Efek Kelebihan Dopamin Akibat Terlalu Sering Menonton Video Porno
Sabtu, 02 November 2024 - 20:00 WIB
loading...
Seperti obat-obatan atau alkohol, otak akan menjadi tergantung pada pornografi, dan seks atau keintiman mungkin tidak lagi menyenangkan bagi individu tersebut. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Ketika seseorang menonton pornografi secara berlebihan, dopamin menjadi terkuras. Otak pada akhirnya akan mematikan pelepasan dopaminnya untuk melindungi dirinya dari stimulasi berlebihan.
Memang masih diperdebatkan oleh para peneliti dan spesialis apakah penyalahgunaan pornografi dapat diklasifikasikan sebagai kecanduan. Tapi, diketahui bahwa penyalahgunaan pornografi dapat menyebabkan dampak kesehatan negatif dan menjadi kecanduan secara perilaku.
Ketika seseorang mengalami orgasme, tubuh melepaskan endorfin dan terjadi lonjakan kadar dopamin, menyebabkan orang tersebut mengalami perasaan senang yang mirip dengan ketika seseorang menggunakan narkoba atau alkohol.
Seseorang dapat memperoleh toleransi terhadap pornografi seperti halnya terhadap alkohol atau obat-obatan, yang berarti mereka akan terus membutuhkan lebih banyak stimulasi dari waktu ke waktu untuk mencapai tingkat kesenangan yang sama.
Kebutuhan akan stimulasi yang lebih banyak ini dapat membuat beberapa orang mencari tindakan seksual yang berpotensi berbahaya dalam kehidupan nyata.
Memang masih diperdebatkan oleh para peneliti dan spesialis apakah penyalahgunaan pornografi dapat diklasifikasikan sebagai kecanduan. Tapi, diketahui bahwa penyalahgunaan pornografi dapat menyebabkan dampak kesehatan negatif dan menjadi kecanduan secara perilaku.
Merangsang Pusat Dopamin Otak
Manusia rentan terhadap pembentukan kecanduan terhadap zat atau perilaku yang merangsang pusat dopamin otak, yang menyebabkan perasaan senang yang intens. Seperti obat-obatan, alkohol, video game, dan gula, pornografi memicu pelepasan dopamin di otak.Ketika seseorang mengalami orgasme, tubuh melepaskan endorfin dan terjadi lonjakan kadar dopamin, menyebabkan orang tersebut mengalami perasaan senang yang mirip dengan ketika seseorang menggunakan narkoba atau alkohol.
Seseorang dapat memperoleh toleransi terhadap pornografi seperti halnya terhadap alkohol atau obat-obatan, yang berarti mereka akan terus membutuhkan lebih banyak stimulasi dari waktu ke waktu untuk mencapai tingkat kesenangan yang sama.
Kebutuhan akan stimulasi yang lebih banyak ini dapat membuat beberapa orang mencari tindakan seksual yang berpotensi berbahaya dalam kehidupan nyata.
Perubahan Kimiawi di Otak
Dopamin bukan satu-satunya zat kimia di otak yang dipengaruhi oleh pornografi. Zat kimia lain yang dipengaruhi oleh pornografi termasuk norepinefrin, oksitosin, vasopresin, endorfin, dan serotonin.Lihat Juga :