Takut Kecolongan dengan China, AS Pasang Radar Luar Angkasa
Rabu, 06 November 2024 - 19:27 WIB
loading...
AS Pasang Radar Luar Angkasa. IFL Science
A
A
A
JAKARTA - Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (US Space force) gandeng Inggris dan Australia sedang mengembangkan radar luar angkasa. Radar ini akan ditempatkan 35.786 km di atas Bumi untuk mengawasi satelit mata-mata musuh, khususnya milik China.
BACA JUGA - Kondisi Tanahnya Subur, Planet Mars Siap Ditanami Pepohonan
Sistem radar baru ini dikenal sebagai “Deep Space Advanced Radar Capability” atau DARC. Sistem DARC menyediakan cakupan radar 24 jam dalam segala cuaca di seluruh dunia untuk tiga negara yang membentuk kemitraan keamanan AUKUS.
Peningkatan fokus Angkatan Luar Angkasa ini dikenal sebagai kesadaran domain ruang angkasa, yang bermuara pada kemampuan untuk mengidentifikasi, melacak, dan mengawasi berbagai objek yang mengorbit di sekitar Bumi.
“Seiring dengan pesatnya perkembangan ruang angkasa, kita harus terus mengambil langkah-langkah yang disengaja untuk memastikan kemampuan kolektif untuk beroperasi dengan aman. Negara kita secara unik diposisikan untuk menyediakan kemampuan tersebut dalam skala global,” kata Kepala Operasi Luar Angkasa AS Jenderal Chance Saltzman seperti dilansir dari Space.
Angkatan Luar Angkasa berhasil melakukan pengujian terhadap demonstran teknologi untuk sistem DARC yang akan datang pada tahun 2021 di White Sands Missile Range di New Mexico. Pada tahun 2022, Northrop Grumman mendapat kontrak senilai USD341 juta untuk mengembangkan teknologi program tersebut.
Situs DARC yang pertama direncanakan berlokasi di Australia Barat dan diperkirakan akan online pada tahun 2026. Ketiga situs tersebut harus online pada tahun 2030, menurut pernyataan Space Force. Diperkirakan biayanya mencapai USD1 miliar.
BACA JUGA - Kondisi Tanahnya Subur, Planet Mars Siap Ditanami Pepohonan
Sistem radar baru ini dikenal sebagai “Deep Space Advanced Radar Capability” atau DARC. Sistem DARC menyediakan cakupan radar 24 jam dalam segala cuaca di seluruh dunia untuk tiga negara yang membentuk kemitraan keamanan AUKUS.
Peningkatan fokus Angkatan Luar Angkasa ini dikenal sebagai kesadaran domain ruang angkasa, yang bermuara pada kemampuan untuk mengidentifikasi, melacak, dan mengawasi berbagai objek yang mengorbit di sekitar Bumi.
“Seiring dengan pesatnya perkembangan ruang angkasa, kita harus terus mengambil langkah-langkah yang disengaja untuk memastikan kemampuan kolektif untuk beroperasi dengan aman. Negara kita secara unik diposisikan untuk menyediakan kemampuan tersebut dalam skala global,” kata Kepala Operasi Luar Angkasa AS Jenderal Chance Saltzman seperti dilansir dari Space.
Angkatan Luar Angkasa berhasil melakukan pengujian terhadap demonstran teknologi untuk sistem DARC yang akan datang pada tahun 2021 di White Sands Missile Range di New Mexico. Pada tahun 2022, Northrop Grumman mendapat kontrak senilai USD341 juta untuk mengembangkan teknologi program tersebut.
Situs DARC yang pertama direncanakan berlokasi di Australia Barat dan diperkirakan akan online pada tahun 2026. Ketiga situs tersebut harus online pada tahun 2030, menurut pernyataan Space Force. Diperkirakan biayanya mencapai USD1 miliar.
Lihat Juga :