Influencer AI Mulai Merambah Instagram, Dibayar USD1.000 Per Postingan

Minggu, 31 Desember 2023 - 08:28 WIB
loading...
Influencer AI Mulai...
Kehadiran influencer artificial intelligence (AI) mulai merambah Instagram untuk mempromosikan berbagai produk. Foto/money control
A A A
NEW YORK - Kehadiran influencer artificial intelligence (AI) mulai merambah Instagram untuk mempromosikan berbagai produk. Financial Times menyebutkan, untuk satu kali posting untuk promosi produk kecantikan atau pakaian Perusahaan terkenal influencer AI dibayar USD1.000 atau sekitar Rp15 juta lebih.

Financial Times menyebutkan, seorang influencer AI, Aitana López dengan lebih dari 243.000 pengikut di Instagram mampu menghasilkan pendapatan USD11.000 (Rp169 juta) per bulan dan dibayar USD1.000 (Rp15 juta) per postingan.

Influencer AI ini biasa mengiklankan produk dari merek terkenal seperti produk pakaian dalam Victoria's Secret dan lini perawatan rambut Olaplex. “AI tampaknya akan hadir dalam ekonomi kreator senilai USD250 miliar seiring dengan mulainya perusahaan-perusahaan membangun influencer yang dihasilkan komputer,” tulis Business Insider, Minggu (31/12/2023).

Baca juga; Influencer Dilarang Pakai Filter saat Tayangkan Iklan Kosmetik di Instagram

Financial Times menambahkan, ada sosok Lil Miquela, influencer virtual pertama yang memasuki pasar, telah mencapai kesepakatan senilai lebih dari enam digit dengan merek kelas atas. Dia pernah bekerja dengan Prada dan Calvin Klein, serta perusahaan teknologi seperti Samsung dan YouTube.

Ada juga Noonoouri, seorang influencer AI dengan lebih dari 400.000 pengikut di Instagram, yang bekerja dengan lini kosmetik Kim Kardashian dan KKW Beauty. Semua influencer virtual ini (dan perusahaan di belakang mereka) mungkin mengambil pekerjaan berbayar dari manusia sebenarnya.

Hal ini menjadi tantangan bagi orang-orang yang mencari nafkah dengan mempromosikan produk kepada pengikut mereka di media sosial, seperti Instagram (human influencer). Salah satu alasan utama merek ternama melakukan kesepakatan dengan influencer virtual adalah untuk memangkas biaya dan meningkatkan visibilitas.

“Kami terkejut dengan meroketnya tarif yang dikenakan oleh influencer saat ini,” kata Diana Nunez, salah satu pendiri The Clueless, agensi model AI di belakang López, kepada Financial Times. Tingginya angka human influencer, menginspirasi perusahaannya untuk menciptakan influencer sendiri dalam bentuk virtual menggunakan AI.

Baca juga; Instagram Uji Coba Stories Instagram Bisa Dilihat Langsung di Facebook

Ide ini tampak menarik perhatian. Analisis Instagram terhadap iklan yang menampilkan Kuki, seorang influencer AI yang bekerja dengan H&M, menemukan bahwa iklan tersebut menjangkau 11 kali lebih banyak orang di seluruh platform sosial dibandingkan dengan jangkauan iklan tradisional. Ini berarti penurunan biaya iklan per orang sebesar 91%.

Menanggapi tren ini, beberapa human influencer telah menyatakan kekhawatirannya bahwa AI influencer yang hadir sebagai pesaing akan dianggap sebagai manusia sungguhan. Mengingat sosok yang dihadirkan memiliki kemiripan yang luar biasa dengan manusia sungguhan.

“Yang membuatku takut tentang para influencer ini adalah betapa sulitnya untuk mengatakan bahwa mereka palsu,” kata Danae Mercer, seorang kreator dengan lebih dari 2 juta pengikut di Instagram.
Influencer AI Mulai Merambah Instagram, Dibayar USD1.000 Per Postingan


Meskipun AI mempunyai potensi untuk melakukan pemasaran yang lebih murah, perusahaan-perusahaan di balik influencer AI juga tampaknya bergulat dengan etika dalam kreasi. “Kami secara tidak sengaja menciptakan monster. Monster yang cantik sekali,” kata Núñez dari The Clueless.

Baca juga; Kisah Jilbrave, Brand Fashion yang Masuk Top 5 Clothing & Outfit Influencer di Instagram

Potensi ketegangan antara manusia dan influencer AI adalah contoh lain dari ketakutan yang terus berlanjut bahwa AI akan menggantikan pekerja seiring dengan semakin majunya kemampuan teknologi.

Sebuah studi Goldman Sachs yang diterbitkan awal tahun ini menemukan bahwa AI generatif dapat diterapkan pada lebih dari 300 juta pekerjaan kerah putih di seluruh dunia. Para pekerja telah menggunakan alat AI seperti ChatGPT OpenAI untuk menulis kode, membuat daftar real estat, dan menghasilkan salinan pemasaran.

Namun terlepas dari kekhawatiran akan pergantian pekerjaan, influencer sebenarnya menggunakan teknologi tersebut untuk membantu menyederhanakan pembuatan konten sehari-hari mereka. Dalam laporan bulan Mei, Influencer Marketing Factory mensurvei 660 pembuat konten yang berbasis di AS dan menemukan bahwa 94,5% di antaranya menggunakan AI untuk mengedit konten dan menghasilkan gambar.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Rekomendasi
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
Berita Terkini
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved