China Kembangkan Teknologi Siluman Terbaru, Bisa Dipakai di Jet Tempur Apapun
Rabu, 28 Februari 2024 - 16:26 WIB
loading...
Para ilmuwan China tengah mengembangkan teknologi pesawat siluman menggunakan plasma. (Foto: Wikimedia Commons)
A
A
A
JAKARTA - Pesawat siluman Amerika Serikat seperti B-2 Spirit, F-2 Raptor, F-117 Nighthawk dan B-21 Raider acapkali menjadi momok lantaran tak terdeteksi radar. Faktor kejutan yang dihadirkan menjadikannya unggul di setiap medan pertempuran. Tapi tentu saja teknologi ini sangat mahal dan hanya bisa diterapkan pada jenis pesawat tertentu. Sebut saja jet tempur B-21 Raider yang harganya mencapai Rp31,2 triliun.
Selain Amerika Serikat, sejumlah negara juga memiliki armada pesawat siluman atau stealth aircraft. Di antaranya Tempest Inggris-Italia, F-3 Jepang, KF-X Korea Selatan, TF-X Turki, Chengdu J-20 China , Su-57 Rusia , dan Prancis dengan armada Dassault Rafale. Total di seluruh dunia ada sekitar 700 jet tempur siluman dengan Amerika Serikat sebagai pemilik terbesar.
Jet tempur siluman memiliki kemampuan untuk menghindari pendeteksian, baik deteksi secara visual, audio, sensor panas, maupun radar. China pun membuat terobosan untuk menghasilkan teknologi siluman yang murah dan bisa dipakai di jenis jet tempur apapun.
Dilansir dari IFL Science, Rabu (28/2/2024), para ilmuwan di China telah menemukan pendekatan baru untuk teknologi siluman yang melibatkan keempat keadaan materi, yaitu plasma.
Baca Juga: Sistem Pertahanan Udara Iran Mampu Deteksi Pesawat Siluman Musuh
Plasma adalah keadaan materi yang paling umum di alam semesta, hanya sedikit di luar pengalaman sehari-hari kita dalam berurusan dengan cairan, padatan, dan gas. Tetapi dari bintang hingga tanda neon, plasma ada di mana-mana. Sebuah zat menjadi plasma ketika terionisasi, setidaknya beberapa elektronnya terlepas dari atomnya menciptakan medium yang penuh dengan partikel negatif yang tidak terikat (elektron) dan positif (atom).
Ini adalah ionisasi parsial yang penting untuk teknologi persembunyian. Ketika gelombang elektromagnetik - dalam kasus radar, gelombang radio - menyebarkan ke plasma, mereka menggerakkan partikel bermuatan dan memberikan energi. Jadi dalam prinsipnya, plasma menyerap semua gelombang radio. Tanpa ada yang dipantulkan kembali, otomatis tidak akan terdeteksi oleh radar.
Selain Amerika Serikat, sejumlah negara juga memiliki armada pesawat siluman atau stealth aircraft. Di antaranya Tempest Inggris-Italia, F-3 Jepang, KF-X Korea Selatan, TF-X Turki, Chengdu J-20 China , Su-57 Rusia , dan Prancis dengan armada Dassault Rafale. Total di seluruh dunia ada sekitar 700 jet tempur siluman dengan Amerika Serikat sebagai pemilik terbesar.
Jet tempur siluman memiliki kemampuan untuk menghindari pendeteksian, baik deteksi secara visual, audio, sensor panas, maupun radar. China pun membuat terobosan untuk menghasilkan teknologi siluman yang murah dan bisa dipakai di jenis jet tempur apapun.
Dilansir dari IFL Science, Rabu (28/2/2024), para ilmuwan di China telah menemukan pendekatan baru untuk teknologi siluman yang melibatkan keempat keadaan materi, yaitu plasma.
Baca Juga: Sistem Pertahanan Udara Iran Mampu Deteksi Pesawat Siluman Musuh
Plasma adalah keadaan materi yang paling umum di alam semesta, hanya sedikit di luar pengalaman sehari-hari kita dalam berurusan dengan cairan, padatan, dan gas. Tetapi dari bintang hingga tanda neon, plasma ada di mana-mana. Sebuah zat menjadi plasma ketika terionisasi, setidaknya beberapa elektronnya terlepas dari atomnya menciptakan medium yang penuh dengan partikel negatif yang tidak terikat (elektron) dan positif (atom).
Ini adalah ionisasi parsial yang penting untuk teknologi persembunyian. Ketika gelombang elektromagnetik - dalam kasus radar, gelombang radio - menyebarkan ke plasma, mereka menggerakkan partikel bermuatan dan memberikan energi. Jadi dalam prinsipnya, plasma menyerap semua gelombang radio. Tanpa ada yang dipantulkan kembali, otomatis tidak akan terdeteksi oleh radar.
Lihat Juga :