Anjing Chernobyl: Evolusi di Tengah Bencana Nuklir

Senin, 09 Desember 2024 - 12:05 WIB
loading...
Anjing Chernobyl: Evolusi...
Anjing Chernobyl mengalami mutasi DNA dan hidup damai di lingkungan dengan radiasi tinggi Chernobyl. Foto: ist
A A A
UKRAINA - Di tanah terbengkalai yang mengelilingi lokasi bencana nuklir Chernobyl, sesuatu yang tak terduga sedang terjadi. Di antara bangunan-bangunan yang membusuk dan radiasi yang tersisa, anjing-anjing Chernobyl tidak hanya bertahan hidup, mereka juga berkembang biak.

Kawanan anjing ini memberikan pandangan unik bagaimana kehidupan beradaptasi di salah satu lingkungan paling tidak bersahabat di Bumi.

“Entah bagaimana, dua populasi kecil anjing berhasil bertahan hidup di lingkungan yang sangat beracun itu,” kata kepala peneliti Dr. Norman J. Kleiman.

Tim Dr. Kleiman menemukan perbedaan genetik yang signifikan antara dua kelompok anjing. Satu kelompok berkeliaran di dekat bekas reaktor Chernobyl, sementara yang lain tinggal sekitar 16 km jauhnya di Kota Chernobyl. Temuan ini menunjukkan bahwa ini adalah dua populasi berbeda yang jarang kawin silang.

Di Mana Chernobyl dan Apa yang Terjadi?

Bencana Chernobyl terjadi pada 26 April 1986, ketika sebuah reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl di Ukraina meledak saat uji keselamatan larut malam.

Tes itu seharusnya mensimulasikan pemadaman listrik untuk melihat apakah reaktor dapat beroperasi dengan aman tanpa listrik. Tetapi semuanya berantakan karena desain buruk, kesalahan operator, dan miskomunikasi.

Lonjakan daya mendadak menyebabkan reaksi tak terkendali di Reaktor 4, yang menyebabkan ledakan besar yang meledakkan tutup reaktor dan melepaskan berton-ton bahan radioaktif ke atmosfer.

Akibatnya dahsyat. Api berkobar, asap radioaktif menyebar ke seluruh Eropa, menjadikannya salah satu bencana nuklir terburuk dalam sejarah.

"Zona Terlarang" Menjadi Surga Anjing dan Alam

Dalam beberapa bulan dan tahun berikutnya, wilayah Chernobyl menjadi zona terlarang, dengan kerusakan lingkungan meluas, masalah kesehatan bagi manusia, anjing, dan hewan lain yang terpapar radiasi. Juga kekhawatiran akan kontaminasi berkepanjangan.

Dalam beberapa hari pertama, tingkat radiasi sangat tinggi sehingga tanaman berubah menjadi coklat dan mati, dan hutan yang dekat dengan reaktor hancur.

"Hutan Merah", hanya satu 2 km dari pabrik, mendapatkan namanya karena radiasi membunuh pohon-pohon pinus, mengubahnya menjadi coklat kemerahan sebelum layu.

Satwa liar menderita pada awalnya, dengan tingkat radiasi yang tinggi menyebabkan mutasi genetik, masalah reproduksi, dan penurunan populasi yang tajam.

Burung dan mamalia kecil di daerah itu sangat terpengaruh, dan kehidupan air di sungai dan danau terdekat juga menghadapi kerusakan signifikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Gunakan Satelit, IAEA...
Gunakan Satelit, IAEA Identifikasi Lokasi Iran Menyimpan Uranium
Energi Nuklir Bakal...
Energi Nuklir Bakal Jadi Pilihan di Masa Depan
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Pamer Kekuatan Nuklir dari Luar Angkasa
AS Kembangkan Baterai...
AS Kembangkan Baterai Nuklir Berdaya Tinggi untuk Pertahanan Militer
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Rekomendasi
Tio Pakusadewo Belum...
Tio Pakusadewo Belum Jalani Operasi Katup Jantung, Dewi Irawan Ungkap Alasannya
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 12: Suasana Kampung Berubah Mencekam, Mila Cemaskan Kondisi Ayah Mertuanya
Berita Terkini
Sekolah untuk Robot...
Sekolah untuk Robot Humanoid Resmi Dibuka, Ini Pelajarannya
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved