Elon Musk Klaim Pasien Implan Otak Sukses Kendalikan Mouse dengan Pikiran

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:44 WIB
loading...
Elon Musk Klaim Pasien Implan Otak Sukses Kendalikan Mouse dengan Pikiran
Elon Musk umumkan Neuralink sukses melakukan implan otak pertama ke manusia. (Foto: JRdes)
A A A
JAKARTA - Elon Musk mengklaim Neuralink telah berhasil dalam uji coba implan otak pertama ke manusia. Sang pasien kini telah pulih dan mampu mengendalikan kursor di layar menggunakan mouse hanya dengan berpikir.

"Kemajuan bagus dan pasien sepertinya telah pulih sepenuhnya, dengan efek saraf yang kami sadari. Pasien dapat menggerakkan kursor di layar hanya dengan berpikir," kata Musk melalui Spaces, layanan yang memfasilitasi percakapan audio melalui platform media sosial X, dilansir dari IFL Science, Rabu (21/2/2024).

Pengumuman Musk ini berselang kurang dari sebulan setelah Neuralink melakukan implan otak pertama ke manusia.

Melalui studi Precise Robotically IMplanted Brain-Computer InterfacE (PRIME), Neuralink bertujuan mencoba antarmuka otak-komputer (BCI) yang dapat diimplan, nirkabel, yang memungkinkan pengguna dengan kelumpuhan mengendalikan perangkat hanya dengan pikiran.



Hal ini sejatinya bukan ide baru. Startup Synchron lebih dulu dari Neuralink. Pada tahun 2021 mereka mendapatkan persetujuan Food and Drug Administration (FDA) untuk mencoba perangkat serupa yang mengatasi masalah sulitnya operasi otak kompleks dengan dimasukkan ke dalam pembuluh darah, dalam prosedur minimally invasive.

Setelah aplikasinya sempat ditolak oleh lembaga tersebut, Neuralink baru memperoleh persetujuan FDA untuk studi PRIME pada Mei 2023.



Meskipun kalah dulu, Neuralink lebih populer karena menjadi model nirkabel pertama yang merekam masukan dari neuron individu, sesuatu yang banyak ahli sepakat diperlukan untuk mencapai fungsi yang lebih canggih. Dengan menghilangkan kebutuhan implan untuk dihubungkan dengan komputer eksternal, maka memungkinkan pengguna melakukan aktivitas sehari-hari tanpa harus terikat pada perangkat.

Jika percobaan ini berhasil, akan berpotensi merevolusi kehidupan pasien dengan kelumpuhan, membantu mereka berkomunikasi lebih mudah dan mencapai lebih banyak kemandirian.
(msf)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.2267 seconds (0.1#10.140)