TikTok Bikin Gerah Israel, Ini Penyebabnya

Rabu, 21 Agustus 2024 - 11:15 WIB
loading...
A A A
Kasus lain terkait dengan kampanye Israel yang mempromosikan pesan "Hamas adalah ISIS," yang menjadi hashtag populer di media sosial di kalangan orang Israel pada awal perang dan juga digunakan di TikTok. Tag "Hamas adalah ISIS" dimaksudkan untuk menggambarkan keburukan dan kekejaman Hamas - tetapi TikTok memutuskan bahwa itu adalah tag yang merupakan disinformasi. Alasan yang diberikan oleh organisasi, menurut N12, adalah bahwa Hamas adalah organisasi yang berbeda dari ISIS.

"Kami membagikan informasi ini kepada pengawas atau orang-orang yang bertanggung jawab untuk menyebarkannya, tetapi perusahaan lebih memilih untuk mengabaikannya," tambah karyawan Israel tersebut.

Sejak meletusnya perang, TikTok mengklaim platformnya setara dan aman untuk semua orang dan algoritmanya tidak mempromosikan konten dari satu sisi dibandingkan sisi lainnya. N12 melaporkan perusahaan mengklaim bahwa alasan ketidakseimbangan antara pandangan konten pro-Palestina dibandingkan dengan konten Israel berasal dari fakta bahwa ada lebih banyak Muslim di platform tersebut. Mereka juga mengklaim menghapus konten yang mempromosikan terorisme, kebencian, dan antisemitisme.

Baca Juga: Kebrutalan Israel Tersebar, AS Siapkan Strategi Singkirkan TikTok

Laporan N12 mengklaim contoh yang mereka sajikan menunjukkan gambaran yang berbeda dari apa yang diklaim oleh platform media sosial - yaitu kebijakan sistematik untuk mendukung satu sisi dibandingkan sisi lainnya, bahkan jika ini berarti menyebarkan kebohongan tentang Israel dan mengambil posisi yang jelas.

TikTok Membantah


TikTok pun angkat bicara ihwal laporan ini. Mereka menolak tudingan yang dialamatkan dan menegaskan sama sekali tidak mendukung terorisme.

"Kebijakan kami jelas - konten yang mempromosikan terorisme, kebencian, antisemitisme, dan informasi palsu dilarang, termasuk konten yang mempromosikan Hamas. Pemeriksaan fakta kami dilakukan melalui ahli eksternal sesuai dengan standar internasional. Kami menegakkan dan memantau konten menggunakan kombinasi teknologi dan tim 40.000 peninjau konten manusia. 98% konten yang ditemukan melanggar aturan komunitas dihapus sebelum dilaporkan."

Sejak meletusnya perang, TikTok mengaku telah menghapus jutaan video dan menangguhkan ratusan ribu siaran langsung di Israel, Gaza, dan Tepi Barat karena pelanggaran pedoman komunitas. "Kami bekerja untuk memperkuat mekanisme perlindungan bagi pengguna kami agar tetap menjadi ruang yang aman untuk ekspresi diri dan keaslian."

Sementara tentang video-video yang dipersoalkan di atas, TikTok menyatakan telah mengkajinya secara seksama. "Video-video yang dipermasalahkan sebagian besar berasal dari bulan Oktober, November, dan Desember tahun lalu. Untuk dapat memeriksa klaim yang disampaikan kepada kami, kami meminta contoh terbaru dari kasus-kasus yang dijelaskan - tetapi sayangnya, contoh tersebut tidak diberikan kepada kami, yang menimbulkan pertanyaan tentang seberapa signifikan fenomena tersebut. Kami mengakui bahwa selalu ada ruang untuk perbaikan, kerja sama, dan dialog."
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Intelijen AS Sebut Iran...
Intelijen AS Sebut Iran Siapkan Drone yang Lebih Canggih dari yang Ada Sekarang
Israel Bangun Pusat...
Israel Bangun Pusat Teknologi Antariksa di Gurun Negev
Belajar dari Iran, Hizbullah...
Belajar dari Iran, Hizbullah Ciptakan Drone Murah untuk Serang Israel
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Rekomendasi
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Ikuti Jejak Honda, Ini...
Ikuti Jejak Honda, Ini Alasan Toyota Mendadak Bunuh Mobil Listrik Terbaiknya Lexus LF-ZC?
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved