Tuai Kritikan, AI Google Gemini Anti Gerakan Kebangkitan 

Sabtu, 24 Februari 2024 - 19:05 WIB
loading...
A A A
Gelombang kritik membuat Google mengumumkan akan menangguhkan sementara Gemini dari permintaan gambar sensitif tadi. Gemini diakui menawarkan ketidakakuratan dalam beberapa representasi gambar sejarah dan mereka sedang bekerja untuk memperbaiki masalah tersebut.

Sementara berbagai model AI telah dikritik karena mengabaikan orang berkulit warna dan mempertahankan stereotip, Gemini telah dikritik karena menghasilkan gambar tentara Nazi kulit hitam dan Asia dan legislator Amerika kulit Asia dan perempuan selama abad ke-19.

Seperti GPT-4 dari OpenAI yang saingan, Gemini dilatih dengan berbagai data, termasuk audio, gambar, video, teks, dan kode dalam berbagai bahasa. Google chatbot, yang diluncurkan kembali awal bulan ini, telah banyak dianggap tertinggal dibandingkan GPT-4 yang saingan.

Google tidak segera menanggapi pertanyaan Al Jazeera tentang konten terkait China. Tetapi raksasa teknologi tersebut tampaknya sudah memperbarui Gemini secara real time. Meskipun masih menolak untuk menghasilkan gambar Tiananmen Square dan protes Hong Kong, mulai memberikan jawaban yang lebih panjang yang mencakup saran tempat mencari informasi lebih lanjut. Chatbot pada Jumat kemarin dengan mudah menghasilkan gambar protes ketika diminta.

Tidak semua orang setuju dengan kritik yang ditujukan kepada Gemini. Adam Ni, co-editor dari buletin China Neican, mengatakan dia percaya Gemini membuat keputusan yang tepat dengan pendekatan hati-hati terhadap peristiwa sejarah seperti Tiananmen Square karena kompleksitasnya.

Ni mengatakan bahwa sementara serangan 4 Juni di Tiananmen Square ikonik, gerakan protes tersebut juga melibatkan beberapa minggu demonstrasi damai yang sulit ditangkap dalam satu gambar AI .

"Gambar AI kemudian perlu memperhitungkan baik ekspresi kegembiraan dan harapan kaum muda, maupun tangan besi yang menghancurkannya, dan banyak tema lain yang layak," kata Ni kepada Al Jazeera. "Tiananmen bukan hanya tentang tank, dan miopia kita merugikan pemahaman yang lebih luas."
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Gara-gara AI Semakin...
Gara-gara AI Semakin Pintar, Matt Lowrie Tinggalkan Google
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Rekomendasi
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Berita Terkini
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved