Rahasia Kematian di Luar Angkasa: Apa yang Terjadi pada Tubuh Manusia?

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:15 WIB
loading...
Rahasia Kematian di...
Kematian di luar angkasa dan apa yang akan terjadi dengan tubuh manusia masih menjadi misteri. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Luar angkasa menjadi tempat dengan suhu dan lingkungan yang sangat berbeda dengan Bumi. Karena itu, tidak sedikit yang bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada mayat di angkasa sana.

Jimmy Wu, Kepala Insinyur di Translational Research Institute for Space Health di Baylor College Kedokteran di Texas menjelaskan bahwa dalam ruang hampa bertekanan rendah, cairan apa pun dari tubuh akan berubah menjadi gas dan pembuluh darah pecah.

Lebih lanjut ia menyebut, sisa air di dalam tubuh kemungkinan akan membeku karena suhu dasar ruang angkasa yang rendah, yang bisa mencapai minus 270,45 C hingga akhirnya membuat tubuh menjadi dehidrasi.

Melansir Live Science, Rabu (21/2/2024), penelitian di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menunjukkan bahwa bakteri dapat bertahan hidup di luar angkasa setidaknya selama tiga tahun. Jika bakteri masih hidup di tubuh, mereka akan mulai mencernanya.

Meskipun sebagian besar ruang angkasa sangat dingin, ruang angkasa juga bisa menjadi panas, suhu di permukaan ISS dapat berkisar minus hingga 200 C. Dalam lingkungan yang lebih panas lagi dekomposisi akan mencemari permukaan planet.

Baca Juga: Astronot Pastikan Salad yang Ditanam di Luar Angkasa Jadi Mematikan

Sebagai solusi dari masalah ini, NASA mengembangkan kantong jenazah yang dapat mengawetkan sisa-sisa pesawat ruang angkasa selama 48 hingga 72 jam, waktu yang cukup untuk kembali ke Bumi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Saat penerbangan luar angkasa menjelajah lebih jauh dari Bumi, NASA sedang mempersiapkan prosedur kematian misi. Industri penerbangan luar angkasa komersial juga harus merencanakan cara menangani kematian di luar angkasa,kataWu.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
15.800 Ton Sampah Luar...
15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Viral, Pria India Bawa...
Viral, Pria India Bawa Mayat Saudaranya ke Bank untuk Tarik Uang Korban
Profil Pratiwi Sudarmono:...
Profil Pratiwi Sudarmono: Astronot Wanita Pertama Asia dari Indonesia yang Juga Guru Besar UI
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II: Misi Bersejarah NASA Kelilingi Bulan Setelah 54 Tahun
Rekomendasi
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Berita Terkini
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Infografis
7 Penyebab Utama Hiperinflasi...
7 Penyebab Utama Hiperinflasi yang Terjadi di Zimbabwe
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved