CIO Summit 2024, Fokus Gen AI dan Google Security untuk Transformasi Bisnis

Jum'at, 08 November 2024 - 11:28 WIB
loading...
CIO Summit 2024, Fokus...
Devoteam Indonesia menggelar CIO Summit 2024 di Nusa Dua, Bali 28-30 Oktober 2024. Acara akbar tahunan ini mengambil tema Navigating The Future of AI-Driven Business Transformation. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
NUSA DUA - Devoteam Indonesia menggelar CIO Summit 2024 di Nusa Dua, Bali 28-30 Oktober 2024. Acara akbar tahunan ini mengambil tema Navigating The Future of AI-Driven Business Transformation.

Acara akbar tahunan konsisten diselenggarakan sejak 2022. Acara ini turut dihadiri Hendrawan Deny Ardiyatman (Country Director of Devoteam Google Cloud Business Unit Indonesia), Valon Rexhepi (Global Vice President of Devoteam Google Cloud Business Unit), serta Jason Quek (Global CTO of Devoteam Google Cloud Business Unit). Baca juga: Google Ungkap Rahasia: 25% Kode Baru Buatan AI, Gimana Nasib Programmer?

Pemimpin Devoteam Indonesia Hendrawan Deny Ardiyatman mengatakan, CIO Summit menjadi wadah penting bagi para pimpinan perusahaan untuk mendiskusikan strategi, inovasi, dan tantangan yang dihadapi dalam mengadopsi teknologi cloud di era transformasi digital ini. ”Seiring dengan perkembangan teknologi, mereka juga akan mendapatkan inspirasi dan ide-ide segar untuk memaksimalkan potensi Google Cloud dalam mendorong realisasi transformasi digital di perusahaan mereka,” katanya.

Dihadiri lebih dari 50 peserta dari berbagai perusahaan ternama di beragam industri, CIO Summit 2024 mengupas tuntas tentang Gen AI dan Google Security serta dampaknya pada elevasi bisnis, melalui berbagai panel diskusi, presentasi, dan demo. Melalui serangkaian acara tersebut, Devoteam Indonesia berharap akselerasi bisnis di Indonesia akan semakin optimal dengan penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang tepat dan efisien.

Sangat berkaitan erat dengan pergerakan Gen AI dalam perkembangan bisnis. Google Security dapat membantu beragam lini. Mulai dari meningkatkan kepercayaan pelanggan dengan memastikan keamanan data pelanggan, meningkatkan efisiensi operasional dengan cara mengotomatiskan tugas keamanan dan memberikan analisis risiko yang lebih baik. Termasuk mendukung pertumbuhan bisnis dengan menyediakan lingkungan cloud yang aman dan andal.

Hendrawan menjelaskan, Gen AI dan Google Security merupakan teknologi transformatif yang dapat membantu bisnis dari semua ukuran untuk meningkatkan efisiensi, mendorong inovasi, dan memperkuat keamanan. ”Dengan mengadopsi teknologi ini, bisnis dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan mencapai kesuksesan jangka panjang di era digital,” ujarnya.

Google Security banyak menawarkan berbagai solusi dan fitur bagi kemajuan bisnis Anda. Bagi Anda yang belum memahaminya, berikut beberapa cara Google Security dapat berkontribusi. Pertama, meningkatkan keamanan data. Kedua, meningkatkan kepercayaan pelanggan. Ketiga, meningkatkan efisiensi operasional. Keempat, mendukung pertumbuhan bisnis.

Beberapa contoh penerapan google security dalam bisnis. Pertama, E-commerce. Melindungi data kartu kredit pelanggan, mencegah serangan DDoS, dan memastikan keamanan transaksi online. Kedua, Healthcare. Memastikan keamanan data pasien, mematuhi regulasi HIPAA, dan melindungi sistem rekam medis elektronik. Ketiga, Finansial. Mencegah penipuan, melindungi data pelanggan, dan memastikan keamanan transaksi keuangan.

Menurut Hermawan, Gen AI akan menjadi katalis utama dalam transformasi bisnis. Dengan kemampuannya menghasilkan konten kreatif, menganalisis data secara mendalam, dan belajar dari interaksi, Gen AI akan mengubah cara kita bekerja.

Bayangkan sebuah dunia di mana chatbot yang sangat cerdas dapat menangani sebagian besar layanan pelanggan, atau di mana desain produk baru dapat dihasilkan dalam hitungan menit. Gen AI akan memungkinkan perusahaan untuk lebih personal dalam berinteraksi dengan pelanggan, membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas, dan mengembangkan produk dan layanan yang inovatif.

Berkaitan erat dengan hal tersebut, Google Security akan menjadi benteng pertahanan bagi bisnis di era digital yang semakin hari semakin kompleks. Seiring dengan semakin banyaknya data yang terhubung dan transaksi yang dilakukan secara online, ancaman keamanan cyber juga semakin meningkat. Google Security hadir dengan berbagai solusi yang dirancang untuk melindungi data bisnis yang paling berharga. Baca juga: China Kembangkan Roket Berotak AI, Industri Luar Angkasa AS Bergejolak

Mulai dari perlindungan terhadap serangan malware hingga pengelolaan identitas yang aman, Google Security akan memastikan bahwa bisnis dapat beroperasi dengan tenang tanpa harus khawatir akan ancaman keamanan. Kombinasi antara Gen AI dan Google Security akan menciptakan sinergi yang kuat, di mana AI dapat digunakan untuk mendeteksi ancaman baru secara lebih cepat dan akurat, sementara Google Security menyediakan lapisan perlindungan yang komprehensif.

Dalam dunia yang kian kompetitif, seluruh pelaku bisnis diharapkan lebih peka terhadap perkembangan teknologi. Gen AI bisa dimanfaatkan untuk membantu mendorong inovasi dan efisiensi bisnis, sedangkan Google Security akan memastikan bahwa inovasi tersebut dilakukan dengan aman. Kombinasi keduanya akan menjadi kekuatan pendorong utama dalam transformasi bisnis di masa depan.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
Teknologi AI Chip 500Hz...
Teknologi AI Chip 500Hz Akan Mengubah Permainan Sepak Bola di Piala Dunia 2026
KTT AI Bergengsi Silicon...
KTT AI Bergengsi Silicon Valley, Industri Kecerdasan Buatan Memasuki Tahap Baru
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Rekomendasi
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Berita Terkini
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved