Rusia Desak Discord Hapus Konten Berbahaya Temasuk Postingan LGBT

Senin, 07 Oktober 2024 - 09:51 WIB
loading...
Rusia Desak Discord...
Discord didesal Rusia hapus konten LGBT. FOTO/ P6K
A A A
MOSCOW - Roskomnadzor, regulator komunikasi Rusia mengancam Discord untuk menghapus hampir seribu unggahan yang dianggap ilegal. Konten tersebut termasuk pornografi, promosi obat-obatan terlarang, dan materi lain yang dianggap berbahaya bagi masyarakat.

BACA JUGA - Ukraina Desak ICANN Cabut Domain Internet Global Rusia

Menurut laporan dari TASS, agensi berita terkemuka di Rusia, Roskomnadzor menuntut penghapusan sebanyak 947 materi yang melanggar hukum.

Di antara konten yang diminta untuk dihapus adalah pornografi anak, seruan untuk ekstremisme, dan ajakan bagi anak di bawah umur untuk terlibat dalam aktivitas ilegal.

Seperti dilansir dari RT, selain itu, terdapat juga materi yang berisi seruan atau ajakan untuk bunuh diri, propaganda terhadap komunitas LGBT, serta konten yang mendukung penggunaan narkoba.

Langkah ini diambil untuk mencegah pengguna Discord di Rusia terpengaruh oleh konten-konten berbahaya tersebut. Sebelum perintah ini dikeluarkan, Roskomnadzor telah aktif memantau platform teknologi asing yang beroperasi di Rusia.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Rusia seringkali memerintahkan penghapusan konten dan memberikan denda yang relatif kecil kepada perusahaan yang tidak mematuhi tuntutan tersebut.

Discord, yang dianggap telah melanggar peraturan ini, terpaksa menghadapi denda sebesar 37.493 dolar AS (setara dengan Rp569 juta) akibat kegagalan dalam menghapus materi terlarang. Selain itu, Rusia juga berencana membatasi akses ke Discord dalam waktu dekat akibat pelanggaran yang dilakukan oleh platform tersebut.

Beberapa pengguna di Rusia melaporkan bahwa mereka mulai mengalami masalah akses ke Discord, bahkan banyak di antara mereka yang harus menggunakan VPN untuk terhubung ke platform tersebut.

Pembatasan ini sepertinya sudah berlangsung diam-diam dalam beberapa waktu terakhir, memicu kekhawatiran di kalangan pengguna yang bergantung pada aplikasi komunikasi ini.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Bongkar Teknologi Rudal...
Bongkar Teknologi Rudal Siluman Su-57 yang Timbulkan Masalah di Ukraina
Apple Ancam Siap Hapus...
Apple Ancam Siap Hapus Grok Milik Elon Musk dari App Store
Turki Terapkan Aturan...
Turki Terapkan Aturan Baru di Medsos untuk Melindungi Anak-anak
Diserang Drone, Rumah...
Diserang Drone, Rumah Putin Ternyata Dilindungi Teknologi Anti-Nuklir
Inggris Desak Apple...
Inggris Desak Apple dan Google Blokir Konten Porno di Sistem Operasi
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Rekomendasi
Gol Dramatis Amad Diallo...
Gol Dramatis Amad Diallo Antar Pantai Gading Tundukkan Ekuador
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved