Cari Jodoh, Pria Rusia Gunakan ChatGPT
Kamis, 08 Februari 2024 - 09:00 WIB
loading...
ChatGPT bisa menjadi sarana mencari jodoh. (Foto: Unspalsh)
A
A
A
JAKARTA - Seorang pria Rusia berusia 23 tahun mengungkapkan bahwa ChatGPT bisa menjadi sarana mencari jodoh. Ia berhasil menyaring 5.239 profil perempuan yang sesuai kriterianya sebagai calon istri.
Melansir Odditycentral, Kamis (8/2/2024), sang pemuda bernama Alexander Zhadan pertama kali mencuri perhatian di RuNet - komunitas berbahasa Rusia online - setahun lalu. Saat itu, ia men-tweet tengah menulis tesis menggunakan ChatGPT dalam waktu hanya 23 jam.
Beberapa hari lalu, profesional muda bidang IT itu sekali lagi menjadi berita utama. Kali ini ia menggunakan alat kecerdasan buatan yang sama untuk menyaring ribuan profil kencan online dan mengandalkan saran dan tipsnya untuk menemukan pasangan sempurna sebagai calon istrinya. Kisah Zhadan dari serangkaian unggahan di X/Twitter telah memicu perdebatan sengit tentang moralitas menggunakan alat kecerdasan buatan untuk mencari cinta online .
Zhadan mengakui bahwa kisahnya bisa mengubah cara orang lain melihat kencan online dengan menunjukkan bahwa ChatGPT memiliki batasannya. Semuanya dimulai dengan pengalamannya menggunakan aplikasi kencan populer seperti Tinder. Ia bosan dengan rutinitas prosedur menggeser ke kiri, kemudian ke kanan untuk mencari profil calon yang cocok. Kemudian, jika menemukan yang cocok mereka akan memulai percakapan dengan calon pasangan, lalu orang itu akan menghilang.
Baca Juga: Ada 4 Tipe Jodoh, Manakah Tipe Jodoh Kita?
Melansir Odditycentral, Kamis (8/2/2024), sang pemuda bernama Alexander Zhadan pertama kali mencuri perhatian di RuNet - komunitas berbahasa Rusia online - setahun lalu. Saat itu, ia men-tweet tengah menulis tesis menggunakan ChatGPT dalam waktu hanya 23 jam.
Beberapa hari lalu, profesional muda bidang IT itu sekali lagi menjadi berita utama. Kali ini ia menggunakan alat kecerdasan buatan yang sama untuk menyaring ribuan profil kencan online dan mengandalkan saran dan tipsnya untuk menemukan pasangan sempurna sebagai calon istrinya. Kisah Zhadan dari serangkaian unggahan di X/Twitter telah memicu perdebatan sengit tentang moralitas menggunakan alat kecerdasan buatan untuk mencari cinta online .
Zhadan mengakui bahwa kisahnya bisa mengubah cara orang lain melihat kencan online dengan menunjukkan bahwa ChatGPT memiliki batasannya. Semuanya dimulai dengan pengalamannya menggunakan aplikasi kencan populer seperti Tinder. Ia bosan dengan rutinitas prosedur menggeser ke kiri, kemudian ke kanan untuk mencari profil calon yang cocok. Kemudian, jika menemukan yang cocok mereka akan memulai percakapan dengan calon pasangan, lalu orang itu akan menghilang.
Baca Juga: Ada 4 Tipe Jodoh, Manakah Tipe Jodoh Kita?
Lihat Juga :