CEO Canva Prediksi AI Akan Menjadi Pekerjaan Kreatif di Masa Depan
Kamis, 11 Juli 2024 - 14:36 WIB
loading...
Melanie Perkins, CEO dan salah satu pendiri Canva. FOTO/ DAILY
A
A
A
LONDON - Melanie Perkins , CEO dan salah satu pendiri Canva, meyakini bahwa AI memiliki potensi untuk merevolusi cara kita bekerja dengan desain, membuatnya lebih mudah diakses dan demokratis bagi semua orang.
BACA JUGA - Kecerdasan Buatan Google Mulai Bisa Digunakan
Seperti dilansir dari The Verge, Kamis (11/7/2024), Canva, platform desain grafis yang populer, telah menggunakan AI untuk menyederhanakan banyak tugas desain, seperti pemilihan gambar dan tata letak.
Perkins percaya bahwa pendekatan ini memungkinkan Canva untuk memberdayakan individu dan tim kecil untuk membuat desain profesional tanpa memerlukan keahlian desain yang mendalam. Hal ini membuka peluang bagi banyak orang untuk mengekspresikan kreativitas mereka dan membuat konten yang menarik secara visual.
Canva awalnya didirikan sebagai platform untuk membuat materi iklan yang mudah dan murah. Seiring perkembangannya, platform ini telah berkembang menjadi alat yang lebih serbaguna, digunakan untuk berbagai keperluan seperti presentasi, infografis, konten media sosial, dan bahkan video.
Perkins melihat peluang besar bagi Canva untuk memasuki ranah aplikasi perkantoran dan produktivitas. Dengan mengintegrasikan AI dan fitur-fitur canggih lainnya, Canva dapat membantu tim di berbagai departemen untuk bekerja lebih efisien dan kreatif.
Canva memiliki lebih dari 185 juta pengguna bulanan dan terus berkembang pesat. Perkins yakin bahwa dengan terus berinovasi dan memperluas jangkauannya, Canva dapat menjadi platform desain utama bagi individu dan organisasi di seluruh dunia.
BACA JUGA - Kecerdasan Buatan Google Mulai Bisa Digunakan
Seperti dilansir dari The Verge, Kamis (11/7/2024), Canva, platform desain grafis yang populer, telah menggunakan AI untuk menyederhanakan banyak tugas desain, seperti pemilihan gambar dan tata letak.
Perkins percaya bahwa pendekatan ini memungkinkan Canva untuk memberdayakan individu dan tim kecil untuk membuat desain profesional tanpa memerlukan keahlian desain yang mendalam. Hal ini membuka peluang bagi banyak orang untuk mengekspresikan kreativitas mereka dan membuat konten yang menarik secara visual.
Canva awalnya didirikan sebagai platform untuk membuat materi iklan yang mudah dan murah. Seiring perkembangannya, platform ini telah berkembang menjadi alat yang lebih serbaguna, digunakan untuk berbagai keperluan seperti presentasi, infografis, konten media sosial, dan bahkan video.
Perkins melihat peluang besar bagi Canva untuk memasuki ranah aplikasi perkantoran dan produktivitas. Dengan mengintegrasikan AI dan fitur-fitur canggih lainnya, Canva dapat membantu tim di berbagai departemen untuk bekerja lebih efisien dan kreatif.
Canva memiliki lebih dari 185 juta pengguna bulanan dan terus berkembang pesat. Perkins yakin bahwa dengan terus berinovasi dan memperluas jangkauannya, Canva dapat menjadi platform desain utama bagi individu dan organisasi di seluruh dunia.
Lihat Juga :