Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Senin, 06 Januari 2025 - 11:26 WIB
loading...
Patung Liberty . FOTO/ DAILY
A
A
A
NEW YORK - Dialek baru telah muncul dari beberapa bagian Miami akibat percampuran budaya antara penutur bahasa Spanyol dan Inggris .
BACA JUGA -Bahasa Kiprok Berasal dari Bahasa Belanda
Dialek khas ini adalah dialek bahasa Inggris yang dipengaruhi bahasa Spanyol, yang lahir dari puluhan tahun imigrasi ke Florida Selatan dari negara-negara berbahasa Spanyol.
Pertimbangkan salah satu kota dengan dwibahasa terbanyak di AS, Miami, yang mayoritas penduduknya adalah Hispanik dan Latino. Dalam beberapa dekade terakhir, bahasa Spanyol telah bercampur dengan bahasa Inggris Amerika, sehingga menghasilkan dialek baru yang terdiri dari ekspresi dan frasa tersendiri.
Ahli bahasa di Universitas Internasional Florida di Miami mengatakan perkembangan linguistik adalah contoh sempurna tentang bagaimana bahasa manusia terus-menerus berubah bentuk dalam menghadapi kondisi historis dan sosial.
“Semua kata, dialek, dan bahasa memiliki sejarah,” kata Profesor Phillip M. Carter, Direktur Pusat Humaniora di Lingkungan Perkotaan di Universitas Internasional Florida, kepada IFLScience .
BACA JUGA -Bahasa Kiprok Berasal dari Bahasa Belanda
Dialek khas ini adalah dialek bahasa Inggris yang dipengaruhi bahasa Spanyol, yang lahir dari puluhan tahun imigrasi ke Florida Selatan dari negara-negara berbahasa Spanyol.
Pertimbangkan salah satu kota dengan dwibahasa terbanyak di AS, Miami, yang mayoritas penduduknya adalah Hispanik dan Latino. Dalam beberapa dekade terakhir, bahasa Spanyol telah bercampur dengan bahasa Inggris Amerika, sehingga menghasilkan dialek baru yang terdiri dari ekspresi dan frasa tersendiri.
Ahli bahasa di Universitas Internasional Florida di Miami mengatakan perkembangan linguistik adalah contoh sempurna tentang bagaimana bahasa manusia terus-menerus berubah bentuk dalam menghadapi kondisi historis dan sosial.
“Semua kata, dialek, dan bahasa memiliki sejarah,” kata Profesor Phillip M. Carter, Direktur Pusat Humaniora di Lingkungan Perkotaan di Universitas Internasional Florida, kepada IFLScience .
Lihat Juga :