Kehebatan Groza, Senjata Baru Rusia Penakluk Drone Kamikaze FPV NATO
Jum'at, 08 Maret 2024 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Karena kemampuan Groza.04.K tidak diketahui, isi kotak hitam kecil Kvant hanya bisa ditebak. Yang diketahui adalah bahwa drone FPV memiliki beberapa titik lemah yang dapat dieksploitasi oleh insinyur radio-elektronika, dengan alat yang tersedia tergantung pada kondisi di mana mereka digunakan.
Namun, yang penting adalah mengetahui apa yang membuat drone FPV mematikan. Jenis pesawat tanpa awak ini memiliki jangkauan pendek antara 10-20 km, sangat mudah bermanuver, dan terbang dengan kecepatan tinggi pada ketinggian rendah.
Baca Juga: Misterius, Drone-Drone Ukraina Berjatuhan Sendiri di Medan Tempur
Drone dioperasikan menggunakan sinyal analog, teknologi digunakan untuk siaran televisi abad ke-20. Hal itu membuatnya sulit bagi banyak sistem pengacau radio dan perang elektronik tradisional yang dirancang untuk melawan sistem senjata besar, mahal, dan multi-juta dolar seperti rudal, pesawat, dan helikopter yang beroperasi pada frekuensi militer, untuk menargetkan drone khusus ini. Biayanya sekitar USD500 per unit untuk varian FPV UAV buatan sendiri, sehingga menciptakan sistem peluru kendali atau senjata lainnya yang mahal untuk mencoba mengintersepnya menjadi sia-sia.
Namun, hal ini tidak berarti drone FPV tidak terlihat. Sinyal UAV ini biasanya ditransmisikan dalam rentang 5,8GHz, yang berarti jika saluran di seluruh frekuensi ini bisa diacau, demikian juga dengan sinyal yang mereka kirimkan kembali ke operator.
Menurut beberapa laporan, juga mungkin untuk mengacaukan sinyal kontrol drone FPV 1,2GHz atau 2,4GHz, terutama jika unit pengacauan dapat secara tepat menargetkan pita radio yang digunakan, sehingga UAV itu meleset dari target yang dituju dan/atau kembali ke posisi failsafe.
Jika operator drone mencoba untuk melompat frekuensi dari satu band ke band lain, jammer kelas militer seharusnya bisa memperluas jangkauan cakupan di semua frekuensi yang tersedia. Terbangnya drone FPV yang hemat biaya juga memerlukan antena pemancar dan antena penerima mempertahankan kontak visual, sehingga jika ada yang bisa dilakukan tentang itu, seharusnya memungkinkan untuk menonaktifkannya.
Namun, yang penting adalah mengetahui apa yang membuat drone FPV mematikan. Jenis pesawat tanpa awak ini memiliki jangkauan pendek antara 10-20 km, sangat mudah bermanuver, dan terbang dengan kecepatan tinggi pada ketinggian rendah.
Baca Juga: Misterius, Drone-Drone Ukraina Berjatuhan Sendiri di Medan Tempur
Drone dioperasikan menggunakan sinyal analog, teknologi digunakan untuk siaran televisi abad ke-20. Hal itu membuatnya sulit bagi banyak sistem pengacau radio dan perang elektronik tradisional yang dirancang untuk melawan sistem senjata besar, mahal, dan multi-juta dolar seperti rudal, pesawat, dan helikopter yang beroperasi pada frekuensi militer, untuk menargetkan drone khusus ini. Biayanya sekitar USD500 per unit untuk varian FPV UAV buatan sendiri, sehingga menciptakan sistem peluru kendali atau senjata lainnya yang mahal untuk mencoba mengintersepnya menjadi sia-sia.
Namun, hal ini tidak berarti drone FPV tidak terlihat. Sinyal UAV ini biasanya ditransmisikan dalam rentang 5,8GHz, yang berarti jika saluran di seluruh frekuensi ini bisa diacau, demikian juga dengan sinyal yang mereka kirimkan kembali ke operator.
Menurut beberapa laporan, juga mungkin untuk mengacaukan sinyal kontrol drone FPV 1,2GHz atau 2,4GHz, terutama jika unit pengacauan dapat secara tepat menargetkan pita radio yang digunakan, sehingga UAV itu meleset dari target yang dituju dan/atau kembali ke posisi failsafe.
Jika operator drone mencoba untuk melompat frekuensi dari satu band ke band lain, jammer kelas militer seharusnya bisa memperluas jangkauan cakupan di semua frekuensi yang tersedia. Terbangnya drone FPV yang hemat biaya juga memerlukan antena pemancar dan antena penerima mempertahankan kontak visual, sehingga jika ada yang bisa dilakukan tentang itu, seharusnya memungkinkan untuk menonaktifkannya.
Lihat Juga :