Kebrutalan Israel Tersebar, AS Siapkan Strategi Singkirkan TikTok

Kamis, 07 Maret 2024 - 10:05 WIB
loading...
Kebrutalan Israel Tersebar,...
AS Siapkan Strategi Singkirkan TikTok. FOTO/ DAILY
A A A
NEW YORK - Ada beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat (AS) serius mempertimbangkan untuk menyingkirkan TikTok dari negara tersebut. AS menganggap hingga kini TikTok dianggap turut menayangkan kekerasan di Israel.

BACA JUGA - Twitter Tertarik Beli TikTok

Anggota parlemen AS memperkenalkan rancangan undang-undang pada hari Selasa (5/3/2024) yang dapat memaksa perusahaan induk TikTok di China, ByteDance, untuk mendivestasikan aplikasi video tersebut untuk mencegahnya dilarang di negara tersebut.

RUU Kongres, yang dijuluki ‘Undang-undang Aplikasi yang Dikendalikan dari Musuh Asing’, menggambarkan TikTok sebagai ancaman terhadap keamanan nasional karena dugaan hubungan ByteDance dengan Partai Komunis Tiongkok [PKT].

“Ini adalah pesan saya kepada TikTok: putuskan hubungan dengan PKT atau kehilangan akses ke pengguna Anda di Amerika. Musuh utama Amerika tidak mempunyai urusan untuk mengendalikan platform media yang dominan di Amerika Serikat,” Mike Gallagher, ketua Komite Pemilihan DPR untuk Partai Komunis China dan salah satu penulis undang-undang tersebut, mengatakan dalam siaran pers.

Meskipun TikTok adalah satu-satunya aplikasi yang secara khusus disebutkan dalam RUU tersebut, hal ini menciptakan kerangka kerja yang lebih luas bagi AS untuk melarang platform lain yang dikendalikan oleh negara-negara yang dianggap Washington sebagai “musuh asing.”

“Baik itu Rusia atau Partai Komunis Tiongkok, RUU ini memastikan presiden memiliki alat yang ia perlukan untuk menekan aplikasi-aplikasi berbahaya untuk melakukan divestasi dan membela keamanan dan privasi Amerika dari musuh-musuh kita,” kata Raja Krishnamoorthi, anggota parlemen lain yang mendukung RUU tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Rekomendasi
Kart.inc Kirim Dua Pembalap...
Kart.inc Kirim Dua Pembalap Indonesia ke Kejuaraan Dunia Gokart Elektrik di Italia
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Berita Terkini
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved