dengan Covid-19. FOTO/ IFL SCIENCE
A A A
BEIJING - China sedang menyaksikan peningkatan infeksi pernapasan termasuk kasus human metapneumovirus (HMPV) yang menyebabkan gejala seperti flu di tengah musim dingin di wilayah utara, dengan korbannya adalah anak-anak di bawah 14 tahun.

BACA JUGA - Virus HMPV Terdeteksi di Indonesia, Ini 5 Cara Mencegahnya

Tanpa merilis angka, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) pada tanggal 2 Januari melaporkan peningkatan pola keseluruhan penyakit pernapasan yang tercatat antara tanggal 23 Desember dan 29 Desember.

Seperti dilansir dari Channel News Asia (CNA) mengatakan hal ini menyusul peningkatan jumlah kasus yang dilaporkan pada minggu tanggal 16 hingga 22 Desember.

Mereka juga mengumumkan upaya untuk merintis sistem pengawasan untuk 'pneumonia yang tidak diketahui asalnya', yang mencakup penyusunan protokol untuk laboratorium dan badan pengendalian penyakit untuk mengidentifikasi dan menangani kasus-kasus seperti itu.

CDC menambahkan bahwa China sedang berada pada puncak musim penyakit pernapasan, mengingatkan masyarakat untuk mengambil tindakan perlindungan seperti mengenakan masker wajah dan tetap mendapatkan vaksinasi terkini serta menjalankan praktik kebersihan yang tepat.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), HMPV dapat menyebabkan penyakit pernapasan pada semua usia, terutama pada anak-anak, orang dewasa yang lebih tua, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Ia mengatakan perkiraan masa inkubasi penyakit tersebut adalah antara tiga hingga enam hari.

CDC AS menambahkan bahwa virus tersebut paling aktif selama akhir musim dingin dan musim semi di daerah beriklim sedang.

Mirip dengan penyakit pernapasan lainnya seperti Covid-19 dan flu, virus HMPV menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, percikan dari bersin dan batuk, serta kontak dengan benda atau permukaan yang terdapat virus.

Para pakar penyakit menular mengatakan kepada CNA bahwa peningkatan kasus di China 'sesuai dengan pola global', di mana jumlahnya melonjak di akhir musim dingin.

Lonjakan ini bertepatan dengan cuaca dingin di China, dengan suhu rendah diperkirakan akan berlanjut hingga Maret mendatang.

Sejauh ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengklasifikasikan HMPV sebagai keadaan darurat kesehatan global, tetapi beberapa negara di Asia waspada dan memantau jumlah kasus serta menghimbau masyarakat untuk waspada dan menjaga kebersihan.

Di Asia Tenggara, negara-negara seperti Malaysia, Kamboja, dan Vietnam telah mengeluarkan peringatan kesehatan masyarakat.

Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan 327 kasus HMPV pada tahun 2024, meningkat 45 persen dari 225 kasus pada tahun 2023.

Pada hari Minggu, Vietnam mengumumkan pihaknya memantau situasi di tengah penyebaran 'virus pneumonia manusia' di China daratan. Di Singapura, HMPV telah diidentifikasi sejak lama.

Pakar kesehatan masyarakat telah mencatat perbedaan signifikan antara kedua virus tersebut, dengan HMPV umumnya kurang parah dan tingkat kematiannya lebih rendah.

Namun, HMPV lebih banyak menular di kalangan anak kecil dibandingkan Covid-19.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Cegah Penularan Virus...
Cegah Penularan Virus Hanta, WHO Sarankan Isolasi selama 6 Minggu
Vaksin Hantavirus Ternyata...
Vaksin Hantavirus Ternyata Dibuat Moderna Sejak Tahun 2023
Hubungan Virus Hanta...
Hubungan Virus Hanta dan Warisan Ilmuwan Korsel Terungkap
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Cacing Sepanjang 8Cm...
Cacing Sepanjang 8Cm Berenang di Otak Wanita
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Rekomendasi
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
Amerika Serikat Umumkan...
Amerika Serikat Umumkan Siap Perang dengan China!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved