Perbandingan Pertahanan Udara Iran dan Israel, Siapa Lebih Unggul?
Senin, 22 April 2024 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mengenal Iron Beam, Proyek Hanud Berbasis Laser Israel yang Mengerikan
Iron Beam Israel dapat menembakkan sinar untuk menghancurkan sasaran. Dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems, Iron Beam pertama kali dirilis pada tahun 2014 dan dijadwalkan akan mulai beroperasi pada 2025. Namun, setelah adanya serangan Hamas, Israel mempercepat penempatan Iron Beam dan memulai uji coba untuk mengaktifkannya jauh lebih cepat.
The Telegraph melaporkan, Iron Beam dirancang sebagai alternatif yang lebih murah dan fleksibel untuk bekerja dengan sistem pertahanan rudal Iron Dome. Uzi Rubin, ahli pertahanan rudal di Kementerian Pertahanan Israel mengatakan alih-alih mengirimkan peluru kendali yang biayanya USD60.000 per unit oleh Iron Dome, Iron Beam biayanya hanya beberapa dolar. Tanpa kebutuhan amunisi, Iron Beam juga tidak terpengaruh oleh masalah rantai pasokan. Sistem ini juga lebih kecil dan ringan dibandingkan Iron Dome, sehingga memudahkan untuk dipindahkan dan disembunyikan.
Namun, Iron Beam tidak dapat beroperasi secara efektif dalam kondisi basah. Semakin banyak kelembapan di atmosfer, semakin banyak partikel air menyerap energi laser. Bahkan dalam kondisi optimal, laser kehilangan 30 hingga 40 persen dari energi potensialnya karena kelembapan atmosfer.
Berbeda dengan Iron Dome, Iron Beam juga membutuhkan garis pandang langsung antara sistem dan targetnya, sehingga penempatannya harus tepat. Senjata laser juga memiliki laju tembak jauh lebih lambat, memerlukan sekitar lima detik untuk mentransmisikan energi yang cukup untuk menghancurkan target.
Tak kalah dengan Israel, Iran juga memiliki sistem pertahanan mutakhir. Tak heran, serangan terbaru Israel ke wilayah Iran dapat dipatahkan dengan mudah. Berikut daftar sistem pertahanan udara yang dimiliki Iran:
Sistem pertahanan udara Iran yang pertama adalah Bavar-373 . Sistem ini mulai digunakan sejak 2019. Al Jazeera melansir, jangkauan deteksi radar Bavar-373 mencapai 450 km. Rudal sistem pertahanan ini juga mampu mengunci target, termasuk rudal balistik jarak jauh, drone hingga jet tempur siluman. Selain itu, kemampuan uniknya adalah mampu melacak 60 target dan menyerang enam target secara bersamaan.
Sistem pertahanan udara Iran yang kedua adalah S-300. Sistem pertahana udara ini sudah dipakai Uni Soviet pada akhir 1970an, dengan spesifikasi menembak jatuh pesawat terbang, drone hingga rudal jelajah dan balistik yang mendekat pada jarak hingga 150.
Baca Juga: Terkuak Kecanggihan Bavar-373 Iran Setara dengan S-400 Rusia
Sistem pertahanan udara Iran yang ketiga adalah Arman. Sistem pertahanan jarak menengah ini mulai dioperasionalkan pada November 2022. Rudal sistem ini dirancang untuk mencegat rudal balistik taktis dalam jarak kurang dari 300 Km. Sistem rudal Arman juga mampu menyerang enam target secara bersamaan.
Sistem pertahanan udara Iran yang keempat adalah Azarakhsh. Yaitu sistem pertahanan udara ketinggian rendah. Kelebihan sistem pertahanan ini adalah dapat dipasang pada beberapa jenis kendaraan. Alat ini bekerja menggunakan radar, sistem elektro-optik, dan pencari termal untuk mendeteksi dan menghancurkan target.
Baca Juga: Bagaimana Keunggulan Sistem Pertahanan Udara Arman dan Azarakhsh yang Disebut Penjaga Langit Iran?
Sistem pertahanan udara Iran selanjutnya adalah sistem rudal TOR-M1 yang diperoleh dari Rusia. Sistem ini efektif untuk menembak jatuh pesawat, kendaraan udara tak berawak, peluru kendali, dan senjata lain dengan akurasi tinggi. TOR-M1 dapat mendeteksi 48 target pada jarak maksimum 25 km dan menyerang dua target secara bersamaan dengan kecepatan 700 m/detik pada jarak 1-12 kilometer. Rudal ini dipersenjatai hulu ledak berdaya tinggi.
Demikian perbandingan pertahanan Udara Iran dan Israel. Kedua negara memiliki persenjataan mumpuni yang mampu mendeteksi dan menghancurkan target yang mendatangkan ancaman di wilayahnya.
5. Iron Beam
Iron Beam Israel dapat menembakkan sinar untuk menghancurkan sasaran. Dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems, Iron Beam pertama kali dirilis pada tahun 2014 dan dijadwalkan akan mulai beroperasi pada 2025. Namun, setelah adanya serangan Hamas, Israel mempercepat penempatan Iron Beam dan memulai uji coba untuk mengaktifkannya jauh lebih cepat.
The Telegraph melaporkan, Iron Beam dirancang sebagai alternatif yang lebih murah dan fleksibel untuk bekerja dengan sistem pertahanan rudal Iron Dome. Uzi Rubin, ahli pertahanan rudal di Kementerian Pertahanan Israel mengatakan alih-alih mengirimkan peluru kendali yang biayanya USD60.000 per unit oleh Iron Dome, Iron Beam biayanya hanya beberapa dolar. Tanpa kebutuhan amunisi, Iron Beam juga tidak terpengaruh oleh masalah rantai pasokan. Sistem ini juga lebih kecil dan ringan dibandingkan Iron Dome, sehingga memudahkan untuk dipindahkan dan disembunyikan.
Namun, Iron Beam tidak dapat beroperasi secara efektif dalam kondisi basah. Semakin banyak kelembapan di atmosfer, semakin banyak partikel air menyerap energi laser. Bahkan dalam kondisi optimal, laser kehilangan 30 hingga 40 persen dari energi potensialnya karena kelembapan atmosfer.
Berbeda dengan Iron Dome, Iron Beam juga membutuhkan garis pandang langsung antara sistem dan targetnya, sehingga penempatannya harus tepat. Senjata laser juga memiliki laju tembak jauh lebih lambat, memerlukan sekitar lima detik untuk mentransmisikan energi yang cukup untuk menghancurkan target.
Sistem Pertahanan Udara Iran
Tak kalah dengan Israel, Iran juga memiliki sistem pertahanan mutakhir. Tak heran, serangan terbaru Israel ke wilayah Iran dapat dipatahkan dengan mudah. Berikut daftar sistem pertahanan udara yang dimiliki Iran:
1. Bavar-373
Sistem pertahanan udara Iran yang pertama adalah Bavar-373 . Sistem ini mulai digunakan sejak 2019. Al Jazeera melansir, jangkauan deteksi radar Bavar-373 mencapai 450 km. Rudal sistem pertahanan ini juga mampu mengunci target, termasuk rudal balistik jarak jauh, drone hingga jet tempur siluman. Selain itu, kemampuan uniknya adalah mampu melacak 60 target dan menyerang enam target secara bersamaan.
2. S-300
Sistem pertahanan udara Iran yang kedua adalah S-300. Sistem pertahana udara ini sudah dipakai Uni Soviet pada akhir 1970an, dengan spesifikasi menembak jatuh pesawat terbang, drone hingga rudal jelajah dan balistik yang mendekat pada jarak hingga 150.
Baca Juga: Terkuak Kecanggihan Bavar-373 Iran Setara dengan S-400 Rusia
3. Arman
Sistem pertahanan udara Iran yang ketiga adalah Arman. Sistem pertahanan jarak menengah ini mulai dioperasionalkan pada November 2022. Rudal sistem ini dirancang untuk mencegat rudal balistik taktis dalam jarak kurang dari 300 Km. Sistem rudal Arman juga mampu menyerang enam target secara bersamaan.
4. Azarakhsh
Sistem pertahanan udara Iran yang keempat adalah Azarakhsh. Yaitu sistem pertahanan udara ketinggian rendah. Kelebihan sistem pertahanan ini adalah dapat dipasang pada beberapa jenis kendaraan. Alat ini bekerja menggunakan radar, sistem elektro-optik, dan pencari termal untuk mendeteksi dan menghancurkan target.
Baca Juga: Bagaimana Keunggulan Sistem Pertahanan Udara Arman dan Azarakhsh yang Disebut Penjaga Langit Iran?
5. TOR-M1
Sistem pertahanan udara Iran selanjutnya adalah sistem rudal TOR-M1 yang diperoleh dari Rusia. Sistem ini efektif untuk menembak jatuh pesawat, kendaraan udara tak berawak, peluru kendali, dan senjata lain dengan akurasi tinggi. TOR-M1 dapat mendeteksi 48 target pada jarak maksimum 25 km dan menyerang dua target secara bersamaan dengan kecepatan 700 m/detik pada jarak 1-12 kilometer. Rudal ini dipersenjatai hulu ledak berdaya tinggi.
Demikian perbandingan pertahanan Udara Iran dan Israel. Kedua negara memiliki persenjataan mumpuni yang mampu mendeteksi dan menghancurkan target yang mendatangkan ancaman di wilayahnya.
(msf)
Lihat Juga :