Krisis Pangan Dunia Menghadang, Perlu Pembaruan Teknologi Pertanian
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 08:03 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kementan Siapkan Skema Penanggulangan Krisis Pangan
Krisis pasokan pangan akan menyebabkan warga pengalami kelaparan. Dampak lanjutannya menimbulkan kerusuhan, serta harga pangan akan menjadi lebih mahal yang berdampak juga pada perekonomian bangsa.
Oleh karena itu Kementerian Pertanian RI merancang program strategis untuk meminimalisasi kasus yang terjadi. Program tersebut di antaranya optimalisasi lahan rawa 400 ribu hektare, pompanisasi sawah tadah hujan 1 juta hektare, transformasi pertanian tradisional menuju modern, pengembangan pertanian modern, peningkatan kompetensi SDM pertanian, penguatan pendampingan penyuluh pertanian serta regenerasi petani.
Program pemerintah tadi memerlukan dukungan penuh dari para akademisi. Bentuknya berupa komitmen kerja sama dengan Fakultas Pertanian dari berbagai universitas di Indonesia untuk menciptakan ide inovatif.
“Dengan adanya konferensi dalam forum seperti ini pasti ada banyak update secara keilmuan scientific, dalam bidang ilmu yang relatif linier. Sehingga kolaborasi ini kedepan agar lebih jauh direalisasikan dalam bentuk kerja real misal dalam bentuk penelitian, produk pertanian, maupun realisasi untuk MBKM bagi adik-adik mahasiswa kita,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H.
Krisis pasokan pangan akan menyebabkan warga pengalami kelaparan. Dampak lanjutannya menimbulkan kerusuhan, serta harga pangan akan menjadi lebih mahal yang berdampak juga pada perekonomian bangsa.
Oleh karena itu Kementerian Pertanian RI merancang program strategis untuk meminimalisasi kasus yang terjadi. Program tersebut di antaranya optimalisasi lahan rawa 400 ribu hektare, pompanisasi sawah tadah hujan 1 juta hektare, transformasi pertanian tradisional menuju modern, pengembangan pertanian modern, peningkatan kompetensi SDM pertanian, penguatan pendampingan penyuluh pertanian serta regenerasi petani.
Program pemerintah tadi memerlukan dukungan penuh dari para akademisi. Bentuknya berupa komitmen kerja sama dengan Fakultas Pertanian dari berbagai universitas di Indonesia untuk menciptakan ide inovatif.
“Dengan adanya konferensi dalam forum seperti ini pasti ada banyak update secara keilmuan scientific, dalam bidang ilmu yang relatif linier. Sehingga kolaborasi ini kedepan agar lebih jauh direalisasikan dalam bentuk kerja real misal dalam bentuk penelitian, produk pertanian, maupun realisasi untuk MBKM bagi adik-adik mahasiswa kita,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H.
Lihat Juga :