Unboxing Galaxy Tab S7, Bisakah Jadi Pembunuh iPad Pro?
Kamis, 27 Agustus 2020 - 12:06 WIB
loading...
Galaxy Tab S7 mengisi pasar tablet premium dengan S Pen yang meskipun sangat segmented, tapi juga sangat diminati. Foto-foto: Sindonews/danang arradian
A
A
A
JAKARTA - Jika pengguna Apple dimanjakan dengan iPad Pro, maka pengguna Android praktis tidak punya banyak opsi tablet premium. Sampai akhirnya hadir Samsung Galaxy Tab S7 dan Galaxy Tab S7+. Keduanya hadir dengan banderol harga double digit. Sekeren apa ya? BACA JUGA:Note-Sala-Bim, Mencoba Kemampuan Tongkat Sihir Galaxy Note20!
Kompetitor terdekat Samsung Galaxy Tab S7 di segmen Android adalah Huawei MatePad Pro yang rilis Mei 2020 silam. Saat itu harganya sudah premium. Yakni Rp11.999.000.
Speknya, antara lain layar AMOLED 10,8 inci, chipset Kirin 990, RAM 6GB, memori internal 128 GB, kamera depan 8 MP, belakang 13 MP, baterai 7.250mAh, dan tanpa Google Mobile Services (GMS).
Dengan banderol Rp12.999.000, Samsung Galaxy Tab S7 membabat habis semua fitur MatePad Pro. Mulai layar 11 inci 2560 x 1600 LTPS PLS, prosesor Snapdragon 865+, baterai 8.000 mAh, kamera belakang ganda (utama 13 MP dan ultra wide 5 MP), kamera depan 8 MP, serta 6GB/128 GB.
BACA JUGA:Galaxy Note 20 Ultra vs Note 20 vs Note 10 Plus vs Note 10, Apa Bedanya?
Jika itu masih kurang, ada opsi Galaxy Tab S7+ yang lebih gahar. Harganya Rp16.999.000. Bedanya, di pilihan warna yang lebih banyak (Mystic Black, Mystic Silver dan Mystic Bronze), layar lebih besar dan tajam 12.4” 2800 x 1752 Super AMOLED HDR 10+ dengan refresh rate 120Hz, lebih berat 75 gram, lebih besar baterainya 10.090mAh, dan lebih besar RAM dan ROMnya, 8GB/256GB.
Sebagai perbandingan, harga iPad Pro 2020 (wi-fi saja) dengan layar 11 inci dan memori 128 GB, banderolnya Rp14 juta. Itu belum termasuk iPad Pencil yang banderolnya Rp2 jutaan.
Maka, dengan kualitas layar, kualitas sistem operasi dan dukungan aplikasi, kualitas sylus, kualitas chip maupun hardware keseluruhan, seharusnya tablet Android premium adalah pilihan terbaik dibanding iPad Pro untuk melakukan kegiatan produktif seperti bekerja, maupun konsumtif seperti menonton dan bermain gim.
UNBOXING
![Unboxing Galaxy Tab S7, Bisakah Jadi Pembunuh iPad Pro?]()
Boks Samsung Galaxy Tab S7 terlihat mewah dan mahal. Desainnya cantik sekali. Hanya memegangnya saja sudah memberi rasa penasaran untuk segera melakukan unboxing.
![Unboxing Galaxy Tab S7, Bisakah Jadi Pembunuh iPad Pro?]()
Hanya ada satu keterangan di bagian samping yang menjelaskan warna dan spesifikasi. Sisanya, polos.
![Unboxing Galaxy Tab S7, Bisakah Jadi Pembunuh iPad Pro?]()
Walau dus Galaxy Tab S7 besar, tapi isinya tidak banyak. Hanya ada sebuah S Pen, kabel USB-C dan travel charger. Tidak ada case atau gimmick apapun.
TABLET YANG INDAH
![Unboxing Galaxy Tab S7, Bisakah Jadi Pembunuh iPad Pro?]()
Selain iPad Pro, sudah lama saya tidak memegang tablet semewah ini. Indah sekali. Juga cukup ringan. Hanya 500 gram dengan ukuran layar 11 inci. Kualitas layar Galaxy Tab S7 juga indah. Terang dan sangat berwarna dibawah sinar matahari sekalipun. Ya, salah satu alasan membeli tablet premium adalah bisa menikmati layar tajam seperti ini dalam ukuran yang sangat besar.
![Unboxing Galaxy Tab S7, Bisakah Jadi Pembunuh iPad Pro?]()
Tidak hanya di depan, kesan premium juga terasa di belakang. Warna mystic black Galaxy Tab S7 ternyata tidak benar-benar hitam. Tapi mendekati abu-abu. Maskulin sekali. Oh ya, ada semacam magnet untuk meletakkan S Pen, sehingga otomatis akan terisi dayanya. Bisa juga diletakkan di sisi tablet, tapi tidak ngecas.
BACA JUGA:Begini Cara Sutradara Yandy Laurens Bikin Film Pendek dengan Galaxy Note 20
![Unboxing Galaxy Tab S7, Bisakah Jadi Pembunuh iPad Pro?]()
Saya suka desain bodi Galaxy Tab S7 yang tegas dan tajam. Tidak banyak lekukan. Juga suka tombol power yang empuk dan tombol volume yang cukup nyaman di tekan.
KAMERA
![Unboxing Galaxy Tab S7, Bisakah Jadi Pembunuh iPad Pro?]()
Ada dua kamera belakang, yakni kamera utama 13 MP dan ultra wide 8 MP. Sejatinya, fungsi kamera pada tablet hanya sebagai pelengkap. Jadi, wajar jika kualitas hasil fotonya tidak akan optimal.
![Unboxing Galaxy Tab S7, Bisakah Jadi Pembunuh iPad Pro?]()
Mungkin sekelas Galaxy A varian mid-end. Tapi, ya untuk sosial media saja sudah cukup. Walau tidak banyak fitur yang bisa di akses.
S PEN
![Unboxing Galaxy Tab S7, Bisakah Jadi Pembunuh iPad Pro?]()
Yang menarik dari Galaxy Tab S7 dibanding Galaxy Note20, adalah magnifikasi fungsi. S Pennya lebih besar, layarnya juga lebih besar. Jadi, yang biasa dilakukan di Galaxy Note20 akan 2 kali lebih nyaman dan lebih fokus disini. Misalnya menggambar, memberi catatan di file PDF, melakukan multitasking dengan Multi Active Window, dan lainnya.
Apalagi, Samsung memberikan banyak fitur Note20 di Galaxy Tab S7. Misalnya saja sama-sama memiliki latensi 8 milidetik. Dengan ukuran pena yang lebih besar, saya rasakan pengalamannya sangat berbeda.
![Unboxing Galaxy Tab S7, Bisakah Jadi Pembunuh iPad Pro?]()
Jika Galaxy Note20 seperti menulis di buku saku, maka Galaxy Tab S7 seperti menggambar di kertas HVS atau buku gambar A4.
Saya juga suka sekali dengan desain S Pen Galaxy Tab S7 yang keren, juga warna matte black-nya.
MENGGANTIKAN LAPTOP?
![Unboxing Galaxy Tab S7, Bisakah Jadi Pembunuh iPad Pro?]()
Seperti Note20, Galaxy Tab S7 juga memiliki fitur Samsung DeX yang dapat terintegrasi dengan baik oleh PC maupun laptop. Termasuk juga mengakses wireless DeX dan terhubung ke Smart TV.
Apakah Galaxy Tab S7 ini akan menggantikan laptop? Saya rasa tidak. Fungsinya sangat berbeda. Kenyamanan laptop untuk melakukan pekerjaan, mengetik, dan kegiatan produktif lainnya belum tergantikan oleh tablet.
Tapi, apakah Galaxy Tab S7 bisa mengerjakan hal-hal yang biasa dilakukan di laptop? Jawabnya sangat bisa. Bahkan bisa jadi ada sebagian pekerjaan yang lebih mudah dan lebih praktis dilakukan lewat tablet.
Para pengguna tablet, adalah orang-orang yang kegiatan dan pekerjaannya sangat mobile. Sehingga bisa dilakukan tanpa harus selalu membuka laptop. Mereka membuat proposal, mengirim email, memberi revisi desain ke rekan kerja, dan semua pekerjaannya selalu tersingkronisasi ke awan.
Ketika meeting sambil bekerja di kafe, misalnya, mereka tidak harus membawa dan mengeluarkan laptop yang berat dan ribet.
PERANGKAT HIBURAN
![Unboxing Galaxy Tab S7, Bisakah Jadi Pembunuh iPad Pro?]()
Pembeda utama antara laptop dengan tablet premium seperti ini adalah soal hiburan. Menonton serial Netflix di MacBook Air sambil tiduran jelas tidak nyaman.
Sebaliknya, menonton Netflix Original Series seperti The Witcher atau The Umbrella Academy di tablet 11 inci adalah “me time” yang dinantikan sebelum tidur.
Berbeda dengan laptop yang fokusnya untuk bekerja, tablet seperti Galaxy Tab S7 bisa berubah dari perangkat produktif menjadi perangkat hiburan dalam waktu singkat dan cepat.
BACA JUGA:Kilas Balik S Pen, Menyibak Sejarah Pena Ajaib di Galaxy Note
Apalagi, mereka yang suka bermain gim mobile. Baik itu balapan, strategi, fighting, FPS, bahkan Hay Day sekalipun bisa mengutilisasi keasyikkan ukuran Galaxy Tab S7 yang masif. Apalagi, secara spesifikasi kombinasi 6GB/128GB, Snapdragon 865+, baterai 8.000 mAh, quadspeaker AKG dan Dolby Atmos, terbilang formula yang sangatpiawaisaat ini.
S7 bisa menjadi solusi perangkat all in one supaya Anda bisa work hard, and play harder.
Kompetitor terdekat Samsung Galaxy Tab S7 di segmen Android adalah Huawei MatePad Pro yang rilis Mei 2020 silam. Saat itu harganya sudah premium. Yakni Rp11.999.000.
Speknya, antara lain layar AMOLED 10,8 inci, chipset Kirin 990, RAM 6GB, memori internal 128 GB, kamera depan 8 MP, belakang 13 MP, baterai 7.250mAh, dan tanpa Google Mobile Services (GMS).
Dengan banderol Rp12.999.000, Samsung Galaxy Tab S7 membabat habis semua fitur MatePad Pro. Mulai layar 11 inci 2560 x 1600 LTPS PLS, prosesor Snapdragon 865+, baterai 8.000 mAh, kamera belakang ganda (utama 13 MP dan ultra wide 5 MP), kamera depan 8 MP, serta 6GB/128 GB.
BACA JUGA:Galaxy Note 20 Ultra vs Note 20 vs Note 10 Plus vs Note 10, Apa Bedanya?
Jika itu masih kurang, ada opsi Galaxy Tab S7+ yang lebih gahar. Harganya Rp16.999.000. Bedanya, di pilihan warna yang lebih banyak (Mystic Black, Mystic Silver dan Mystic Bronze), layar lebih besar dan tajam 12.4” 2800 x 1752 Super AMOLED HDR 10+ dengan refresh rate 120Hz, lebih berat 75 gram, lebih besar baterainya 10.090mAh, dan lebih besar RAM dan ROMnya, 8GB/256GB.
Sebagai perbandingan, harga iPad Pro 2020 (wi-fi saja) dengan layar 11 inci dan memori 128 GB, banderolnya Rp14 juta. Itu belum termasuk iPad Pencil yang banderolnya Rp2 jutaan.
Maka, dengan kualitas layar, kualitas sistem operasi dan dukungan aplikasi, kualitas sylus, kualitas chip maupun hardware keseluruhan, seharusnya tablet Android premium adalah pilihan terbaik dibanding iPad Pro untuk melakukan kegiatan produktif seperti bekerja, maupun konsumtif seperti menonton dan bermain gim.
UNBOXING

Boks Samsung Galaxy Tab S7 terlihat mewah dan mahal. Desainnya cantik sekali. Hanya memegangnya saja sudah memberi rasa penasaran untuk segera melakukan unboxing.

Hanya ada satu keterangan di bagian samping yang menjelaskan warna dan spesifikasi. Sisanya, polos.

Walau dus Galaxy Tab S7 besar, tapi isinya tidak banyak. Hanya ada sebuah S Pen, kabel USB-C dan travel charger. Tidak ada case atau gimmick apapun.
TABLET YANG INDAH

Selain iPad Pro, sudah lama saya tidak memegang tablet semewah ini. Indah sekali. Juga cukup ringan. Hanya 500 gram dengan ukuran layar 11 inci. Kualitas layar Galaxy Tab S7 juga indah. Terang dan sangat berwarna dibawah sinar matahari sekalipun. Ya, salah satu alasan membeli tablet premium adalah bisa menikmati layar tajam seperti ini dalam ukuran yang sangat besar.

Tidak hanya di depan, kesan premium juga terasa di belakang. Warna mystic black Galaxy Tab S7 ternyata tidak benar-benar hitam. Tapi mendekati abu-abu. Maskulin sekali. Oh ya, ada semacam magnet untuk meletakkan S Pen, sehingga otomatis akan terisi dayanya. Bisa juga diletakkan di sisi tablet, tapi tidak ngecas.
BACA JUGA:Begini Cara Sutradara Yandy Laurens Bikin Film Pendek dengan Galaxy Note 20

Saya suka desain bodi Galaxy Tab S7 yang tegas dan tajam. Tidak banyak lekukan. Juga suka tombol power yang empuk dan tombol volume yang cukup nyaman di tekan.
KAMERA

Ada dua kamera belakang, yakni kamera utama 13 MP dan ultra wide 8 MP. Sejatinya, fungsi kamera pada tablet hanya sebagai pelengkap. Jadi, wajar jika kualitas hasil fotonya tidak akan optimal.

Mungkin sekelas Galaxy A varian mid-end. Tapi, ya untuk sosial media saja sudah cukup. Walau tidak banyak fitur yang bisa di akses.
S PEN

Yang menarik dari Galaxy Tab S7 dibanding Galaxy Note20, adalah magnifikasi fungsi. S Pennya lebih besar, layarnya juga lebih besar. Jadi, yang biasa dilakukan di Galaxy Note20 akan 2 kali lebih nyaman dan lebih fokus disini. Misalnya menggambar, memberi catatan di file PDF, melakukan multitasking dengan Multi Active Window, dan lainnya.
Apalagi, Samsung memberikan banyak fitur Note20 di Galaxy Tab S7. Misalnya saja sama-sama memiliki latensi 8 milidetik. Dengan ukuran pena yang lebih besar, saya rasakan pengalamannya sangat berbeda.

Jika Galaxy Note20 seperti menulis di buku saku, maka Galaxy Tab S7 seperti menggambar di kertas HVS atau buku gambar A4.
Saya juga suka sekali dengan desain S Pen Galaxy Tab S7 yang keren, juga warna matte black-nya.
MENGGANTIKAN LAPTOP?

Seperti Note20, Galaxy Tab S7 juga memiliki fitur Samsung DeX yang dapat terintegrasi dengan baik oleh PC maupun laptop. Termasuk juga mengakses wireless DeX dan terhubung ke Smart TV.
Apakah Galaxy Tab S7 ini akan menggantikan laptop? Saya rasa tidak. Fungsinya sangat berbeda. Kenyamanan laptop untuk melakukan pekerjaan, mengetik, dan kegiatan produktif lainnya belum tergantikan oleh tablet.
Tapi, apakah Galaxy Tab S7 bisa mengerjakan hal-hal yang biasa dilakukan di laptop? Jawabnya sangat bisa. Bahkan bisa jadi ada sebagian pekerjaan yang lebih mudah dan lebih praktis dilakukan lewat tablet.
Para pengguna tablet, adalah orang-orang yang kegiatan dan pekerjaannya sangat mobile. Sehingga bisa dilakukan tanpa harus selalu membuka laptop. Mereka membuat proposal, mengirim email, memberi revisi desain ke rekan kerja, dan semua pekerjaannya selalu tersingkronisasi ke awan.
Ketika meeting sambil bekerja di kafe, misalnya, mereka tidak harus membawa dan mengeluarkan laptop yang berat dan ribet.
PERANGKAT HIBURAN

Pembeda utama antara laptop dengan tablet premium seperti ini adalah soal hiburan. Menonton serial Netflix di MacBook Air sambil tiduran jelas tidak nyaman.
Sebaliknya, menonton Netflix Original Series seperti The Witcher atau The Umbrella Academy di tablet 11 inci adalah “me time” yang dinantikan sebelum tidur.
Berbeda dengan laptop yang fokusnya untuk bekerja, tablet seperti Galaxy Tab S7 bisa berubah dari perangkat produktif menjadi perangkat hiburan dalam waktu singkat dan cepat.
BACA JUGA:Kilas Balik S Pen, Menyibak Sejarah Pena Ajaib di Galaxy Note
Apalagi, mereka yang suka bermain gim mobile. Baik itu balapan, strategi, fighting, FPS, bahkan Hay Day sekalipun bisa mengutilisasi keasyikkan ukuran Galaxy Tab S7 yang masif. Apalagi, secara spesifikasi kombinasi 6GB/128GB, Snapdragon 865+, baterai 8.000 mAh, quadspeaker AKG dan Dolby Atmos, terbilang formula yang sangatpiawaisaat ini.
S7 bisa menjadi solusi perangkat all in one supaya Anda bisa work hard, and play harder.
(dan)
Lihat Juga :