Heboh, Hacker China Berhasil Curi Data dan Sadap Jutaan Warga Amerika!
Sabtu, 28 Desember 2024 - 09:40 WIB
loading...
A
A
A
"Kami tidak akan meninggalkan rumah dan kantor kami tidak terkunci, namun infrastruktur kritis kami seringkali tidak memiliki praktik keamanan siber dasar yang akan membuat infrastruktur kami lebih berisiko, lebih mahal, dan lebih sulit bagi negara dan penjahat untuk diserang," kata Neuberger.
Baca Juga: Hacker Jahil Berulah, Maskapai Japan Airlines Jadi Korban: Sistem Lumpuh, Penerbangan Ditunda
Pemerintah AS juga bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi untuk memperbaiki panduan keamanan dan menuntut pertanggungjawaban Tiongkok atas serangan siber tersebut.
Data dan Tren:
- Kejahatan siber global menelan biaya lebih dari USD6 triliun pada 2021. (Cybersecurity Ventures)
- Serangan ransomware meningkat 105% pada tahun 2021. (SonicWall)
- Pencurian data pribadi meningkat 274% dalam lima tahun terakhir. (RiskBasedSecurity)
Baca Juga: Hacker Jahil Berulah, Maskapai Japan Airlines Jadi Korban: Sistem Lumpuh, Penerbangan Ditunda
Pemerintah AS juga bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi untuk memperbaiki panduan keamanan dan menuntut pertanggungjawaban Tiongkok atas serangan siber tersebut.
Analisis: Espionase Siber dan Ketegangan Geopolitik
Serangan siber oleh Salt Typhoon menunjukkan meningkatnya ancaman espionase siber dan saling serang di dunia maya yang didorong oleh persaingan geopolitik. Data dan informasi telah menjadi "senjata" baru dalam pertarungan kekuasaan antar negara.Data dan Tren:
- Kejahatan siber global menelan biaya lebih dari USD6 triliun pada 2021. (Cybersecurity Ventures)
- Serangan ransomware meningkat 105% pada tahun 2021. (SonicWall)
- Pencurian data pribadi meningkat 274% dalam lima tahun terakhir. (RiskBasedSecurity)
(dan)
Lihat Juga :