Toshiba Tarik Diri Sepenuhnya dari Pasar Notebook
Senin, 10 Agustus 2020 - 10:27 WIB
loading...
Notebook memiliki memori 256Kb dan layar 640 × 200 piksel. Sebelum merek seperti ASUS, Dell, Apple, Lenovo, dan Hewlett-Packard memasuki pasar komputer notebook, perusahaan asal Jepang, Toshiba menguasai ceruk ini. Foto/ist
A
A
A
TOKYO - Toshiba Corporation baru-baru ini mengumumkan akan menggandeng Dynabook Inc. Sementara Sharp mendapatkan 19,9% dari saham yang dikeluarkan nantinya. Setelah menyelesaikan transaksi terkait, Dynabook akan menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Sharp. (Baca juga: Rayakan HUT RI, Sharp Ajak Konsumen Belanja Sambil Berdonasi )
Sebelumnya, Toshiba dan Sharp menandatangani persyaratan perjanjian pembelian saham pada Juni 2018. Toshiba pun mengalokasikan 80,1% dari bisnis notebook-nya (disingkat Toshiba Client Solutions Co., Ltd, TCS, aset yang sepenuhnya dimiliki Toshiba). Sharp mendapatkan sahamnya dan kesepakatan itu berakhir pada Oktober 2018. Jadi sekarang, bisa dikatakan Toshiba secara resmi meninggalkan pasar notebook.
Setelah selesainya transaksi antara Toshiba dan Sharp pada 2018, TCS berganti nama menjadi Dynabook pada Januari 2019. Sesuai perjanjian pengalihan saham saat itu, Sharp menggunakan hak berlangganannya atas sisa saham beredar Dynabook yang dipegang Toshiba pada Juni 2020. Toshiba pun telah menyelesaikan prosedur transfernya.
Merek Toshiba meluncurkan produk laptop konsumen sejak tahun 1985. Produk laptop pertama adalah T1100 (juga laptop pertama di dunia). Peranfkat datang dengan baterai built-in yang dapat diisi ulang, monitor LCD, dan BIOS berbasis Microsoft, berdasarkan pemrosesan Intel 80C88.
Notebook memiliki memori 256Kb dan layar 640 × 200 piksel. Sebelum merek seperti ASUS, Dell, Apple, Lenovo, dan Hewlett-Packard memasuki pasar komputer notebook, perusahaan asal Jepang itu menguasai ceruk ini. Belakangan, setelah merek-merek tersebut masuk ke pasar, pengguna masih mengenali Toshiba untuk produk seri Satellite-nya. Selanjutnya, Toshiba juga meluncurkan produk ultrabook seri Portege.
Sebelumnya, Toshiba dan Sharp menandatangani persyaratan perjanjian pembelian saham pada Juni 2018. Toshiba pun mengalokasikan 80,1% dari bisnis notebook-nya (disingkat Toshiba Client Solutions Co., Ltd, TCS, aset yang sepenuhnya dimiliki Toshiba). Sharp mendapatkan sahamnya dan kesepakatan itu berakhir pada Oktober 2018. Jadi sekarang, bisa dikatakan Toshiba secara resmi meninggalkan pasar notebook.
Setelah selesainya transaksi antara Toshiba dan Sharp pada 2018, TCS berganti nama menjadi Dynabook pada Januari 2019. Sesuai perjanjian pengalihan saham saat itu, Sharp menggunakan hak berlangganannya atas sisa saham beredar Dynabook yang dipegang Toshiba pada Juni 2020. Toshiba pun telah menyelesaikan prosedur transfernya.
Merek Toshiba meluncurkan produk laptop konsumen sejak tahun 1985. Produk laptop pertama adalah T1100 (juga laptop pertama di dunia). Peranfkat datang dengan baterai built-in yang dapat diisi ulang, monitor LCD, dan BIOS berbasis Microsoft, berdasarkan pemrosesan Intel 80C88.
Notebook memiliki memori 256Kb dan layar 640 × 200 piksel. Sebelum merek seperti ASUS, Dell, Apple, Lenovo, dan Hewlett-Packard memasuki pasar komputer notebook, perusahaan asal Jepang itu menguasai ceruk ini. Belakangan, setelah merek-merek tersebut masuk ke pasar, pengguna masih mengenali Toshiba untuk produk seri Satellite-nya. Selanjutnya, Toshiba juga meluncurkan produk ultrabook seri Portege.
Lihat Juga :