Fenomena Alam Ini Picu Terbentuknya Lubang Terdalam di Samudra Hindia

Minggu, 24 November 2024 - 06:15 WIB
loading...
Fenomena Alam Ini Picu...
Samudra Hindia. FOTO/ WION NEWS
A A A
LONDON - Medan gravitasi Bumi memiliki lekukan. Dikenal sebagai "lubang gravitasi", lekukan ini terletak di Samudra Hindia dan merupakan lubang terdalam di medan gravitasi planet kita.

BACA JUGA - Kesaktian Gravitasi Bumi Belokan Jalur Asteroid yang Mengancam Manusia

Permukaan laut di wilayah melingkar ini 348 kaki lebih rendah daripada tempat lain di Bumi. Hal ini disebabkan oleh anomali gravitasi, dalam hal ini, tarikan gravitasi yang sangat lemah.

Meskipun ditemukan pada tahun 1948, tidak ada yang tahu apa yang menciptakannya. Namun, sebuah penelitian mencoba memahami asal-usulnya pada tahun 2023 dan menghasilkan sebuah penemuan yang mengejutkan.

Menurut penelitian tersebut, sebuah samudra purba bernama Tethys pernah ada di antara superbenua Laurasia dan Gondwana. Kematiannya inilah yang menyebabkan terbentuknya lubang gravitasi di Samudra Hindia.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters. Lubang tersebut membentang seluas 3,1 juta kilometer persegi dan terletak 1.200 km di barat daya India.

Para peneliti membuat simulasi gerakan mantel Bumi dan lempeng tektonik selama 140 juta tahun terakhir dan mengajukan beberapa skenario.

Tethys tenggelam bersama sebagian kerak Bumi 180 juta tahun yang lalu. Ketika Gondwana pecah, kerak tersebut bergeser ke bawah lempeng Eurasia. Ketika ini terjadi, pecahan kerak yang hancur tenggelam jauh ke dalam mantel.

Sekitar 20 juta tahun yang lalu, pecahan-pecahan ini menggantikan material berdensitas tinggi yang berasal dari "gumpalan Afrika" setelah mencapai wilayah paling bawah mantel.

Gumpalan itu terperangkap di bawah Afrika dan tingginya 100 kali lebih tinggi dari Gunung Everest. Gumpalan itu terbentuk dari magma yang mengkristal.

Saat gumpalan magma berdensitas rendah naik dan menggantikan magma, massa keseluruhan wilayah itu berkurang dan gravitasinya melemah.

Namun, penelitian ini masih perlu didukung dengan data gempa bumi untuk membantu memverifikasi keberadaan gumpalan berdensitas rendah di bawah lubang tersebut. Beberapa gumpalan serupa diyakini ada di magma Bumi, bahkan di tempat yang seharusnya tidak ada.

Bahkan Mars dilaporkan memiliki gumpalan seperti itu di bawah permukaannya. Memahami apa yang terjadi di bawah permukaan Bumi juga diharapkan dapat membantu para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang planet merah tersebut.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Rekomendasi
BMW Bedah M Concept...
BMW Bedah M Concept Neue Klasse, Sedan Listrik Tulen Berdesain Agresif
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Berita Terkini
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved