Pemutihan Karang Jadi Ancaman Nyata bagi Masa Depan Laut

Selasa, 16 April 2024 - 11:47 WIB
loading...
Pemutihan Karang Jadi...
Terumbu Karang. FOTO/ IFL SCIENCE
A A A
LONDON - Peristiwa pemutihan karang global keempat melanda lautan kita, menjadi pengingat yang mengerikan akan dampak perubahan iklim pada ekosistem lau t yang rapuh. Pemanasan laut yang memecahkan rekor memicu fenomena ini, menyebabkan karang memutih dan mati.

BACA JUGA - Penyelundupan Terumbu Karang Merah Berhasil Digagalkan

Seperti dilansir dari IFL Science, meskipun terumbu karang mampu pulih dari peristiwa pemutihan jika kondisinya membaik, paparan panas yang berkepanjangan dan parah dapat berakibat fatal.

Hal ini tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan lautan, tetapi juga bagi komunitas pesisir yang bergantung pada terumbu karang untuk mata pencaharian, ketahanan pangan, dan pariwisata.

Berita ini menjadi seruan untuk bertindak. Kita harus mengurangi emisi gas rumah kaca dan memerangi perubahan iklim untuk mencegah pemutihan karang lebih lanjut dan melindungi keajaiban alam bawah laut ini untuk generasi mendatang.

Berikut beberapa langkah yang dapat kita ambil untuk membantu:

Kurangi emisi karbon: Beralih ke sumber energi terbarukan, gunakan transportasi umum atau kendaraan hemat bahan bakar, dan hemat energi di rumah.

Dukung praktik perikanan yang berkelanjutan: Pilih makanan laut yang bersertifikat berkelanjutan dan hindari produk dari praktik penangkapan ikan yang merusak.

Kurangi pencemaran laut: Hindari penggunaan plastik sekali pakai, buang sampah dengan benar, dan dukung upaya pembersihan laut.

Tingkatkan kesadaran: Sebarkan informasi tentang pemutihan karang dan pentingnya melindungi terumbu karang kepada orang lain.

Bersama-sama, kita dapat membuat perbedaan dan melindungi lautan kita untuk masa depan yang lebih cerah.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Rekomendasi
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Berita Terkini
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved